Minggu, 19 Juli 2009

Ada Tawa di Kraton Jogja

“ Kuliahnya di Jogja kok ndak pernah maen ke Kraton, piye to? Mbok sekali-kali maen sana ke Kraton sana lho, biar kenal Jogja … ”


Ibu kos saya, Bu Sri (nama aslinya saya ndiri sampe sekarang ndak tau, Sri Minggat bisa jadi … ), pagi-pagi nyeletuk setelah saya ditanyain sudah pernah main ke Kraton apa belum. Lha memang ndak pernah ada kesempatan, padahal antara kos saya dengan kraton yang tempatnya di dekat alun-alun utara itu bisa dibilang dekat jaraknya. Ya akhirnya saya sama temen satu kos, Budi Rezaldi, iseng-iseng maen ke kraton. Mumpung libur ini ceritanya. Tujuan utamanya? Ya jelas untuk mencari pemandangan lah! Anak-anak SMA dari luar kota kan banyak yang wisata ke Kraton waktu itu, biasanya ceweknya bening-bening tuh. Sip lah! Hormon masa muda memang kadang bergejolak, jadi apa boleh buat ...

Mengambil kesempatan dalam kesempitan. Foto bareng rombongan anak-anak SMA (padahal ya ndak kenal). Tapi yang ditunjuk kok yang cowok?

Orang-orang ini memang sudah gila!




Woohooo ... Budi sok ganteng. Padahal saya inget waktu itu bulu hidungnya nyempil dikit. Tapi ndak saya tunjukkan di sini lah, kasihan dia ...



Impian setiap lelaki ...

Setelah membuat 1 rombongan wisatawan keki karena kami pura-pura menjadi bagian rombongan (supaya bisa dengar penjelasan tour guide gratis), menggoda sekumpulan anak-anak kecil, tidur-tiduran di lantai sebuah ruangan khusus yang mestinya tidak boleh diinjak, dan hal bodoh lain akhirnya kami pulang. After all, semuanya terasa cukup oke hari itu. Kecuali bagian dimana kami sadar bahwa daripada terlihat sebagai dua orang cowok keren, kami lebih terlihat sebagai dua orang homo…

Tidak ada komentar: