Selasa, 07 Juli 2009

Hidup Itu Seperti Lukisan


Dalam hidup ini saya kalau Allah SWT tu sudah memberikan yang terbaik dalam hidup manusia. Semuanya, ya saya, ya Anda, teman-teman, saudara, semua orang yang ada di dunia ini. Kita masing-masing sudah memiliki banyak hal indah dan luar biasa dalam hidup. Semuanya sama. Dan seperti kata Ibu saya, yang membedakan itu keinginan manusianya untuk bisa menghargai anugerah Tuhan tersebut.

Hidup manusia ini bagaikan lukisan dalam kanvas. Masing-masing manusia punya lukisan yang berbeda. Ada yang banyak warna gelapnya, ada yang banyak warna terangnya, ada pula yang lukisannya hanya terdiri dua warna; hitam atau putih. Lukisan itu subyektif, hanya pelukisnya sendiri yang bisa menilai dan mengerti arti lukisannya sendiri. Begitu pula hidup manusia ini. Kadang kala kita, orang luar, melihat ada seseorang yang hartanya melimpah, pokoknya semua sebutuhanya terpenuhi. Penuh warna terang, mungkin seperti itu hidupnya kalau diibaratkan lukisan. Tapi siapa yang tahu kalo sebenarnya mungkin hidupnya tidak bahagia atau penuh masalah. Warna terang yang menutupi goresan dari arang di kanvas tua, ya mungkin seperti itu. Siapa yang tahu...

Maka dari itu saya bener-bener bersyukur atas hidup saya sekarang, apapun bentuknya. Ndak punya harta banyak ndakpapa, asal bisa mesem, bisa ketawa, saya juga sudah bahagia. Biar mungkin orang melihatnya lukisan diri saya abstrak, jelek ndak karuan, tapi saya merasa lukisan hidup saya ini bener-bener bagus. Saya bener-bener bersyukur, hehe...

Tidak ada komentar: