Selasa, 01 Desember 2009

Uneg-uneg Edufair, Kalo Boleh ...

Ada hal yang menarik saat hari Sabtu kemarin, tanggal 27 November 2009, saya dan beberapa teman pulang ke Malang untuk menghadiri sebuah acara yang diadakan di SMA saya dulu. Nama resmi acaranya sendiri panjang dan jujur saya lupa apa, tapi untuk lebih mudahnya disebut Education Fair atau disebut Edufair saja oleh teman-teman. Idenya adalah acara tersebut didesain untuk menjadi ajang para alumni SMA yang sudah diterima di berbagai universitas untuk bisa berbagi informasi dengan adik-adik kelas 3 yang habis ini bakal ‘melanjutkan’. Saya sendiri diutus oleh para sesepuh alumni yang ada di DIY Jateng untuk datang ke sana dengan beberapa teman, mewakili UGM dan UNS. . Ada Unair, ITS, ITB, UB, UGM, dan UNS.


Tapi ya itulah, ekspektasi saya bahwa acara memang bakal sesuai dengan tujuan semula rasanya buyar waktu acara prentasi bersama yang diadakan di aula sekolah. Saya bener-bener heran. Nggumun bahasa Jawanya, ndak habis pikir. Pada waktu itu mestinya wakil-wakil dari masing-masing universitas bergantian maju untuk mempresentasikan informasi tentang universitasnyai hadapan adik-adik kelas 3 yang duduk manis di tikar. Itu yang mestinya terjadi. Lha yang terjadi sebenernya? Daripada presentasi informasi, wakil-wakil universitas ini lebih mirip promosi dan ‘menyombongkan’ (maaf saya pakai kata ini, habis ndak tahu lagi pake kata apa yang bener-bener gathuk … ) universitasnya sendiri-sendiri. Malah ada yang sampai membawa nama universitas lain ( baca: saingannya ) yang kebetulan juga hadir di sana. Apa yang bikin saya nelangsa itu ya satu itu. Ada adik kelas 3 yang jadi audiens kebetulan comment di status fesbuknya. Isinya begini :


“ Edufair = ajang sombong2an antar universitas ? “


Waduh…


Sebenernya bukan apa-apa sih saya posting tulisan ini, sama sekali ndak ada maksud untuk menyalahkan (anu, kalo ada teman saya yang tahu dan kebetulan baca blog saya … ^^ ). Bisa dibilang ini hanya penyampaian uneg-uneg atas apa yang saya lihat waktu acara tersebut. Sebenernya pada waktu persiapan acara pertama yang diadakan tahun lalu, saya yakin bahwa pasti bakal ada yang ada namanya ‘sentimen’ dan ‘kesombongan’ antar masing-masing wakil universitas, walaupun sifatnya ndak terlalu terang-terangan. Berbagai macam wakil dari universitas tumplek blek di satu tempat untuk menyampaikan presentasinya, lengkap dengan jas almamater kebanggaannya masing-masing, plus yang jadi audiensnya ya adik-adiknya sendiri. Ya bayangkan sendiri atmosfernya … Saya paham kok kalo kita emang kudu bangga dengan universitas kita, setuju banget dah! Tapi kan kita ke sana atas nama satu wadah, alumni, Ikasmariagitma. Mbok kebanggan dan perbedaan itu disingkirkan untuk sementara, kita bebarengan fokus ke adik-adik yang emang jadi tujuan kita. Memberi informasi dan bantuan, titik.


Saya waktu itu (acara tahun lalu) khawatir takutnya nanti ada ‘persaingan’ yang ndak sehat. Presentasi yang mestinya untuk memberikan informasi secara obyektif ke adik-adiknya malah jadi ajang promosi ( kalau kata teman saya Pancar, ajang perekrutan ) universitas. Adik-adiknya yang mestinya bisa mempertimbangkan dengan baik berbagai macam pilihan lewat informasi yang disediakan, dipaksa untuk ‘memilih di tempat’. Maaf lho ya temen-temen, tapi ini masalahnya masa depan orang e. Biarkan adik-adiknya yang menentukan lewat informasi yang kita sediakan, biarkan mereka lihat kemampuan diri dulu. Toh mereka kan juga bukan orang yang nggak tahu apa-apa, ya to? Mereka juga uda punya ekspektasi dan pemikiran sendiri. Mbok jangan didoktrin mana yang baik mana yang buruk, bahkan sampe bawa-bawa universitas atau jurusan lain sebagai perbandingan. Malah terasa kesan ada dikotomi universitas, atau jurusan pilihan, yang ’elite’ dan yang ’biasa’. Saya ndak ngerti apa yang dirasakan sama temen-temen, tapi saya sendiri jujur prihatin ...


Yang terakhir, ya kalau memang teman-teman alumni memang ndak bisa bicara atas nama satu wadah, kalau merasa bahwa caranya melihat acara edufair ini ndak bisa disamakan, ya minimal saya usulkan adanya aturan main. Apa-apa yang boleh disinggung dan apa-apa yang ndak boleh dalam presentasi, rule of the game-nya lah pokoknya. Ini semua untuk menghindari adanya kesan seperti yang sudah terjadi kemarin. Mbok ayo bebarengan kita sama-sama sebagai alumni tu bener-bener jadi satu. Jangan terpecah-pecah seperti kemarin. Kita pertama kali punya rencana edufair ini, seingat saya dan kalo masih belum diubah, itu untuk adik-adik kelas kita. Ini bukan soal kita sebagai alumni. Dan kalau akhirnya malah adik-adiknya memandang bahwa edufair cuma jadi acara tempat sombong-sombongan antar universitas, lha buat apa? Ya to ?

Minggu, 27 September 2009

My Lonely Lullaby


Yep, 2 minggu pulang kampung sama artinya dengan nggak ngenet sama sekali. Kabar temen-temen di blog juga sejauh ini belum saya cek semua, mohon maaf soalnya lagi pengen nyante dulu di rumah, hehe ... ^^ Sekali maaf buat temen-temen ...
--------------
This is my new artwork. The main source i picked up from katanazstock.deviantart.com, one of my favourite photograph i think. As you can see here, i began to try a new style. More focused, neat, and simple. Hope you like it =D

Rabu, 09 September 2009

Kalo Boleh Curhat ...

Seorang ’temen’ yang diterima di jurusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya dulu pernah datang dan nangis ma saya. Dari cerita yang kemudian saya dengar, dia bilang bahwa dia merasa diremehin. Sakit hati. ”Kuliah di HI? Mang mau jadi apa kamu?”, kata beberapa temen dan tetangganya. Padahal saya tahu benar bahwa HI memang bidang yang paling dia inginkan, dia memang cocok ada di sana. Satu hal yang bikin dia bener-bener sedih adalah, justru guru BP SMA-nya lah yang komentarnya paling kerasa dan langsung, tanpa tedheng aling-aling. ”Kuliah kok cuman di HI aja ...”. Saya diem aja waktu itu, nggak ngerti harus bilang apa. Campur-campur perasaanya. Ya marah, ya sedih, kasihan, tapi juga pasrah. Iya, pasrah. Pasrah karena saya juga mengalami hal yang kurang lebih sama dengannya. Saya ngerti banget apa yang dia rasakan ...

Bagi mereka yang mengikuti kata hatinya, jalan memang tak pernah lebih mudah. Saya paham benar kata-kata itu. Waktu saya milih komunikasi dulu, waduh ... Banyak kata-kata yang ndak enak. Selalu dibanding-bandingkan sama temen yang ketrima di kedokteran, di teknik, di mana aja. Katanya prospeknya nggak jelas, emang di komunikasi mau jadi apa? Mau jadi tukang ngomong, jadi operator telpon? Tapi walopun begitu saya tetep jalani, tetep mempeng. Soalnya saya tahu apa potensi saya. Saya tahu pilihan saya. Kalo saya bisa nulis, bisa ngomong, bisa desain dan suka kreatif, buat apa saya jadi dokter? Potensi itu anugerah Allah SWT, jangan disia-siakan. Mestinya dipupuk dan dikembangkan...

Saya kadang merasa kasihan, nelangsa kalo ngeliat ibu saya waktu ditanyain orang. ”Angga di komunikasi? Emang mau kerja jadi apa?” tanya budhe ato temen kantor Ibu. Ibu saya cuman mesem,”Yah ... pokoknya jadi orang berguna pokoknya...”. Saya tahu Ibu ndak malu, tapi sedikit banyak hatinya nelangsa. Saya tahu benar itu. Dimana teman-temannya cerita bakal jadi apa anaknya nanti, ibu saya nggak bisa njawab. Pernah yang putranya di ITB dengan bangga bilang putranya bakal jadi teknisi pesawat nanti, cerita panjang lebar soal gajinya yang gedhe. Belum lagi yang kuliah di kedokteran, akuntansi, ato manajemen. Dan waktu gantian ibu saya yang ditanya? Beliau ndak ngerti soal bidang pilihan saya, nggak umum kalo kata orang. Ibu saya nggak bisa njawab akhirnya. Tapi walopun begitu toh beliau tetap tersenyum. Walopun di dalam hatinya mungkin Ibu nggak setuju, tapi beliau tetep percaya sama saya.

Mungkin bener kata temen-temennya Ibu saya itu. Mungkin bener kalo jalan yang saya ambil ini ndak bakal semudah mereka yang putranya ada di kedokteran atau di akuntansi atau dimanapun, saya ndiri ndak tahu. Yang saya tahu cuman pokoknya saya sudah memilih bidang yang saya suka, tempat dimana saya mestinya berada. Bukan karena iming-iming reputasi atau semacamnya. Bapak saya pernah bilang kalo kesuksesan itu bukan tentang dimana kamu berada, tapi apa yang kamu lakukan. Mau jadi apa saya nanti, sukses ato ndak, itu urusan Yang Di Atas. Saya ndak bisa memastikan apa-apa. Yang jelas saya bakal berusaha. Berusaha biar suatu hari nanti, ndak tahu kapan, kalo ditanya orang. ”Wah, Mas Angga dulu kuliahnya dimana Bu?”, ibu saya bisa njawab dengan bangga,


Di Komunikasi !

Time For Payback !


My new artwork. Now i'm focusing on improving my lght-based editing, it seems that the design graphic industry prefer this style this day. I hope you like it ^^ and don't forget to give me any comment or critic. Enjoy !

Minggu, 06 September 2009

Jangan Cepet Marah Donk!



Ojo Gampang Nesu …

Beberapa hari yang lalu saya dapet pengalaman yang sempat bikin saya jadi terheran-heran. Saking herannya sampe bingung kudu ngapain, jadilah akhirnya saya nulis deh di blog. Jadi ceritanya gini. Waktu habis buka puasa, temen saya si Rere minta dianterin buat ngambil duit di atm. Padahal jarak antara kos sama atm sebenernya deket lho, tapi enggak tau kenapa tetep aja dianya minta dianterin. Takut katanya ( belakangan saya inget kalo dia masih trauma, soalnya bokongnya pernah tiba-tiba diremes sama banci waktu acara ke atm sebelumnya). Tapi ya sudahlah, sebagai teman yang baik toh akhirnya dia saya anterin juga.

Nah ni dia. Waktu pulang dari atm ( btw Rere ketemu lagi ma banci yang kemarin lho! ) tiba-tiba WER! Ada sepeda motor nyelonong mau nabrak saya dari depan. Mendadak tu motor berhenti di belakang saya. Dan langsung deh, yang terjadi berikutnya kayak di acara termehek-mehek gitu. Si cowoknya yang nyetir tu gak tau ngomong apa, pokoknya mbentak cewek yang dia bonceng. Ceweknya kayaknya nggak terima, terus dia mbanting helmnya ke jalan dan langsung marah-marah pake teriak-teriak. Padahal waktu itu jalan macet banget, dan dua orang itu kayak orang kesetanan. Jadi rame deh pokoknya. Malah yang cowok sempat mau jotos-jotosan ma cowok lain yang kebetulan da di situ, gak tau karena apa. Saya ma Rere cuman bisa melongo aja. Ya ampuun ....

Yang sebelumnya juga pernah lho saya lihat yang kayak gitu, tapi lebih ekstrim lagi. Ceritanya ni saya sama Rere ( Haduh! Lagi-lagi ma ni anak! Gak ada yang lain apa? ) habis beli tiket nonton Transformer 2 di XXI. Buat nunggu jam tayang yang lumayan lama akhirnya kita nunggu sambil duduk-duduk di teras samping. Lagi enak-enaknya ngobrol, eh tiba-tiba dari dalem XXI ada rame-rame. Kayak ada suara orang marah sambil teriak-teriak gitu pokoknya. Semua orang sampe pada noleh, pada penasaran. Dan Anda tahu apa yang jadi sumber keributan? Ternyata ada cewek, umurnya sekitar 28-35an gitu, keluar sambil marah-marah dari XXI lewat pintu samping. Dia ngomel keras banget, dan kasarnya enggak ketulungan ( ” Anj**g semua ! Kalo mau XXI ni gua beli semuanya ! ” ). Dan Anda tahu apa yang dia lakukan sambil teriak-teriak gitu?



Dia ngeludahin XXI.


Berkali-kali sambil ngumpat-ngumpat, di depan orang banyak.



Gila nggak?? Dan waktu si cewek ini sampe ke depan pintu XXI, tiba-tiba GEDUMBRANG !! Dia mbanting tempat sampah logam, masih sambil marah-marah, sebelum akhirnya bablas pergi naek Honda Jazz merah. Oh iya, di pos parkir dia juga sempat mbentak-mbentak mbak yang jaga di dalemnya keras-keras. Masya Allah, emang ni orang kesambet kali ya ... ? Kalo cowok ato bapak-bapak, yang mukanya sangar ma berewokan gitu mah mungkin saya ngerti. Ni uda cewek, sendirian pula!

Saya akhirnya jadi mikir nih, kok bisa ya ada orang yang bisa segitunya kalo lagi marah ? Lepas kontrol banget. Mbok kalo lagi marah itu ya dikontrol sedikit, jangan dilepaskan seenaknya kayak gitu. Temperamental banget. Saya juga emang tipenya ndak bisa marah-marah soalnya, jadi kalo ngeliat yang kayak gitu rasanya aneh. Jangankan gitu, ngeliat ada orang mbentak orang lain aja saya ni sudah ngerasa geregeten. Ndak suka aja ngeliatnya ...

Ni kalo saya lho. Saya mikirnya sih, marah itu wajar. Cuman pelampiasannya itu lho yang jadi masalah. Pernah liat filmnya Jack Nicholson ma Adam Sandler, The Anger Management? Jangan pernah memendam kemarahan atau dendam, karena akhirnya hal itu bakal membuat dirimu sakit sendiri. Hidup ini dibuat enak aja lagi. Kalo pas lagi kecewa, yang mikir aja, ”mungkin emang bukan waktunya. Santai sajalaaa ... ”. Hidup ni terlalu berharga kalo hanya untuk dibuat mikirin rasa sakit ma dendam, lagian itu semua kan tergantung kita gimana ngaturnya. Mikir yang positif, maka keadaan juga bakal jadi posistif. Percaya deh! Walopun ada yang bilang kalo ada orang yang terlahir temperamen, itu mah karena dia enggak mau berusaha buat ngubah kepribadiannya aja. Saya yakin bisa kok kalo mau berusaha.


