Senin, 27 Juli 2009

Movie : The Pianist


Film tentang Perang Dunia II mang gak pernah ada habisnya. Kebetulan saya kemarin nonton film (lama benernya nih film dibuatnya) yang berjudul ’The Pianist’. Ada yang sudah pernah nonton? Hehe .. Saya tahu, film ini emang bukan jenis film yang enak ditonton buat santai atau pengen refreshing. Jalan ceritanya berputar pada tokoh Wladyslaw ’Wladyk’ Szpilman (Adrien Brody), seorang pianis yahudi asal Polandia yang mengalami saat-saat terkelam ketika Nazi Jerman mulai melakukan pemusnahan sistematis terhadap warga yahudi di Polandia. Hidupnya yang penuh dengan ketegangan, rasa sakit, penderitaan, serta kehilangan mendapat kejutan ketika ia akhirnya bertemu seorang petinggi militer Jerman (Thomas Kretchmann).


Diganjar Golden Globe dan hadiah tertinggi festival film Cannes pada tahunnya, the Pianist menurut saya memang merupakan film yang oke banget. Beberapa film tentang perang dunia yang lain, seperti Saving Private Ryan, Downfall, dan baru-baru ini Valkyrie memotret kehidupan tentara dalam perang dunia II. Tapi The Pianist berbeda, fokusnya justru pada bagaimana wajah peperangan di mata seorang warga sipil yahudi yang harus bertahan hidup di tengah peperangan. Satu hal yang menarik dalam film ini adalah akting solo Brody yang luar biasa. Kesungguhannya bermain terlihat dari awal fil ketika Wladyk yang tubuhnya berisi di saat masanya ketika masih menjadi pianis pujaan di Polandia secara perlahan terlihat semakin kurus hingga mencapai puncak di akhir film akibat berbagai masalah yang ia hadapi. Benar-benar mengingatkan kita pada Tom Hanks saat bermain dalam Cast Away. Penggambaran proses pemusnahan yahudi seperti pengiriman ke kamp konsentrasi Treblinka, penindasan, dan diskriminasi juga ditata apik lewat mata sebuah keluarga Szpilman. Cinematografi indah khas Roman Polansky ... ^^


Kalau ada waktu, saya rekomendasikan untuk menonton film ini. Buat yang gak suka darah atau kekerasan sih, mendingan jangan deh. Tapi buat yang oke dengan semua itu trus juga nyari film yang oke dan bermakna, film The Pianist bisa dijadiin pilihan ...

6 komentar:

BIG SUGENG mengatakan...

Wah saya dulu suka nonton film, tapi tergantung film yang diputar TV
he he he

settingnya Yahudi yang tertindas ya...? Gimana kalau sekarang settingnya penduduk Gaza dan Hammas yang tertindas? (Ini sekedr komen dari kacamata yang lain)

Susy Ella mengatakan...

setuju ma pak sugeng......hehhee

btw....

kayaknya filmnya berat nih...maleeessss ahhh heheheheh

Angga Prawadika mengatakan...

Hehehe ... Anu, saya anak komunikasi sih, jadi yang diliat dari film ya cinematografi ma teknik filmnya ^^

emang film berat sih ni tapi ... =p

ridho dido mengatakan...

oww..
suka film berat sii, tapi kalo uda tau berat duluan jadi males. hhe
bdw, sama kaya ceritanya anne frank ga nee (bener ga ya namanya?)

yg ttg gadis belia yg sembunyi di plafon rumahnya selama sekian tahun gara2 nazi juga..??!

Angga Prawadika mengatakan...

@ridho: Sip, hampir sama kayak cerita diarinya Anne Frank. Ceritanya si hampir sama kayak Schindler List-nya Spielberg ^^

Spivat Meil mengatakan...

Film ini bagus...kita ga perlu pake kacamata rasialis ato terkotak kotak nilai rasa seni kita untuk nonton film bagus yg berlatarbelakang sejarah perang dunia ini...