Rabu, 29 Juli 2009

Melihat Lebih Dekat ...





Saya sudah sekitar satu tahun ini belajar digital imaging pake photoshop. Hobi sih sebenernya, dan kebetulan karena ada hubungannya juga sama bidang kuliah saya ( saya di komunikasi ngambil periklanan ) jadi ya terus aja. Hasilnya? Ya masih belajar lah, otodidak pula, jadi belum bagus-bagus amat. Tapi anyway ada yang menarik setelah saya kemarin sempat iseng-iseng ngedit foto temen-temen kuliah cewek di laptop. Tiba-tiba saya senyam-senyum sendiri.

Bukan apa-apa sih sebenernya. Tapi ada nggak yang pernah mencoba untuk me-retouch wajah lewat photoshop atau mungkin merias orang lain biar wajahnya tambah cantik? Pasti pernah kan? Entah kenapa rasanya kemarin ketika kita melihat orang lain lebih dekat, rasanya tiap orang punya pesona yang lain, yang berbeda. Daya tarik yang ndak sempat saya sadari ketika bertemu orangnya langsung. Tiba-tiba saya nyeletuk sendiri,” Lho? Ternyata si Titi ni matanya bagus lho. Kok gak pernah sadar ya?” ato mungkin pernah,” Nah, ni si Lina kalo pas ketawa cantik. Kalo diliat-liat orangnya humoris ...”. Rasanya jadi sadar bahwa orang lain itu kadang punya sisi yang ndak kita sadari sebelumnya, dan pas kita lihat lebih dekat ... puff! Kita bakal terheran-heran sendiri.

Buat saya sih ini semacam pelajaran lah. Saya sering nglihat orang dari luarnya aja, sudah begitu sering langsung menilai orangnya pula. Padahal saya kan ndak tahu dalamnya gimana. Selaen itu ya tadi itu, saya yakin bahwa setiap orang punya pesonanya sendiri. Yang harus kita lakukan hanya untuk mau melihat lebih dekat, dan ndak berprasangka dulu terhadap orang lain. Anggap saja kotak kado, kan kalo kotak kadonya bagus belum tentu isinya juga bagus kan? ^^ hehe ...

Senin, 27 Juli 2009

Movie : The Pianist


Film tentang Perang Dunia II mang gak pernah ada habisnya. Kebetulan saya kemarin nonton film (lama benernya nih film dibuatnya) yang berjudul ’The Pianist’. Ada yang sudah pernah nonton? Hehe .. Saya tahu, film ini emang bukan jenis film yang enak ditonton buat santai atau pengen refreshing. Jalan ceritanya berputar pada tokoh Wladyslaw ’Wladyk’ Szpilman (Adrien Brody), seorang pianis yahudi asal Polandia yang mengalami saat-saat terkelam ketika Nazi Jerman mulai melakukan pemusnahan sistematis terhadap warga yahudi di Polandia. Hidupnya yang penuh dengan ketegangan, rasa sakit, penderitaan, serta kehilangan mendapat kejutan ketika ia akhirnya bertemu seorang petinggi militer Jerman (Thomas Kretchmann).


Diganjar Golden Globe dan hadiah tertinggi festival film Cannes pada tahunnya, the Pianist menurut saya memang merupakan film yang oke banget. Beberapa film tentang perang dunia yang lain, seperti Saving Private Ryan, Downfall, dan baru-baru ini Valkyrie memotret kehidupan tentara dalam perang dunia II. Tapi The Pianist berbeda, fokusnya justru pada bagaimana wajah peperangan di mata seorang warga sipil yahudi yang harus bertahan hidup di tengah peperangan. Satu hal yang menarik dalam film ini adalah akting solo Brody yang luar biasa. Kesungguhannya bermain terlihat dari awal fil ketika Wladyk yang tubuhnya berisi di saat masanya ketika masih menjadi pianis pujaan di Polandia secara perlahan terlihat semakin kurus hingga mencapai puncak di akhir film akibat berbagai masalah yang ia hadapi. Benar-benar mengingatkan kita pada Tom Hanks saat bermain dalam Cast Away. Penggambaran proses pemusnahan yahudi seperti pengiriman ke kamp konsentrasi Treblinka, penindasan, dan diskriminasi juga ditata apik lewat mata sebuah keluarga Szpilman. Cinematografi indah khas Roman Polansky ... ^^


Kalau ada waktu, saya rekomendasikan untuk menonton film ini. Buat yang gak suka darah atau kekerasan sih, mendingan jangan deh. Tapi buat yang oke dengan semua itu trus juga nyari film yang oke dan bermakna, film The Pianist bisa dijadiin pilihan ...

Minggu, 26 Juli 2009

Tips Menjadi Pribadi yang Disukai Orang Lain : Part 1


Saya pernah membawakan presentasi untuk mata kuliah public speaking yang bertema tentang bagaimana untuk menjadi pribadi yang lebih disukai oleh orang lain, dan saya pengen membaginya ke teman-teman semuanya. Menjadi pribadi yang menarik bukanlah soal bagaimana penampilanmu, tapi tentang bagaimana sikap dan pembawaanmu selama ini. saya menyebutnya sendiri sebagai The Seven Steps. Percayalah, menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain itu benar-benar menyenangkan. Jadi, selamat mencoba ya ! ^^


1. Bersikap Bersahabat
Cara pertama, dan yang paling penting agar temen-temen lebih disukai orang lain adalah bersikap bersahabat dengan orang lain. Sama seperti yang biasa kita alami, orang yang bersikap bersahabat dan terbuka lebih kita sukai daripada mereka yang bersikap defensif dan tertutup. Bersikap bersahabat merupakan sebuah usaha yang murah dan sangat mudah, banyak dari kita telah melakukannya tanpa kita sadari. Kesalahan umum yang sering kita lakukan ketika bertemu orang lain adalah sikap defensif dan was-was yang berlebihan, sehingga kita sulit untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Ingatlah selalu untuk mencaga ucapan saat kita berbicara dengan orang lain, hargai perasaan mereka, dan cobalah untuk tidak bersikap egois dengan siapapun. Tersenyumlah, ceriakan harimu dengan tersenyum dan bersikap ramah dengan orang lain, dan temen-temen akan terkejut bahwa akhirnya harimu akan berjalan lebih ringan dan menyenangkan ...


2. MSFI
MSFI merupakan singkatan dari Make Someone Feel Important. Buat orang lain merasa penting, itu kuncinya. Dorongan seseorang untuk bergaul adalah agar ia dihormati dan dihargai. Untuk itu, kita harus bisa mengambil hatinya lewat cara ini. Cara yang paling mudah ialah memanggil nama dalam sebuah percakapan. Saya lebih senang jika ada yang bertanya, ”Angga sudah makan?” daripada hanya sekadar ”Kamu sudah makan?”. Memanggil nama berarti menghargai keberadaan seseorang. Ini adalah sebuah hal yang mudah tetapi sangat berarti. Mengingat hari ulang tahun teman, memberikan selamat atas keberhasilannya, dan hal-hal kecil semacam itu merupakan cara yang ampuh untuk dapat mendekatkan hubungan kita dengan orang lain. Tidak perlu berlebihan dan dibuat-buat, enjoy aja.





Tribute For Communication UGM 2008

Lagi-lagi posting gambar yang bikinnya uda agak lama. Anyway, semoga Jurusan Komunikasi tambah kompak dan oke. Tambah sering bikin acara-acara, sekalian moga-moga banyak yang bisa nraktir aku kalo lagi di kampus. Amieen ... ^^

Selasa, 21 Juli 2009

Makeover, Baby!

Anda wanita muda yang merasa kurang pede? kurang cantik? kurang menarik atau kurang pacar? Datanglah kepada kami, PT Permak Wajah Sejahtera, dan dijamin semua hal tentang kecantikan akan jadi milik Anda seutuhnya .
Lihat pasien kita ini ( jangan tertipu... wajah bule tapi aslinya Bantul. Namanya Zubaedah)

dari katanaz-stock.deviantart.com


dan setelah beberapa kali perawatan yang kami berikan, inilah hasilnya :