Kamis, 03 September 2009

Menjadi Pribadi Yang Disukai Orang Lain: Part 2

3. Mendengarkan

Di salah satu cerpennya ( judulnya Sepotong Senja kalo nggak salah), saya lupa kata-katanya yang pasti, Seno Gumira Ajidharma pernah bilang begini:

Aku tidak akan terlalu banyak berkata-kata lagi. Sudah terlalu banyak kata-kata di bumi ini. Orang terlalu sibuk berkata-kata hingga mereka tidak punya waktu untuk mendengarkan kata-kata orang lain, bahkan kata-katanya sendiri.”

Ya mungkin bener juga apa yang disinggung sama Seno di atas. Kita ni kadang susah banget kalo disuruh ndengerin orang lain, iya nggak sih? Coba deh, di antara temen-temen ada kan yang punya temen curhat? Nah, diinget-inget ya, pernah nggak temen-temen dateng ma temen curhatnya, trus ngeluangin waktu dengan tulus cuman buat ndengerin temen itu cerita? Eng Ing Eng! Jarang kan? Yang ada tu kita sering telpon temen kita trus bilang,” Bud, gue ada masalah ma Amel nih. Pengen crita, penting banget! ”. Uda deh, crita sampe berbusa berjam-jam, sampe mewek-mewek.

Nah, sebenernya ni adalah hal yang paling penting ketika kita ingin disukai oleh orang lain dalam sebuah obrolan. Pertama, mendengarkan. Kedua, kurangi bicara tentang diri sendiri. Dua hal ini penting banget artinya dalam sebuah hubungan relasional. Ingat, kalo kita pengen disukai oleh orang lain, berangkatlah dari pandangan ’mereka’. Bukan pandangan ’kita’. Orang ingin dan suka didengarkan, maka dengarkanlah orang lain. Orang ingin merasa bahwa mereka dihargai dan diperhatikan, maka bersikaplah antusias. Banyak bertanya dan menggali lebih jauh. Itu kuncinya.

Nggak perlu terlalu dibuat-buat, jangan-jangan yang ada malah ntar kita dikira tukang pura-pura. Mindset kita aja tentang ’mendengarkan’ yang diubah. Ndengerin itu gedhe banget lho manfaatnya. Pertama, kita bisa lebih ngerti tentang gimana jalan pikiran dan sikap orang yang kita ajak bicara. Uda gitu informasi yang kita dapet juga nambah, iya to? Kedua, kita membangun sebuah kepercayaan dengan orang lain dengan tidak bersikap egois. Orang malah jadi tambah respek dan menghargai kita. Analoginya blog deh (mesisan wes, kan ini nulisnya di blog ^^ ). Ada kan temen-temen yang hobi banget nulis di blog, tapi jarang banget buat blogwalking plus baca postingan temen-temennya? Ato blogwalking tapi cuman buat promosi blog di shoutbox doank? Uda gitu, pengen pula blognya rajin dibaca orang. Nah lho, sedikit banyak sebel kan jadinya kita? Nah, sama kayak ngobrol ma orang lain. Tapi coba, misalnya ada temen yang tiap kita posting, setidaknya dia baca punya kita dikit-dikit. Ato malah ada yang nyempetin diri buat komen tentang isi postingan kita walopun benernya isi postingnya cuman kayak status fesbuk (” Aduh, lagi nggoreng krupuk nih. Lagi hot ... ”). Kita malah suka kan ma orang-orang kayak gini? Mereka perhatian, dan menganggap bahwa apapun isi pikiran kita itu penting. Mereka inilah orang-orang yang ’mendengarkan’. Salut deh buat mereka!

Ndengerin itu nggak susah, tapi mang harus sabar dan perlu latihan. Cara yang utama ya nekan ego kita sendiri, jangan mendominasi dalam sebuah percakapan. Orang kan juga males kan ndengerin kita kalo gitu caranya? Kalo kita mau ndengerin orang lain, orang lain juga bakal belajar buat ndengerin kita karena mereka udah merasa kita hargai. Nah makanya itu, kita harus belajar untuk mendengarkan. Selamat mencoba ^^


Minggu, 30 Agustus 2009

Kepak Sayap Seribu Kupu-kupu


Pada kepak sayap seribu kupu-kupu masih kudengar desah nafasmu
Yang terbang bersama kidung sungai jiwa-jiwa, berkelana
Melintasi lembah dan padang, negeri tak bernama
Yang di tiap jengkal tanahnya seakan berbisik dan tertawa
memasung rinduku dalam penjara waktu Meninggalkan sayat luka menganga


Seribu kupu-kupu terus terbang, lelah aku mengejarnya
Berusaha merengkuh retak kenangan dalam warna-warna surga
Warna kita, warna milik kita, dan hanya kita
Dengan kuas cinta kulukis hadirmu pada kanvas cerita
Aku dan dirimu,
Namun tetap saja, kupu-kupu terus terbang
Mengepak lirih bagai nyanyian padang sunyi
Membawa senyum dan tawamu terbang bersamanya ...


------------

Ada sebuah senja di Parangtritis. Cerita lama tentang saya, Ari, Ihda, Rifka, ma Asta. Salah satu momen paling tak bisa dilupakan. Ada warna senja yang takkan bisa dihapus waktu ...











( Terimakasih buat Ihda yang uda mau make kamera Nikon-nya buat motret empat cecunguk ini di Parangtritis sore itu. Kapan kita jalan-jalan ma motret lagi ? )

Selasa, 25 Agustus 2009

Jangan Mau Dicurhatin Cewek. Lho Kok?

My newest work. I got the inspiration about it from the story about Elizabeth Bathory, The Blood Countess. Enjoy, and feel free to give any comment about it ... ^^

-----------

Waktu kemarin saya lihat foto-foto jaman SMA, rasanya jadi pengen ketawa sendiri kalo inget jaman “cinta-cintaan” dulu, hehe.. Kebetulan kok ya dulu ini saya jadi dukun curhatnya temen-temen, yang setiap hari kerjaannya mesti di-booking buat ndengerin cerita-cerita suasana hati. Yang waktu kelas tiga yang rebutan cerita malah temen-temen cowok. Aneh kan? Ternyata yang suka curhat bukan cuma cewek aja, cowok kalo lagi pas waktunya bisa cerita sampe berbusa. Topiknya benernya cuman satu sih waktu itu. Ya itu tadi, apalagi kalo bukan masalah asmara, haha .. ^^

Btw ada satu hal yang bener-bener saya inget dari banyak cerita yang dulu pernah mampir di kuping saya. Walopun tokoh ma jalan ceritanya beda-beda, tapi tetep intinya sama. Ceritanya tentang seorang cowok yang sudah merasa dekat dengan seorang cewek (dan selalu sama: si cowoknya diam-diam mendam perasaan suka ma ni cewek ). Si cowok udah pede karena si cewek deket dengan dia, jadi temen curhatnya, malah mungkin malah jadi sandaran kalo si cewek ada masalah apa-apa. Deket bangetlah pokoknya. Tapi akhirnya selalu aja monoton. Si cowok harus kecewa karena di akhir cerita si cewek malah jadian ato balik sama orang lain. Jadian sama orang yang benernya sering dikeluhkan sama si cewek di setiap sesi curhatnya. Nah lho?

