Sabtu, 27 Juni 2009

Kata yang Terus Melompat

Ribuan kata meluncur dan mengepak riuh dari penamu
Berlompatan, berebut tempat sambil berteriak bagai anak-anak
Berusaha membentuk jalinan kata dan cerita, bersama titik dan koma
Tentang rindumu pada belaian angin buritan, tentang buih dan ombak lautan

Kata-kata itu sungguh nakal, keras tak kenal aturan
Masih saja mereka melompat dan saling berebut, membentuk ular kalimat
Yang juga tanpa henti berceloteh tentang cerita-cerita lama, tawa dan air mata
Yang sebelumnya menumpuk dan membusuk di dalam kedut otakmu
Biarkan saja, kata sang pena, biarkan saja kata-kata itu terbang dan menari
Berparade riang di bawah hidungmu
melantunkan nyanyian jiwamu pada lembaran kertas
dan kata-katapun makin liar menari, berlompatan kian kemari tanpa henti
Melantunkah kisah-kisah
Roman dan tragedi yang silih berganti
Dan asalkan kau tahu, kata-kata itu takkan pernah berhenti melompat
Hingga sebutir peluru bersarang dalam tengkorak bundarmu

3 komentar:

M.Ismail mengatakan...

Ending yang tragis!

M.Ismail mengatakan...

Kata2 bukan lagi hati
yang memberi wangi pada dunia
kata2 bukan lagi lidah
yang memberi pencerahan baik sesama
bila lahir dari pena tanpa jiwa...

DGA

Angga Prawadika mengatakan...

hehe..

Mang tragis ya Mas, padahal man keluar aja lho waktu buat ^^

thanks for blogwalking,