Minggu, 28 November 2010

Misteri Kapal S.S. Ourang Medan


Kemarin saya yang iseng-iseng buka-buka situs di internet kebetulan menemukan sebuah artikel yang menarik. Situs yang saya buka ini berisi tentang beberapa kejadian misterius yang terjadi di seluruh dunia. Beberapa mungkin sudah banyak kita dengar (jadi agak basi bacanya) seperti misteri tentang Atlantis, cerita tentang kapal Mary Celeste, Nazca lines, dan blablabla apa lagi gitu. Tapi ada satu bagian yang menarik perhatian saya karena settingnya ternyata ada di Indonesia. Ada yang pernah dengar tentang cerita kapal belanda yang bernama S.S. Ourang Medan dan cerita tragisnya ? Well, cerita yang saya baca lewat versi bahasa Inggrisnya sangat menarik. Dan yang saya tulis ini anggap aja sedikit sharing tentang cerita tersebut lewat bahasa saya sendiri...

Cerita yang berhembus seputar S.S. Ourang Medan ini dimulai dari laporan Proceedings of the Merchants Marine Council tahun 1953 yang dikeluarkan oleh United States Cost Guard. Cerita ini konon juga populer di kalangan pelaut Indonesia. Kejadian misterius yang menimpa S.S. Ourang Medan diceritakan terjadi pada sekitar bulan Februari 1948.

Saat itu adalah hari yang cerah di perairan Selat Malaka. Kondisi perairan dikatakan sangat tenang, bahkan bisa dibilang sempurna untuk pelayaran sebuah kapal. Namun ketenangan tersebut kemudian terusik ketika tiba-tiba sebuah sinyal SOS (distress call) dari sebuah kapal muncul dari sebuah titik di region tersebut. Sinyal SOS ini kemudian diketahui berasal dari sebuah kapal kargo belanda yang bernama S.S. Ourang Medan. Dari sekitar selusin kapal lain yang ada di daerah tersebut, hanya dua kapal dagang milik Amerika Serikat yakni City of Baltimore dan Silver Star yang dapat menerima sinyal SOS tersebut dengan baik. Sinyal yang dikirimkan oleh radio operator S.S. Ourang Medan ini terdengar amat panik dan histeris, dan kata-kata yang disampaikan membuat para penerima sinyal radio tersebut terdiam. Dari ujung radio terdengar teriakan putus asa,


"Para perwira sudah tewas, kapten terbaring di ruang kendali. Sepertinya semua awak telah tewas."


Silver Star akhirnya dapat menemukan lokasi tepat dari sinyal darurat yang dikirimkan oleh S.S. Ourang Medan. Kapten dari Silver Star saat itu kemudian segera memerintahkan awaknya untuk menuju posisi tersebut. Namun belum sampai ke lokasi yang dituju, terdengar teriakan lirih di radio beserta dengan kode yang mirip sandi more,


"Aku hampir mati"


Kemudian diikuti keheningan yang mencekam. Gemerisik radio yang tak beraturan tetap terdengar untuk beberapa waktu.


Penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, Silver Star akhirnya dapat menemukan lokasi Ourang Medan. Kapal kargo belanda ini ditemukan dengan kondisi baik sedang diam terapung, dan tidak ditemukan siapapun terlihat di atas kapal. Karena sandi radio dan bendera tidak mendapat respon, sebuah tim kecil kemudian diturunkan dengan sebuah sekoci untuk melihat kondisi S.S. Ourang Medan. Beberapa laporan mengatakan bahwa awak Silver Star sejak awal melihat ada keganjilan, yakni banyak hiu yang berkumpul di sekitar lambung kapal (hiu-hiu diketahui dapat mengetahui dan segera berkumpul apabila ada orang mati di laut). Apa yang kemudian disaksikan oleh awak Silver Star di kapal kargo belanda bernama S.S. Ourang Medan ini tidak akan mereka lupakan selamanya.


Seluruh awak S.S. Ourang Medan ditemukan telah menjadi mayat di dek kapal. Sementara di ruang kendali kapten kapal dan semua perwira juga telah terbujur kaku, seakan-akan kapten mengumpulkan mereka semua untuk sebuah pembicaraan yang amat penting sebelum ‘sesuatu’ terjadi. Yang membuat awak Silver Star terkejut dan ketakutan ialah apa yang mereka lihat dari mayat-mayat yang bergelimpangan itu.

Semua mayat menghadap ke arah yang sama, ke arah matahari. Semuanya menunjukkan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Mata mereka terbuka lebar sementara gigi mereka terkatup rapat. Beberapa laporan bahkan menyatakan beberapa mayat ditemukan dengan tangan menunjuk ke atas. Seekor anjing yang ada di atas kapal juga ditemukan dengan kondisi serupa: mati dengan kondisi mata terbuka terbelalak menghadap langit. Anehnya, awak Silver Star tidak menemukan adanya tanda kerusakan atau bekas kekerasan pada mayat. Seakan semua yang berada di atas kapal meninggal secara serentak karena ketakutan yang luar biasa.


Sesuatu terjadi di atas kapal, tapi apa ?


Belum selesai tim dari Silver Star memeriksa bagian kapa, tiba-tiba dari bagian kargo kapal muncul kilatan api yang dengan cepat menyebar ke bagian kapal yang lain. Sadar karena nyawa mereka terancam, tim kemudian segera meninggalkan dek untuk kembali ke Silver Star yang sedari tadi menunggu di kejauhan. S.S. Ourang Medan kemudian meledak dengan suara yang keras, ditelan kobaran api sebelum akhirnya tenggelam ke dasar lautan.

Yang dari cerita tentang S.S. Ourang Medan ialah tidak ditemukan data tentang kapal bernama tersebut di catatan sejarah di bagian pelayaran Belanda. Beberapa teori yang muncul kemudian berusaha menjelaskan tentang cerita tersebut. Salah satu yang paling mungkin ialah bahwa S.S. Ourang Medan membawa zat kimia berbahaya yang akhirnya bocor, meracuni seluruh awak sebelum akhirnya meledak. Beberapa teori yang berkaitan dengan supranatural dan UFO (eeeerghhh ... -___-) juga populer. Namun beberapa mengatakan bahwa kisah ini hanyalah hoax ataua tipuan karena data-data yang mendukung tidak ada atau hilang, dan United States Coast Guard dikatakan hanya ‘berkhayal’ tentang cerita yang diselimuti misteri ini. Tapi dari yang saya baca dari sebuah situs, seorang pelaut dari Indonesia mengatakan bahwa cerita ini sangat populer di kalangan pelaut. Bahkan sang pelaut itu juga menguimpulkan dan menganalisa cerita yang berhembus seputar S.S. Ourang Medan dan menciptakan teorinya sendiri.

Mengenai benar tidaknya cerita ini, atau tentang apa yang terjadi di dek kapal S.S. Ourang Medan, tentang apa yang (kalau benar) dilihat oleh awak kapal di siang Juni 1948 sebelum mereka menjadi mayat itu mungkin hanya Allah SWT yang tahu. Wallahu ‘Alam ...



Sabtu, 27 November 2010

Kreate! Magazine



Buat semua temen-temen komunikasi UGM yang suka dunia kreatif, yok mari ikut kirim karya kalian ke Kreate! Magazine. Kreate! Magazine adalah media baru buat anak-anak komunikasi yang suka ama dunia kreatif dan sejenisnya. Desain, foto, ilustrasi, komik, crafting, film, semua yang berbau visual. Di sini kita bisa saling sharing pengalaman, diskusi, dan dapetin informasi seputar dunia kreatif bareng temen-temen kom.

Kirimin karya-karyamu di kreatemagz@gmail.com
paling lambat tanggal 6 Desember 2010

Let Your Art Speak !!!




Kamis, 18 November 2010

Cerita Hantu Masa Kecil. Part 1



Saya kemaren iseng-iseng aja buka sebuah situs misteri di internet. Judul artikelnya lumayan menggoda. Tentang 10 tempat paling berhantu di Amerika. Well, bicara tentang misteri dan hantu, nampaknya kita yang di indonesia juga punya cerita sendiri. Saya jadi inget beberapa cerita yang dulu sempat ada waktu saya masih di Malang.


Ini adalah rumah kakek saya yang ada di Tulungagung, tepatnya di desa Rejotangan. Rumah besar gaya jaman dulu, lengkap dengan bale di sebelah kiri rumah serta halaman belakang luas yang dulu penuh dengan pohon coklat dan rambutan. Saya masih ingat dengan teralis besi warna kuning, jendela kayu, dapur dan tungku tanah liatnya, serta kamar mandi yang letaknya di luar bangunan utama rumah. Dulu waktu almarhum kakek saya masih hidup, seluruh keluarga besar biasa berkumpul di sini kalo lebaran. Tapi sejak kakek saya meninggal rumah ini akhirnya ditinggali oleh Budhe saya yang nomer 5 beserta keluarganya. Sedikit cerita, dulu waktu masih kecil saya nggak begitu suka buat tinggal lama-lama di rumah ini. Banyak cerita yang aneh-aneh di sekitar rumah ini yang saya dengar dari ibu dan sodara-sodara lain...

  1. Di rumah ini sering tercium bau wangi melati padahal nggak ada tumbuhan melati di sekitar rumah. Baunya pun samar-samar tapi jelas tercium. Di rumah ini juga sering terlihat sekelebat bayangan yang kemudian hilang kalo kita ngeliat ke arah kelebat bayangan itu tadi. Saya kira dulu awalnya cuman perasaan sampe saya cerita ke Budhe saya. Komentarnya cuman, ”Kamu liat juga toh?”. Kejadian ini sering terjadi di daerah bale utama yang sepi dan gelap serta di sekitar kandang ayam di belakang.

  2. Dulu waktu kecil, Ibu saya pernah mengalami kejadian aneh. Ibu adalah putri bungsu kakek, jadi biasanya tidurnya sama kakek di semacam ranjang dari tembok yang ada di dekat jalan menuju baale. Pada suatu malam, Ibu ingat ia bangun karena seperti ada yang membangunkan. Ketika dia sadar, ia merasa bahwa ada semacam tangan yang luar biasa besar, hitam dan berbulu, menindih tubuhnya. Ketika Ibu menutup matanya sambil membaca doa lagi, tangan itu kemudian hilang.

  3. Budhe saya sering diganggu dulu waktu tidur di kamar yang ada di bale. Pada suatu malam ia merasa selimutnya ditarik-tarik saat tidur sendirian. Suatu kali ia merasa ranjangnya seperti diangkat ke atas hingga ia ketakutan setengah mati. Budhe juga sering mengalami mimpi yang aneh seperti didatangi pria tua berbaju putih dan semacemnya.

  4. Pernah ada cerita dulu saat Ibu saya masih kecil juga. Saat itu sepupu saya yang biasa saya panggil Mbak Kom baru saja menonton acara tayub di desa ditemani seorang kerabatnya (Mbok siapa saya lupa namanya). Karena waktu itu waktu sudah tengah malam, mbak Kom yang waktu itu masih kecil dan kerabatnya ini kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah kakek saya. Waktu itu di desa belum ada listrik, sehingga jalan desa gelap sekali karena tidak ada penerangan. Dua orang ini hanya membawa senthir (semacam obor kecil) sebagai penerang jalan

Singkat cerita, ketika masuk ke halam depan rumah kakek saya kerabat Mbak Kom ini melihat ada cahaya yang bergoyang-goyang di udara sedang keluar dari dalam rumah. Karena berpikir bahwa itu pasti kakek saya yang keluar untuk buang air di halaman belakang sambil membawa ublik (lampu minyak kecil), ia pun mengikutinya. Selama diikuti, kerabat mbak Kom ini merasa ada yang aneh. Cahaya obor kakek saya cepat sekali bergeraknya. Selain itu ketika dipanggil kakek saya juga tidak menjawab. Dan tiba-tiba ketika mereka sudah jauh di kebun coklat di belakang rumah, cahaya itu hilang.

Kebingungan dan khawatir, kerabat Mbak Kom dan Mbak Kom sendiri kemudian kembali dan masuk rumah lewat pintu belakang. Di dapur budhe saya yang nomer 5, Budhe Ismiyati, masih mencuci piring. Kerabat Mbak Kom kemudian bertanya tentang kejadian tentang kakek saya yang kelur rumah tapi kok cahaya obornya tiba-tiba hilang. Dia khawatir kakek saya terpeleset atau jatuh. Mendengar cerita itu, Budhe Ismiyati cuman bengong sambil menjawab,” Lho, Bapak tidur di kamar kok Mbok. Ndak ada siapa-siapa yang keluar dari rumah malam ini“


Trus, cahaya bergoyang yang keluar dari rumah itu apa?

Rabu, 17 November 2010

Revelation




Huaaahhhh ... Akhirnya jadi juga! :D Dari dulu pengen bikin desain yang tonenya hitam putih, dan baru sekarang kesampean (nganggur banget soale, hehe ...). Nggak jelek-jelek amat kok, lumayan ada perkembangan. Udah bisa dikit-dikit ngerti tone warna yang balance. Proyek berikutnya yang belum: Desain Berseri. Hap hap! Yoh semangat! :D




Btw saya jadi pengen bikin kaos pake desain ini deh. Tapi di Jogja enaknya bikinnya dimana ya?
Mana duit lagi bokek pula ... -___-a wedew ....


Jumat, 12 November 2010

My Design Portfolio


Yep. Ini hasil kompilasi beberapa desain saya dalam bentuk Pdf. Nggak semuanya sih, tapi lumayan lah kalo ada yang minta portofolio desain ntar tinggal kasiin ini aja. Monggo buat temen-temen didonlot kalo pengen :)


Klik di sini untuk mendownload


Btw setelah bikin versi pdf ni kemarin kok jadi kepikiran (lagi) buat bikin majalah Pdf macem vektorika gitu ya? Siapapun yang lagi selo, bikin yooook ...




Rabu, 10 November 2010

Membuka Hati Untuk Merapi


Gambar ini diambil dari sini

Tidak banyak yang mesti dikatakan. Tapi tolong, bagi siapapun yang membaca blog ini, mari sedikit kita luangkan waktu dan hati untuk membantu korban Merapi. Jumlah pengungsi kian bertambah, sementara kondisi Merapi masih belum menunjukkan akan berhenti. Jogja dan daerah sekitarnya kini menunggu bantuan teman-teman semua.


Bantuan dalam bentuk apapun, berapapun jumlahnya, lewat jalur manapun, akan sangat membantu bagi korban-korban Merapi. Indonesia sedang mengalami saat-saat yang berat, tapi percayalah mungkin ini tidak semata hukuman Tuhan. Inilah saat dimana kita bisa melihat bahwa masih ada harapan saat semuanya saling tolong-menolong dan membantu saudaranya.


All is not lost. Hope will prevail.



untuk informasi mengenai kondisi Merapi, pengungsi, dan bantuan terkini
dapat membuka merapi.combine.or.id


"Hand A Book " By Loli and Damar

This November will be a special month because Citra Pariwara, the highest advertising award in Indonesia will be held again. And one of the category that will be competed is BG Award, a special category for university student. There is no fix theme for this year, instead all participants are asked to create a free, complete campaign to solve any problems around them that they think is urgent to be solved. And two of my seniors, Lolitya Aninditya and Damar Wijayanti have created a simple yet great idea for this competition. And i feel honored when they asked me to be their designer.

Their campaign titled “Hand a Book : Give a Hand by Giving a Book”. This idea begin when they found difficulty to find some books for their assignments in university library. And soon they began to realize that there is an imbalance situation: the new students found difficulty to find some books they need, while the seniors left their old books dusty in their room because they never read it again. And the idea come up: why don’t the seniors give their old books to the new students? It means that those seniors don’t waste their old books by doing so, don’t they?

I must admit that both Lolitya and Damar did their campaign seriously (Maybe in indonesian: Niat banget!). They create a complete sets of programs in detail, create publication in many medias while tirelessly try to get as many participants as possible. And here i helped them by create a set of design for their campaign: logo, a mascot, and poster design. Well, i personally think that this campaign is success. The number of books that has been donated is far beyond expectation. Well, let’s hope they win the competition! ^^


Hand a Book’s mascot. This is the first time i created a character in vector actually.

A set of poster that i created for this campaign. Thanks for Intan Agisti for the great photograph! :D



Rabu, 27 Oktober 2010

Mari Menggambar!


Dulu sering-sering bikin artwork dari komputer lama-lama akhirnya bosan juga. Sedikit eneg ngeliat panel-panel kontrol di Photoshop. Jadi ya akhirnya saya ambil pensil, spidol, ama pensil warna Faber Castel pinjeman buat nggambar iseng di kertas. Ni udah lama banget bikinnya.


Btw waktu ngeliat gambar saya ini jadi inget kalo dulu saya sering pake nama Kitmo kalo lagi bikin desain atau artwork. Singkatan dari "Kill The Memory". Udah keliatan kan kenapa saya bikin itu? Nama alay jaman SMA dulu, akibat masa galau yang berkepanjangan dan tak tentu arah, hahaha ... ^^




Senin, 18 Oktober 2010

Lost and Found


Diedit setahun yang lalu. Dua hari sebelum pulang lebaran.