Diem-diem saya waktu itu penasaran juga. Jadi kepikiran, habis waktu itu yang cerita temen deket saya sih ^^ Kenapa ya kok sering terjadi kayak gitu? Iseng-iseng saya buka-buka situs di internet, siapa tahu ada forum-forum yang ngobrolin soal itu. Saya lupa nama situsnya tapi yang jelas ada penjelasan menarik yang saya temukan di sebuah situs. Intinya tu: Jangan Pernah Jadi Temen Curhat Cewek. Lho? Lha terus apa hubungannya?

Jadi begini... Konon katanya sang penulis, cewek-cewek itu bergaul dengan sistem yang dikenal dengan nama Inner Circle. Mereka punya temen deket yang bener-bener mereka percaya, dimana mereka bisa saling cerita dan menumpahkan emosinya masing-masing. Sistem ini beda banget dengan sistem yang dipake cowok kan, yang lebih condong ke pergaulan luas dan hanya bersifat permukaan. Nah ni dia intinya. Kalo kamu cowok, suka ma cewek, dan jadi temen curhatnya, maka kamu bakal membuat pagar buat kamu sendiri. Pagar itu bernama ’teman curhat’, dan kamu gak akan bisa keluar dari pagar itu untuk bisa jadi seseorang yang ’lebih’ . Kenapa? Karena ’bau’mu bakalan sama kayak temen-temen cewek si cewek tadi. Kamu bakal masuk dalam Inner Circle-nya. Dengan kata lain jadi temen curhat uda tingkat maksimal yang bisa kamu dapet dalam hubunganmu ma cewek itu, kamu uda membatasi dirimu ndiri. Kadang ni juga diperparah ma kebiasaan kebanyakan cowok yang gampang geer dan terlalu pede.

Mungkin ada benarnya, pikir saya waktu itu. Tapi kan cerita tiap orang enggak bisa disamakan satu sama lain semudah itu. Lagian juga ada temen cewek saya yang pacaran sama temen curhatnya sendiri, jadi saya mikirnya sih mungkin gak semuanya bisa disamakan penjelasannya. Mungkin kalo ada dari temen-temen mau komentar, dari yang pernah mengalami mungkin, hehe... Atau dari pihak cewek, gimana pendapatnya soal ini? Monggo dikomentarin ... ^^

Jumat, 21 Agustus 2009

Ada Cerita di Ospek Komunikasi 2009

Akhirnya ...

Setelah dua hari ini berangkat jam setengah lima pagi ke kampus dan selalu pulang jam 10 malem, akhirnya ospek Jurusan Komunikasi UGM tahun 2009 berakhir kemarin sore. Fuh! Capek pwol. Sampe-sampe kemarin malem gak sempet ikut tarawih pertama soalnya kaki masi nyat-nyut linu-linu. Tapi yang penting ini jadi pengalaman jadi panitia ospek yang oke buat saya.

Beda dengan beberapa fakultas lain yang ospeknya agak-agak horor, anak-anak fisipol terutama jurusan ilmu komunikasi lebih memakai pendekatan yang lebih fun dan asyik. Seneng-seneng deh pokoknya, tapi tetep edukatif dan bermakna. Banyak banget cerita dan tawa dalam dua hari ini. Walopun cuman jadi bagian dokumentasi (yang artinya wajah ini tidak banyak terdokumentasikan), dan yang berarti juga perannya enggak penting-penting amat dan nggak dikenal, hehe … Tapi lewat lensa kamera ( Nikon D60, boleh pinjem ma temen ) dan sedikit kata-kata saya pengen cerita tentang gimana asyiknya ikut serta dalam panitia Ospek jurusan Komunikasi UGM tahun 2009.Ini mang bener-bener dua hari untuk selamanya. I like Komunikasip !! ^^



Si Tika lagi nyengir nih. Alasannya? Iri sama maba yang lagi menikmati makan siang mungkin.. Tu megaphone tapi jangan dimakan Tik, sabar!

Cume’, Mas Angga, Mas Anto’, Dita, Ajeng, Dian, Sasa, sama kakak-kakak pemandu yang lain lagi hepi-hepi di depan adik-adiknya. Solid dan kompak. Biar sibuk, yang nomer satu ya nampang dulu di foto dong!


Ni Ermaya (anabelledorable.blogspot.com), koordinator para pemandu ospek komunikasi 2009. Hasil kerja pemandu yang solid dan kompak gak bisa terjalin tanpa koordinasinya. Like this deh May pokoknya, hehe ... ^^

Dikomandani salah satu temennya, maba lagi bebarengan lagi nyanyi beatboxing rame-rame. Yang penting kompak dan menyatu, bagus ato ndak urusan nanti!

Yah ... Duduk di depan sendiri malah ngantuk ni adiknya...

Ni dia salah satu maba yang paling heboh lagi didandanin Tika buat berjoged di depan teman-temannya. Terbukti, goyangan Happyta memang hot dah pokoknya! Hehehe ...


Ospek tahun ini, walopun sempet ada beberapa ganjalan seperti adanya beberapa adik-adik yang jatuh sakit, bisa dikatakan sukses. Huff ... Syukur deh! Walopun di awal kita memang sengaja agak ’keras’ ma adik-adiknya, tapi semuanya berubah waktu hari kedua. Semuanya menyatu, tertawa bersama. Dan akhirnya ospek jurusan komunikasi UGM tahun 2009 ditutup dengan sebuah peristiwa yang enggak bisa kami lupakan. Ketika semuanya, baik panitia maupun adik-adik maba berkumpul di lapangan tengah, tiba-tiba beberapa perwakilan maba datang ke depan dan membacakan sebuah puisi untuk kami para panitia. Kata-katanya sederhana, tapi jelas terlihat lewat lensa kamera saya bahwa itu lebih dari cukup untuk membuat kami meneteskan air mata. Kami semua bener-bener terharu. Dan ketika pembacaan puisi itu ditutup dengan pemberian sebuah kue tart hasil patungan seluruh maba kepada kamipanitia, kami pastikan bahwa sejak saat itu bahwa mereka adalah bagian dari kami sekarang...

Selasa, 18 Agustus 2009

My Revival


Setelah lama banget nggak nge-blog akhirnya saia datang lagi dengan nafas yang baru..

Rabu, 29 Juli 2009

Melihat Lebih Dekat ...





Saya sudah sekitar satu tahun ini belajar digital imaging pake photoshop. Hobi sih sebenernya, dan kebetulan karena ada hubungannya juga sama bidang kuliah saya ( saya di komunikasi ngambil periklanan ) jadi ya terus aja. Hasilnya? Ya masih belajar lah, otodidak pula, jadi belum bagus-bagus amat. Tapi anyway ada yang menarik setelah saya kemarin sempat iseng-iseng ngedit foto temen-temen kuliah cewek di laptop. Tiba-tiba saya senyam-senyum sendiri.

Bukan apa-apa sih sebenernya. Tapi ada nggak yang pernah mencoba untuk me-retouch wajah lewat photoshop atau mungkin merias orang lain biar wajahnya tambah cantik? Pasti pernah kan? Entah kenapa rasanya kemarin ketika kita melihat orang lain lebih dekat, rasanya tiap orang punya pesona yang lain, yang berbeda. Daya tarik yang ndak sempat saya sadari ketika bertemu orangnya langsung. Tiba-tiba saya nyeletuk sendiri,” Lho? Ternyata si Titi ni matanya bagus lho. Kok gak pernah sadar ya?” ato mungkin pernah,” Nah, ni si Lina kalo pas ketawa cantik. Kalo diliat-liat orangnya humoris ...”. Rasanya jadi sadar bahwa orang lain itu kadang punya sisi yang ndak kita sadari sebelumnya, dan pas kita lihat lebih dekat ... puff! Kita bakal terheran-heran sendiri.

Buat saya sih ini semacam pelajaran lah. Saya sering nglihat orang dari luarnya aja, sudah begitu sering langsung menilai orangnya pula. Padahal saya kan ndak tahu dalamnya gimana. Selaen itu ya tadi itu, saya yakin bahwa setiap orang punya pesonanya sendiri. Yang harus kita lakukan hanya untuk mau melihat lebih dekat, dan ndak berprasangka dulu terhadap orang lain. Anggap saja kotak kado, kan kalo kotak kadonya bagus belum tentu isinya juga bagus kan? ^^ hehe ...

Senin, 27 Juli 2009

Movie : The Pianist


Film tentang Perang Dunia II mang gak pernah ada habisnya. Kebetulan saya kemarin nonton film (lama benernya nih film dibuatnya) yang berjudul ’The Pianist’. Ada yang sudah pernah nonton? Hehe .. Saya tahu, film ini emang bukan jenis film yang enak ditonton buat santai atau pengen refreshing. Jalan ceritanya berputar pada tokoh Wladyslaw ’Wladyk’ Szpilman (Adrien Brody), seorang pianis yahudi asal Polandia yang mengalami saat-saat terkelam ketika Nazi Jerman mulai melakukan pemusnahan sistematis terhadap warga yahudi di Polandia. Hidupnya yang penuh dengan ketegangan, rasa sakit, penderitaan, serta kehilangan mendapat kejutan ketika ia akhirnya bertemu seorang petinggi militer Jerman (Thomas Kretchmann).


Diganjar Golden Globe dan hadiah tertinggi festival film Cannes pada tahunnya, the Pianist menurut saya memang merupakan film yang oke banget. Beberapa film tentang perang dunia yang lain, seperti Saving Private Ryan, Downfall, dan baru-baru ini Valkyrie memotret kehidupan tentara dalam perang dunia II. Tapi The Pianist berbeda, fokusnya justru pada bagaimana wajah peperangan di mata seorang warga sipil yahudi yang harus bertahan hidup di tengah peperangan. Satu hal yang menarik dalam film ini adalah akting solo Brody yang luar biasa. Kesungguhannya bermain terlihat dari awal fil ketika Wladyk yang tubuhnya berisi di saat masanya ketika masih menjadi pianis pujaan di Polandia secara perlahan terlihat semakin kurus hingga mencapai puncak di akhir film akibat berbagai masalah yang ia hadapi. Benar-benar mengingatkan kita pada Tom Hanks saat bermain dalam Cast Away. Penggambaran proses pemusnahan yahudi seperti pengiriman ke kamp konsentrasi Treblinka, penindasan, dan diskriminasi juga ditata apik lewat mata sebuah keluarga Szpilman. Cinematografi indah khas Roman Polansky ... ^^


Kalau ada waktu, saya rekomendasikan untuk menonton film ini. Buat yang gak suka darah atau kekerasan sih, mendingan jangan deh. Tapi buat yang oke dengan semua itu trus juga nyari film yang oke dan bermakna, film The Pianist bisa dijadiin pilihan ...

Minggu, 26 Juli 2009

Tips Menjadi Pribadi yang Disukai Orang Lain : Part 1


Saya pernah membawakan presentasi untuk mata kuliah public speaking yang bertema tentang bagaimana untuk menjadi pribadi yang lebih disukai oleh orang lain, dan saya pengen membaginya ke teman-teman semuanya. Menjadi pribadi yang menarik bukanlah soal bagaimana penampilanmu, tapi tentang bagaimana sikap dan pembawaanmu selama ini. saya menyebutnya sendiri sebagai The Seven Steps. Percayalah, menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain itu benar-benar menyenangkan. Jadi, selamat mencoba ya ! ^^


1. Bersikap Bersahabat
Cara pertama, dan yang paling penting agar temen-temen lebih disukai orang lain adalah bersikap bersahabat dengan orang lain. Sama seperti yang biasa kita alami, orang yang bersikap bersahabat dan terbuka lebih kita sukai daripada mereka yang bersikap defensif dan tertutup. Bersikap bersahabat merupakan sebuah usaha yang murah dan sangat mudah, banyak dari kita telah melakukannya tanpa kita sadari. Kesalahan umum yang sering kita lakukan ketika bertemu orang lain adalah sikap defensif dan was-was yang berlebihan, sehingga kita sulit untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Ingatlah selalu untuk mencaga ucapan saat kita berbicara dengan orang lain, hargai perasaan mereka, dan cobalah untuk tidak bersikap egois dengan siapapun. Tersenyumlah, ceriakan harimu dengan tersenyum dan bersikap ramah dengan orang lain, dan temen-temen akan terkejut bahwa akhirnya harimu akan berjalan lebih ringan dan menyenangkan ...


2. MSFI
MSFI merupakan singkatan dari Make Someone Feel Important. Buat orang lain merasa penting, itu kuncinya. Dorongan seseorang untuk bergaul adalah agar ia dihormati dan dihargai. Untuk itu, kita harus bisa mengambil hatinya lewat cara ini. Cara yang paling mudah ialah memanggil nama dalam sebuah percakapan. Saya lebih senang jika ada yang bertanya, ”Angga sudah makan?” daripada hanya sekadar ”Kamu sudah makan?”. Memanggil nama berarti menghargai keberadaan seseorang. Ini adalah sebuah hal yang mudah tetapi sangat berarti. Mengingat hari ulang tahun teman, memberikan selamat atas keberhasilannya, dan hal-hal kecil semacam itu merupakan cara yang ampuh untuk dapat mendekatkan hubungan kita dengan orang lain. Tidak perlu berlebihan dan dibuat-buat, enjoy aja.





Tribute For Communication UGM 2008

Lagi-lagi posting gambar yang bikinnya uda agak lama. Anyway, semoga Jurusan Komunikasi tambah kompak dan oke. Tambah sering bikin acara-acara, sekalian moga-moga banyak yang bisa nraktir aku kalo lagi di kampus. Amieen ... ^^

Selasa, 21 Juli 2009

Makeover, Baby!

Anda wanita muda yang merasa kurang pede? kurang cantik? kurang menarik atau kurang pacar? Datanglah kepada kami, PT Permak Wajah Sejahtera, dan dijamin semua hal tentang kecantikan akan jadi milik Anda seutuhnya .
Lihat pasien kita ini ( jangan tertipu... wajah bule tapi aslinya Bantul. Namanya Zubaedah)

dari katanaz-stock.deviantart.com


dan setelah beberapa kali perawatan yang kami berikan, inilah hasilnya :


Bagaimana? Anda tertarik? Hehehe ... ^^

Minggu, 19 Juli 2009

Publicia Photo Club 2008

Bikinnya sudah lama gambar ini. Ini ada teman-teman saya di Publicia Photo Club. Motret ini, motret itu, yang penting jalan-jalan. Hayo, di situ gambar saya yang mana? (bukan! Yang bawah sendiri tu bukan saya lho! )

Ada Tawa di Kraton Jogja

“ Kuliahnya di Jogja kok ndak pernah maen ke Kraton, piye to? Mbok sekali-kali maen sana ke Kraton sana lho, biar kenal Jogja … ”


Ibu kos saya, Bu Sri (nama aslinya saya ndiri sampe sekarang ndak tau, Sri Minggat bisa jadi … ), pagi-pagi nyeletuk setelah saya ditanyain sudah pernah main ke Kraton apa belum. Lha memang ndak pernah ada kesempatan, padahal antara kos saya dengan kraton yang tempatnya di dekat alun-alun utara itu bisa dibilang dekat jaraknya. Ya akhirnya saya sama temen satu kos, Budi Rezaldi, iseng-iseng maen ke kraton. Mumpung libur ini ceritanya. Tujuan utamanya? Ya jelas untuk mencari pemandangan lah! Anak-anak SMA dari luar kota kan banyak yang wisata ke Kraton waktu itu, biasanya ceweknya bening-bening tuh. Sip lah! Hormon masa muda memang kadang bergejolak, jadi apa boleh buat ...

Mengambil kesempatan dalam kesempitan. Foto bareng rombongan anak-anak SMA (padahal ya ndak kenal). Tapi yang ditunjuk kok yang cowok?

Orang-orang ini memang sudah gila!




Woohooo ... Budi sok ganteng. Padahal saya inget waktu itu bulu hidungnya nyempil dikit. Tapi ndak saya tunjukkan di sini lah, kasihan dia ...



Impian setiap lelaki ...

Setelah membuat 1 rombongan wisatawan keki karena kami pura-pura menjadi bagian rombongan (supaya bisa dengar penjelasan tour guide gratis), menggoda sekumpulan anak-anak kecil, tidur-tiduran di lantai sebuah ruangan khusus yang mestinya tidak boleh diinjak, dan hal bodoh lain akhirnya kami pulang. After all, semuanya terasa cukup oke hari itu. Kecuali bagian dimana kami sadar bahwa daripada terlihat sebagai dua orang cowok keren, kami lebih terlihat sebagai dua orang homo…

Sabtu, 18 Juli 2009

Backstreet Boys is Back !!

Hahaha ... !! Ini dia, duo artis backstreet boys sedang beraksi. Melepaskan emosi di tengah malam yang sepi, lengkap dengan goyangan maut khas Indonesia. Btw somoga ada produser yang kebetulan liat yang menawari kami untuk jadi boy band.

Hell Yeah!!!

Hwahahaha ... ^^

Kamis, 16 Juli 2009

Pelabuhan Terang


Engkau terbang bersama resah matahari
Meninggalkan aroma jiwamu pada desah dipan semalam
Yang harum, wangi bagaikan bau keringat Bunda
Teh dalam cangkirku bergetar pelan, ada bayangmu di sana
Kau menyelam pada sunyi samudra air mata, yang merah
Bagaikan api rinduku yang sayup berpendar
Berusaha mencari baris namamu di antara bangkai ingatan
Senandungkan nyanyian masa kecilmu
Yang bercerita tentang ombak dan lautan, kisah kebebasan
Yang memenuhi kahyangan dengan kidung cinta dan kemenangan
Kukayuh sampan retak jiwaku pada sebuah pelabuhan
Yang sungguh terang benderang, panas bagaikan pijar seribu matahari
Pada pelabuhan itu kuturunkan jangkar berat mimpi dan harapan
Pelabuhan itu

Kau

Rabu, 15 Juli 2009

Cerita Hercules

Pernah denger cerita tentang Hercules? Hercules merupakan tokoh pahlawan terkenal dari mitologi Yunani dan kebetulan juga salah satu cerita masa kecil favorit saya. Kisah kepahlawanannya yang luar biasa membuatnya menjadi inspirasi banyak tulisan maupun berbagai karya seni. Diceritakan bahwa Hercules merupakan putra dewa Zeus dan seorang manusia bernama Alcmene. Karena memiliki ayah seorang dewa, Hercules memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa.
Satu bab yang terkenal dalam cerita Hercules adalah bagian mengenai 12 Tugas Hercules (12 Labour of Hercules), serangkaian cerita tentang perjalanan Hercules untuk menebus dosa yang telah ia lakukan dengan cara melakukan 12 tugas yang legendaris. Atas bisikan dan tipu daya Hera, Hercules tanpa sengaja membunuh istri dan ketiga putranya dalam sebuah kemarahan yang tak terkontrol. Untuk menebus dosanya, atas bisikan peramal dari Delphi (Oracle of Delphi) Hercules harus mengabdi pada Eurystheus, sepupunya yang juga merupakan raja Mycenae. Eurystheus yang tidak menyukai Hercules akhirnya memberikan 12 tugas berbahaya padanya, berharap di setiap kesempatan Hercules tewas dalam menyelesaikan tugasnya. Dan akhirnya dimulailah petualangan Hercules yang terkenal itu.
Ada satu bagian favorit dari cerita Hercules yang sangat saya sukai. Di awal perjalanannya, suatu ketika Hercules menemui jalan yang ia lewati bercabang menjadi dua. Di cabang pertama telah menunggu seorang wanita cantik, yang memperkenalkan diri sebagai Kebahagiaan. Kebahagiaan dan kenikmatan dijanjikan wanita ini apabila Hercules memilih untuk menempuh jalan yang ia jaga. Sementara di cabang jalan yang lain seorang wanita tua yang buruk rupa memperkenalkan diri sebagai Keutamaan kepada Hercules. ”Jalanku penuh kerikil tajam, halangan, dan kesulitan,” katanya kepada Hercules, ” namun di ujungnya akan kau temui sebuah keagungan dan keutamaan yang tak akan pernah padam”. Hercules memilih jalan kedua...

Sabtu, 11 Juli 2009

Lets Mourn for Love ..


Hahaha ... Jaman-jaman patah hati dulu. Pas lagi bete-betenya langsung buat gambar ini. Sok kuat, padahal di dalam remuk redam, hwekekek ... ^^

Pulang ke Kotamu





Da perasaan yang berbeda di liburan saya kali ini. Sudah lama saya ndak maen ke Tulungagung, ke desa, setelah sekian lama umek dengan kehidupan di Jogja. Rasanya ingin refreshing, pengen sebuah suasana baru. Mungkin memang setelah lama tinggal di kos-kosan dengan rutinitas dan teman yang itu-itu saja jadi menambah sebuah perasaan ’ingin pulang’ tambah gedhe. Ada perasaan rindu atas keluarga, atas sebuah suasana ...

Entah kenapa dalam perjalanan dari Malang ke Tulungagung saya merasakan ada perasaan yang berbeda. Rasanya sudah lama sekali saya tidak merasakan suasana ini. Ada yang bilang kehidupan di kota besar itu keras dan cepat. Saya setuju dengan hal itu. Semuanya saya sadari begitu saja ketika saya duduk di jok belakang mobil, membuang pandangan ke luar kendaraan. Kehidupan saya di Jogja terasa begitu ’kaku’, seakan semuanya berlomba untuk mengejar tujuan masing-masing. Semuanya bergerak begitu cepat, seakan-akan kita semua takut hari akan meninggalkan kita tanpa memberikan hasil apapun. Hingga pada sebuah titik kita merasa kosong. Namun ketika saya mengamati barisan sawah yang terhampar sepanjang jalan ini, atau sosok seorang nenek yang menggendong barang dagangannya dan menyapa kami, rasanya untuk sesaat saya merasa sadar. Untuk sejenak saya sudah terlupa, untuk sejenak meluangkan waktu untuk mensyukuri dan mensyukuri kehidupan. Ada sebuah kedamaian yang sederhana muncul saat saya memandang barisan pohon kelapa dan kolam-kolam ikan sementara anak-anak kecil bermain di sungai tak jauh dari situ. Senyum saya muncul bersama memori masa kecil yang ikut mengiringi suasana saat itu. Mungkin benar apa yang dikatakan ayah saya beberapa saat yang lalu. Kita semua memang merindukan pulang ...

Selasa, 07 Juli 2009

The Carnival of Stars


Ni juga karya lama nih.. Niatnya mau bikinkan temen, tapi trus kok hasilnya malah lumayan, ya akhirnya dipake ndiri, hehe..

