Minggu, 30 Agustus 2009

Kepak Sayap Seribu Kupu-kupu


Pada kepak sayap seribu kupu-kupu masih kudengar desah nafasmu
Yang terbang bersama kidung sungai jiwa-jiwa, berkelana
Melintasi lembah dan padang, negeri tak bernama
Yang di tiap jengkal tanahnya seakan berbisik dan tertawa
memasung rinduku dalam penjara waktu Meninggalkan sayat luka menganga


Seribu kupu-kupu terus terbang, lelah aku mengejarnya
Berusaha merengkuh retak kenangan dalam warna-warna surga
Warna kita, warna milik kita, dan hanya kita
Dengan kuas cinta kulukis hadirmu pada kanvas cerita
Aku dan dirimu,
Namun tetap saja, kupu-kupu terus terbang
Mengepak lirih bagai nyanyian padang sunyi
Membawa senyum dan tawamu terbang bersamanya ...


------------

Ada sebuah senja di Parangtritis. Cerita lama tentang saya, Ari, Ihda, Rifka, ma Asta. Salah satu momen paling tak bisa dilupakan. Ada warna senja yang takkan bisa dihapus waktu ...











( Terimakasih buat Ihda yang uda mau make kamera Nikon-nya buat motret empat cecunguk ini di Parangtritis sore itu. Kapan kita jalan-jalan ma motret lagi ? )

4 komentar:

Susy Ella mengatakan...

photonya KEREN ABIZZZ......saluuuutttt!!!!

Blog Joker mengatakan...

kepak sayap seorang joker

Angga Prawadika mengatakan...

@ Ella : Thanks Ella ^^ kebetulan aja kok langitnya oke waktu di Parangtritis ...

@Joker : pekepekpekepek ... (bunyi kepak sayapnya Joker waktu lagi laper, hehe ... )

PuTLie mengatakan...

bagus-bagus Ngga foto nya :) kok waktu gw ke parangtritis langitnya ga sebagus itu yah? hehehehe