Bagaimana? Anda tertarik? Hehehe ... ^^

Minggu, 19 Juli 2009

Publicia Photo Club 2008

Bikinnya sudah lama gambar ini. Ini ada teman-teman saya di Publicia Photo Club. Motret ini, motret itu, yang penting jalan-jalan. Hayo, di situ gambar saya yang mana? (bukan! Yang bawah sendiri tu bukan saya lho! )

Ada Tawa di Kraton Jogja

“ Kuliahnya di Jogja kok ndak pernah maen ke Kraton, piye to? Mbok sekali-kali maen sana ke Kraton sana lho, biar kenal Jogja … ”


Ibu kos saya, Bu Sri (nama aslinya saya ndiri sampe sekarang ndak tau, Sri Minggat bisa jadi … ), pagi-pagi nyeletuk setelah saya ditanyain sudah pernah main ke Kraton apa belum. Lha memang ndak pernah ada kesempatan, padahal antara kos saya dengan kraton yang tempatnya di dekat alun-alun utara itu bisa dibilang dekat jaraknya. Ya akhirnya saya sama temen satu kos, Budi Rezaldi, iseng-iseng maen ke kraton. Mumpung libur ini ceritanya. Tujuan utamanya? Ya jelas untuk mencari pemandangan lah! Anak-anak SMA dari luar kota kan banyak yang wisata ke Kraton waktu itu, biasanya ceweknya bening-bening tuh. Sip lah! Hormon masa muda memang kadang bergejolak, jadi apa boleh buat ...

Mengambil kesempatan dalam kesempitan. Foto bareng rombongan anak-anak SMA (padahal ya ndak kenal). Tapi yang ditunjuk kok yang cowok?

Orang-orang ini memang sudah gila!




Woohooo ... Budi sok ganteng. Padahal saya inget waktu itu bulu hidungnya nyempil dikit. Tapi ndak saya tunjukkan di sini lah, kasihan dia ...



Impian setiap lelaki ...

Setelah membuat 1 rombongan wisatawan keki karena kami pura-pura menjadi bagian rombongan (supaya bisa dengar penjelasan tour guide gratis), menggoda sekumpulan anak-anak kecil, tidur-tiduran di lantai sebuah ruangan khusus yang mestinya tidak boleh diinjak, dan hal bodoh lain akhirnya kami pulang. After all, semuanya terasa cukup oke hari itu. Kecuali bagian dimana kami sadar bahwa daripada terlihat sebagai dua orang cowok keren, kami lebih terlihat sebagai dua orang homo…

Sabtu, 18 Juli 2009

Backstreet Boys is Back !!

Hahaha ... !! Ini dia, duo artis backstreet boys sedang beraksi. Melepaskan emosi di tengah malam yang sepi, lengkap dengan goyangan maut khas Indonesia. Btw somoga ada produser yang kebetulan liat yang menawari kami untuk jadi boy band.

Hell Yeah!!!

Hwahahaha ... ^^

Kamis, 16 Juli 2009

Pelabuhan Terang


Engkau terbang bersama resah matahari
Meninggalkan aroma jiwamu pada desah dipan semalam
Yang harum, wangi bagaikan bau keringat Bunda
Teh dalam cangkirku bergetar pelan, ada bayangmu di sana
Kau menyelam pada sunyi samudra air mata, yang merah
Bagaikan api rinduku yang sayup berpendar
Berusaha mencari baris namamu di antara bangkai ingatan
Senandungkan nyanyian masa kecilmu
Yang bercerita tentang ombak dan lautan, kisah kebebasan
Yang memenuhi kahyangan dengan kidung cinta dan kemenangan
Kukayuh sampan retak jiwaku pada sebuah pelabuhan
Yang sungguh terang benderang, panas bagaikan pijar seribu matahari
Pada pelabuhan itu kuturunkan jangkar berat mimpi dan harapan
Pelabuhan itu

Kau

Rabu, 15 Juli 2009

Cerita Hercules

Pernah denger cerita tentang Hercules? Hercules merupakan tokoh pahlawan terkenal dari mitologi Yunani dan kebetulan juga salah satu cerita masa kecil favorit saya. Kisah kepahlawanannya yang luar biasa membuatnya menjadi inspirasi banyak tulisan maupun berbagai karya seni. Diceritakan bahwa Hercules merupakan putra dewa Zeus dan seorang manusia bernama Alcmene. Karena memiliki ayah seorang dewa, Hercules memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa.
Satu bab yang terkenal dalam cerita Hercules adalah bagian mengenai 12 Tugas Hercules (12 Labour of Hercules), serangkaian cerita tentang perjalanan Hercules untuk menebus dosa yang telah ia lakukan dengan cara melakukan 12 tugas yang legendaris. Atas bisikan dan tipu daya Hera, Hercules tanpa sengaja membunuh istri dan ketiga putranya dalam sebuah kemarahan yang tak terkontrol. Untuk menebus dosanya, atas bisikan peramal dari Delphi (Oracle of Delphi) Hercules harus mengabdi pada Eurystheus, sepupunya yang juga merupakan raja Mycenae. Eurystheus yang tidak menyukai Hercules akhirnya memberikan 12 tugas berbahaya padanya, berharap di setiap kesempatan Hercules tewas dalam menyelesaikan tugasnya. Dan akhirnya dimulailah petualangan Hercules yang terkenal itu.
Ada satu bagian favorit dari cerita Hercules yang sangat saya sukai. Di awal perjalanannya, suatu ketika Hercules menemui jalan yang ia lewati bercabang menjadi dua. Di cabang pertama telah menunggu seorang wanita cantik, yang memperkenalkan diri sebagai Kebahagiaan. Kebahagiaan dan kenikmatan dijanjikan wanita ini apabila Hercules memilih untuk menempuh jalan yang ia jaga. Sementara di cabang jalan yang lain seorang wanita tua yang buruk rupa memperkenalkan diri sebagai Keutamaan kepada Hercules. ”Jalanku penuh kerikil tajam, halangan, dan kesulitan,” katanya kepada Hercules, ” namun di ujungnya akan kau temui sebuah keagungan dan keutamaan yang tak akan pernah padam”. Hercules memilih jalan kedua...

Sabtu, 11 Juli 2009

Lets Mourn for Love ..


Hahaha ... Jaman-jaman patah hati dulu. Pas lagi bete-betenya langsung buat gambar ini. Sok kuat, padahal di dalam remuk redam, hwekekek ... ^^

Pulang ke Kotamu





Da perasaan yang berbeda di liburan saya kali ini. Sudah lama saya ndak maen ke Tulungagung, ke desa, setelah sekian lama umek dengan kehidupan di Jogja. Rasanya ingin refreshing, pengen sebuah suasana baru. Mungkin memang setelah lama tinggal di kos-kosan dengan rutinitas dan teman yang itu-itu saja jadi menambah sebuah perasaan ’ingin pulang’ tambah gedhe. Ada perasaan rindu atas keluarga, atas sebuah suasana ...

Entah kenapa dalam perjalanan dari Malang ke Tulungagung saya merasakan ada perasaan yang berbeda. Rasanya sudah lama sekali saya tidak merasakan suasana ini. Ada yang bilang kehidupan di kota besar itu keras dan cepat. Saya setuju dengan hal itu. Semuanya saya sadari begitu saja ketika saya duduk di jok belakang mobil, membuang pandangan ke luar kendaraan. Kehidupan saya di Jogja terasa begitu ’kaku’, seakan semuanya berlomba untuk mengejar tujuan masing-masing. Semuanya bergerak begitu cepat, seakan-akan kita semua takut hari akan meninggalkan kita tanpa memberikan hasil apapun. Hingga pada sebuah titik kita merasa kosong. Namun ketika saya mengamati barisan sawah yang terhampar sepanjang jalan ini, atau sosok seorang nenek yang menggendong barang dagangannya dan menyapa kami, rasanya untuk sesaat saya merasa sadar. Untuk sejenak saya sudah terlupa, untuk sejenak meluangkan waktu untuk mensyukuri dan mensyukuri kehidupan. Ada sebuah kedamaian yang sederhana muncul saat saya memandang barisan pohon kelapa dan kolam-kolam ikan sementara anak-anak kecil bermain di sungai tak jauh dari situ. Senyum saya muncul bersama memori masa kecil yang ikut mengiringi suasana saat itu. Mungkin benar apa yang dikatakan ayah saya beberapa saat yang lalu. Kita semua memang merindukan pulang ...