Hidup Itu Seperti Lukisan


Dalam hidup ini saya kalau Allah SWT tu sudah memberikan yang terbaik dalam hidup manusia. Semuanya, ya saya, ya Anda, teman-teman, saudara, semua orang yang ada di dunia ini. Kita masing-masing sudah memiliki banyak hal indah dan luar biasa dalam hidup. Semuanya sama. Dan seperti kata Ibu saya, yang membedakan itu keinginan manusianya untuk bisa menghargai anugerah Tuhan tersebut.

Hidup manusia ini bagaikan lukisan dalam kanvas. Masing-masing manusia punya lukisan yang berbeda. Ada yang banyak warna gelapnya, ada yang banyak warna terangnya, ada pula yang lukisannya hanya terdiri dua warna; hitam atau putih. Lukisan itu subyektif, hanya pelukisnya sendiri yang bisa menilai dan mengerti arti lukisannya sendiri. Begitu pula hidup manusia ini. Kadang kala kita, orang luar, melihat ada seseorang yang hartanya melimpah, pokoknya semua sebutuhanya terpenuhi. Penuh warna terang, mungkin seperti itu hidupnya kalau diibaratkan lukisan. Tapi siapa yang tahu kalo sebenarnya mungkin hidupnya tidak bahagia atau penuh masalah. Warna terang yang menutupi goresan dari arang di kanvas tua, ya mungkin seperti itu. Siapa yang tahu...

Maka dari itu saya bener-bener bersyukur atas hidup saya sekarang, apapun bentuknya. Ndak punya harta banyak ndakpapa, asal bisa mesem, bisa ketawa, saya juga sudah bahagia. Biar mungkin orang melihatnya lukisan diri saya abstrak, jelek ndak karuan, tapi saya merasa lukisan hidup saya ini bener-bener bagus. Saya bener-bener bersyukur, hehe...

Sabtu, 04 Juli 2009

Neraka



Gambar ini benernya dah lama bikinnya. Temanya tentang perayaan di neraka (mang di neraka da perayaan? sotoy ... ) Gak tau kemarin waktu lagi liat-liat gambar di folder tiba-tiba jadi kepikiran ma gambar ini. Jadi mikir, sebenernya neraka tu gimana ya bentuknya? Jadi merinding kalo ngebayangin ... ><

Kata hell tu setau saya diambil dari kata hel, nama seorang dewi dari mitologi Skandinavia. Wajahnya si Hel ini jelek banget, ancur banget lah pokoknya (konon badannya yang atas itu nenek tua macem Mak lampir, yang bagian pinggang ke bawah tu mayat hidup). Ya iyalah nakutin, soalnya emang putrinya dewa Loki ini kerjaannya njagain underworld alias dunia bawah.

Pernah baca Divina Comedia-nya Dante Alleghieri? Saya juga belum pernah, hehe ... Tapi konon di karya sastra terkenal itu, neraka atau disebut Inferno tu juga digambarin nakutin banget. Saya tiba-tiba jadi ingat buku komik kecil yang isinya tentang 'Siksa Neraka' yang dibeliin ortu waktu masih kecil. Isinya? Cukup bikin saya takut sampe gak bisa tidur.

Yah... Muga-muga saya diberi keselamatan dunia akhirat lah. Hidup pokoknya ndak neko-neko, ndak macem-macem, hehehe ...

Senyum ...

Ahh ... Dah bulan Juli neeh ... Akhirnya pulang juga ke Malang buat liburan. Benernya bingung sih liburan gini mau ngapain. Anyway, yang jelas saya akhirnya bisa belajar desain dengan longgar sekarang. Dan ini foto temen, namanya Anggi. Ni dia pose waktu awal dulu banget waktu jaman ospek. Satu hal yang jelas, fotonya menggoda untuk 'dipermak'. hehe ...

Senyumannya jadi semakin menggoda kan sekarang ... ^^

Sabtu, 27 Juni 2009

Kata yang Terus Melompat

Ribuan kata meluncur dan mengepak riuh dari penamu
Berlompatan, berebut tempat sambil berteriak bagai anak-anak
Berusaha membentuk jalinan kata dan cerita, bersama titik dan koma
Tentang rindumu pada belaian angin buritan, tentang buih dan ombak lautan

Kata-kata itu sungguh nakal, keras tak kenal aturan
Masih saja mereka melompat dan saling berebut, membentuk ular kalimat
Yang juga tanpa henti berceloteh tentang cerita-cerita lama, tawa dan air mata
Yang sebelumnya menumpuk dan membusuk di dalam kedut otakmu
Biarkan saja, kata sang pena, biarkan saja kata-kata itu terbang dan menari
Berparade riang di bawah hidungmu
melantunkan nyanyian jiwamu pada lembaran kertas
dan kata-katapun makin liar menari, berlompatan kian kemari tanpa henti
Melantunkah kisah-kisah
Roman dan tragedi yang silih berganti
Dan asalkan kau tahu, kata-kata itu takkan pernah berhenti melompat
Hingga sebutir peluru bersarang dalam tengkorak bundarmu

Kamis, 25 Juni 2009




















Ni gambar saya buat waktu da acara Artspiration 2009 di kampus. Benernya pesen yang pengen diangkat si satu, bahwa kayaknya banyak dari kita tuh semakin lama uda bener-bener tenggelam ke budaya konsumerisme. Semuanya soal citra, dan citra dilihat dari apa yang kita punya kenakan di luar. Orang-orang rebutan belanja baju-baju distro (inget waktu KickFest kemarin ?), tas gucci atau kemeja Calvin Klein, blackberry, nongkrong di cafe mahal, semuanya. Bisa dibilang konsepnya seperti ini: kalau kamu gak punya apa-apa, ya artinya kamu ndak eksis. Lucunya tu kadang kalo dipikir-pikir sebenernya banyak dari pembeli barang-barang itu juga ndak ngerti esensinya. Beli blackberry tapi cuman buat sms-an, telpon, fesbuk, ma motret aja. Karena pengen keliatan ‘cantik’ banyak orang jadi keliatan kembar: rambut panjang lurus hasil rebonding plus ada poninya di depan, badannya dikurus-kurusin, ma bajunya gonta-ganti menurut tren yang lagi in. Tapi menurut saya sih banyak yang kayak gambar saya itu. Dari luar penampilan oke punya, tapi kepalanya kayak tengkorak. Kosong, ndak tau apa-apa, man ikut-ikutan aja, hehe ... ^^

Rabu, 24 Juni 2009

The Chronicles of Human Faces

Hehehe ...

Ni maksudnya man pengen maen-maen aja, habis kehabisan ide sih. Sekali-kali pengen narsis dikit-dikit lah ( tapi katanya temenku kok malah kayak fotonya Ivan Gunawan ... ), trus juga pengen crita " kehidupan manusia ".

Sekarang kita ketawa, bermimpi, merenung, senyum, nangis, kalo besok ...

sapa tau ...

Selasa, 23 Juni 2009

5 Tips Meningkatkan Kemampuan Photoshopmu


Photoshop adalah perangkat lunak pemroses grafis paling popular saat ini. Hal ini dikarenakan karena memang Adobe benar-benar meluncurkan sebuah program yang bisa dikatakan sangat powerful dan mudah untuk dioperasikan. Photoshop benar-benar memanjakan tiap penggunanya untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam dunia grafis disertai dengan berbagai keunggulan seperti fitur-fitur yang mudah untuk dipelajari, kemampuan untuk menambah fitur sendiri seperti brush atau custom shape, dan lain sebagainya.

Belajar photoshop ( atau berbagai software pengolah grafis apapun ) sebenarnya tidaklah sulit. Tapi seringkali kita rasakan ” kok aku gak bisa ngedit gambar sebagus X ya ... ” atau ” Aduh! Desainku rasanya stagnan, gak ada yang baru ... ! ”. Maka dari itu penting bagi kita pengguna photoshop untuk terus melakukan improvisasi serta terus belajar dan berlatih. Berikut ini mungkin beberapa tips yang bisa teman-teman coba untuk membangun kemampuan yang lebih mantap dalam ber-photoshop ^^

Belajar Tutorial














Sekarang telah banyak web site yang menyediakan berbagai kemudahan untuk mendapatkan berbagai tutorial photoshop. Semua web site ini merupakan tempat yang tempat untuk belajar berbagai tekhnik-tekhnik terbaru dalam photoshop. Saya pribadi merekomendasikan teman-teman belajar tutorial dari deviantART.com atau Psd.TutsPlus.com, karena mudah diikuti dan bervariasi. Opsi lain adalah belajar tutorial dari berbagai CD atau buku tutorial yang kini banyak dipasarkan, seperti milik Jayan, Andi S. Budiman, Scott Kelby, dll. Pilih saja tutorial yang dianggap paling teman-teman sukai serta mudah terlebih dahulu. Usahakan untuk pemula photoshop mencoba setidaknya sekali seminggu satu tutorial , serta mencobanya dengan beberapa kasus dan variasi.

Terus Mencoba dan Berksperimen














Belajar tutorial meruapakan hal yang sangat membantu, namun hal yang tak kalah penting adalah berlatih dan bereksperimen. Setelah kita belajar dari sebuah tutorial, biasanya kita akan sekaligus belajar beberapa trik atau juga mengerti fungsi fitur-fitur dalam photoshop. Dengan pengetahuan baru ini sedapat mungkin kita harus berusaha mengaplikasikan teknik-teknik baru ini dalam beberapa kasus dan kondisi, sesering mungkin. Jangan pernah takut akan adanya hasil yang jelek atau melakukan kesalahan ( toh juga ada palet history kan ... :p ) Dari latihan itu kita akan tahu banyak hal, seperti misalnya gaya desain yang cocok dengan kita, serta kemampuan yang lebih terasah.

Cobalah Mengirim Karyamu Di Internet
Sebenarnya dengan mengirim berbagai hasil karya temen-temen di web site tertentu, temen-temen setidaknya memiliki beberapa keuntungan. Yang pertama adalah tentu saja akhirnya karya kita bisa dilihat orang lain. Orang lain jadi bisa mengerti kemampuan kita dan bisa mengapresiasi karya kita. Kedua, dengan kita menunjukkan karya kita dalam sebuah web site tertentu atau bergabung dengan sebuah grup diskusi desain, kita akan mendapatkan feedback dari orang lain. Ini merupakan hal yang penting karena selain kita jadi banyak punya teman sesama penyuka photoshop, karya kita bisa dinilai, dikritik, dan diberi saran. Syukur-syukur kita bisa sharing ma desainer profesional macem Dhanak Pambayun misalnya. Ini penting untuk proses belajar dan improvisasi karya kita.
Beberapa web site yang oke buat nunjukin karya tu misalnya deviantART.com ( ni yang paling populer ), behance.com, carbonmade.com, ma coolshowcase.com. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Atau kalo mau yang nggak terlalu berbau desain dan hanya buat fun aja, tentu di flickr.com aja. Kalau temen-temen uda punya blog, jangan ragu-ragu juga untuk nunjukin karyamu di blog-mu sendiri.

Temukan Ahlinya dan Belajar


salah satu karya Dhanank Pambayun


Belajar dari desainer-desainer grafis terkemuka merupakan cara yang bagus untuk mengembangkan kemampuan kita dalam ber-photoshop. Tentu setelah teman-teman belajar tutorial serta menelisik lebih jauh tentang dunia desain grafis, akan ditemui beberapa desainer profesional yang disukai. Saya sendiri misalnya, sangat menyukai karya-karya Dhanank Pambayun dari TragikPixel serta Galih Adi Pangestu a.k.a MunkyMuck. Dengan melihat karya desainer-desainer handal ini, mencoba meniru teknik yang mereka gunakan, atau lebih-lebih melakukan sharing dengan mereka adalah cara yang baik untuk mengerti lebih jauh tentang dunia grafis dan photoshop.
Biasanya juga dengan melihat karya-karya para ”sesepuh” ini kita bisa mengerti gaya desain yang tepat untuk kita. Untuk yang suka digital imaging dan fotografi, mungkin bakal suka karya Jerry Aurum. Yang suka title sequence movie tentu bakal menyukai karya Saul Bass atau Kyle Cooper. Yang suka menggunakan Corel atau Ilustrator, karya Machine56 dan Yellow Dino adalah pilihan yang bagus. Karya desainer-desainer handal juga sangat mudah untuk ditemukan, terutama di beberapa web site di atas.


Bacalah Majalah Desain Grafis
Saat ini telah banyak majalah desain grafis yang memuat berbagai hal mengenai dunia desain grafis, termasuk di dalamnya desainer terkemuka, gaya-gaya terbaru, events dan kompetisi, dan bahkan tutorial juga disediakan. Dengan banyak membaca majalah-majalah desain ini, baik yang berupa cetak maupun yang berbentuk e-zine, pengetahuan tentang desain grafis bakal terpompa dengan baik pula. Banyak ide dan inspirasi bakal kita temui setelah membaca majalah desain. Untuk majalah cetak, majalah desain grafis Concept, Babyboss, atau Versus merupakan pilihan yang bagus. Sementara untuk e-zine (e-magazine), computerarts (computerarts.com) dari Inggris merupakan majalah utama desainer kelas dunia. Untuk lokal ada e-zine WOW ( wowmagz.com ) yang berisi karya-karya desainer muda dari seluruh Indonesia.


Tentu saja yang terpenting dari semua itu yang terpenting adalah terus berlatih. Kemampuan ber-photoshop sedapat mungkin memang harus terus diasah untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Buat teman-teman, selamat mencoba ! ^^


(beberapa bahan tulisan ini diambil dari tulisan Steven Snell dari PsdTuts.com).

Senin, 22 Juni 2009

Gangsta Monsta : The Beginning


Karya terbaru saya.

Gangsta Monsta sebenernya kayak keluar aja waktu lagi mikir-mikir nama apa yang pas buat blog ini. Kelahiran harus dirayakan kan? Makanya dengan gambar itu mari kita rayakan, hehe ...

Gangsta Monsta

Sabtu, 20 Juni 2009

Kuasa Media Alpha



Poster untuk artspiration 2009 Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM

Ngeri juga kalo ternyata mang bener ni gambar jadi kenyataan. Kita percaya aja ma TV, seakan semua yang ditampilkan di TV (termasuk berita) tu bener sepenuhnya.

Ato mungkin mang udah kali ya?

Jumat, 19 Juni 2009

Kuasa Media Beta


personal art for Arspiration 2009 Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM

Ni wajahnya Rere ( IE UGM 08), dipermak tanpa sepertujuan orangnya, hehe ... Poster ini mau bilang kalo kebanyakan dari kita telah dikontrol oleh media massa, trutama televisi. Kayak mesin, semuanya uda diprogram, sampe kadang kita ndiri lupa kita ni siapa sih ....

Desain Print Ads Caraka 2009

Setelah berusaha demikian keras, ternyata ...

Masuk jadi finalis kagak!! Hwahahaha ... ^^

Yap, Caraka tahun depan saya akan berusaha lebih baik lagi. Semangat!

Tribute to Our Diversity

Buat Indonesiaku.

Kita ni mang beda-beda kok. Ada yang item, ada yang putih, ada yang ganteng, ada yang biasa aja, semuanya campur-campur kayak gado-gado. Tapi karena itulah kita bangga jadi orang Indonesia ^^

Hidup Indonesia!!!