Selasa, 07 Juli 2009

The Carnival of Stars


Ni juga karya lama nih.. Niatnya mau bikinkan temen, tapi trus kok hasilnya malah lumayan, ya akhirnya dipake ndiri, hehe..

Hidup Itu Seperti Lukisan


Dalam hidup ini saya kalau Allah SWT tu sudah memberikan yang terbaik dalam hidup manusia. Semuanya, ya saya, ya Anda, teman-teman, saudara, semua orang yang ada di dunia ini. Kita masing-masing sudah memiliki banyak hal indah dan luar biasa dalam hidup. Semuanya sama. Dan seperti kata Ibu saya, yang membedakan itu keinginan manusianya untuk bisa menghargai anugerah Tuhan tersebut.

Hidup manusia ini bagaikan lukisan dalam kanvas. Masing-masing manusia punya lukisan yang berbeda. Ada yang banyak warna gelapnya, ada yang banyak warna terangnya, ada pula yang lukisannya hanya terdiri dua warna; hitam atau putih. Lukisan itu subyektif, hanya pelukisnya sendiri yang bisa menilai dan mengerti arti lukisannya sendiri. Begitu pula hidup manusia ini. Kadang kala kita, orang luar, melihat ada seseorang yang hartanya melimpah, pokoknya semua sebutuhanya terpenuhi. Penuh warna terang, mungkin seperti itu hidupnya kalau diibaratkan lukisan. Tapi siapa yang tahu kalo sebenarnya mungkin hidupnya tidak bahagia atau penuh masalah. Warna terang yang menutupi goresan dari arang di kanvas tua, ya mungkin seperti itu. Siapa yang tahu...

Maka dari itu saya bener-bener bersyukur atas hidup saya sekarang, apapun bentuknya. Ndak punya harta banyak ndakpapa, asal bisa mesem, bisa ketawa, saya juga sudah bahagia. Biar mungkin orang melihatnya lukisan diri saya abstrak, jelek ndak karuan, tapi saya merasa lukisan hidup saya ini bener-bener bagus. Saya bener-bener bersyukur, hehe...

Sabtu, 04 Juli 2009

Neraka



Gambar ini benernya dah lama bikinnya. Temanya tentang perayaan di neraka (mang di neraka da perayaan? sotoy ... ) Gak tau kemarin waktu lagi liat-liat gambar di folder tiba-tiba jadi kepikiran ma gambar ini. Jadi mikir, sebenernya neraka tu gimana ya bentuknya? Jadi merinding kalo ngebayangin ... ><

Kata hell tu setau saya diambil dari kata hel, nama seorang dewi dari mitologi Skandinavia. Wajahnya si Hel ini jelek banget, ancur banget lah pokoknya (konon badannya yang atas itu nenek tua macem Mak lampir, yang bagian pinggang ke bawah tu mayat hidup). Ya iyalah nakutin, soalnya emang putrinya dewa Loki ini kerjaannya njagain underworld alias dunia bawah.

Pernah baca Divina Comedia-nya Dante Alleghieri? Saya juga belum pernah, hehe ... Tapi konon di karya sastra terkenal itu, neraka atau disebut Inferno tu juga digambarin nakutin banget. Saya tiba-tiba jadi ingat buku komik kecil yang isinya tentang 'Siksa Neraka' yang dibeliin ortu waktu masih kecil. Isinya? Cukup bikin saya takut sampe gak bisa tidur.

Yah... Muga-muga saya diberi keselamatan dunia akhirat lah. Hidup pokoknya ndak neko-neko, ndak macem-macem, hehehe ...

Senyum ...

Ahh ... Dah bulan Juli neeh ... Akhirnya pulang juga ke Malang buat liburan. Benernya bingung sih liburan gini mau ngapain. Anyway, yang jelas saya akhirnya bisa belajar desain dengan longgar sekarang. Dan ini foto temen, namanya Anggi. Ni dia pose waktu awal dulu banget waktu jaman ospek. Satu hal yang jelas, fotonya menggoda untuk 'dipermak'. hehe ...

Senyumannya jadi semakin menggoda kan sekarang ... ^^