Kalo inget cerita dua tahun belakangan, siapa yang bakal percaya? ^^ hahaha ...



Sabtu, 16 Oktober 2010

Dual Design in a Day

Open the door to the new dimension. This semester, i hope, is filled with improving ideas and creativity.
More focus, message-oriented, beautiful design.


Good Bye Old Ideas! ;D



Be cool. Yeah.

With my deepest sorry for Da Vinci.
I bet he will be extremely angry if he could see this. Thanks God he still busy in his coffin right now.





Jumat, 24 September 2010

Colorful Conflict: Resistance!


War, fight, gun, and bullets. They're all so boring.
So let's bring some styles into conflict, will you?



New theme for this seasons.
The Resistance!


Minggu, 19 September 2010



Maybe most people think that you’re just ordinary person

Just another face in the crowd

Maybe sometimes you feel doubt about yourself

Trying hard to find the best part of you


But in the eyes of one person

You’re something more than meets the eye

Your smile light up his world

You paint his life with thousands of colours

For him, your eyes are the brightest stars

A place where he can find something that he’s been looking for

A place where he wants to stay

Because in his eyes



You’re an angel …


Jumat, 03 September 2010

Sisi Lain


Benernya aku punya banyak draf tulisan buat blog. Tapi gak mau kuposting ... Soalnya kayak bukan aku di tulisan-tulisan itu, terlalu tinggi ... “


Kira-kira sekitar 5 hari yang lalu saya kebetulan mendengar kalimat di atas meluncur dari mulut seorang teman. Itu terjadi dalam sebuah pembicaraan ringan antara 3 orang yang sedang bingung mempersiapkan presentasi sebuah proyek video. Saya sendiri tidak tahu apa yang teman saya rasakan sewaktu mengatakannya, tapi saya yang sedikit mengantuk waktu itu tiba-tiba langsung melek. Tergelitik. Ada hal menarik yang saya tangkap dari celetukannya. Sesuatu tentang ‘aku, dan bukan aku’. Sesuatu yang ingin saya obrolin di postingan kali ini.


Well, salah satu hal yang saya dapatkan dari 2 tahun kuliah ini (selain nilai C untuk 3 mata kuliah yang berbeda dan nama account Fesbuk yang terkesan alay) adalah akhirnya saya belajar bahwa kadang manusia tidaklah sesederhana kelihatannya. Semakin lama saya berteman dan bergaul, mendengarkan cerita mereka, atau sekedar bercanda dengan orang-orang yang saya kenal saya jadi makin yakin bahwa setiap orang selalu punya sisi lain yang tidak mereka perlihatkan. Saya bersyukur di beberapa kesempatan saya mendapat kesempatan untuk melihat ‘sisi lain’ dari beberapa orang yang saya kenal. Seorang teman yang dari luar terlihat urakan dan tidak bisa serius di suatu saat bisa menjadi sangat melankolis. Di sisi lain seorang teman cewek yang terlihat keras dan tangguh bisa menjadi sangat berbeda, menjadi sangat sensitif dan perasa di waktu yang lain. Dan setelah mendengar kata-kata teman saya di atas, rasanya saya jadi bertambah yakin bahwa kita semua punya sisi lain yang berbeda. Namun untuk beberapa alasan, kita lebih memilih untuk menyembunyikan sisi lain itu...


Alasan kita menyembunyikan sisi lain itu mungkin sama dengan alasan kita menjadi diri kita yang sekarang ini. Because sometimes the world itself just simply don’t understand. Kita berusaha untuk terlihat kuat dan tegar, selalu berusaha untuk dapat diandalkan, berusaha untuk terlihat urakan dan asal, semuanya agar kita diterima dalam pertemanan. Kadang kita berusaha menutupi siapa sebenarnya diri kita dengan kepribadian yang dituntut oleh sekeliling kita. Kita kadang merasa takut, khawatir, jatuh cinta, tersakiti, cemburu, tapi tidak kita tunjukkan. Apakah ini semua salah? Saya kira tidak, karena memang beginilah yang terjadi selama ini. Kita kadang tidak bisa menunjukkan diri kita sepenuhnya pada dunia. Satu-satunya hal yang salah adalah apabila kita menyangkal sisi lain kita tersebut, apabila kita menolak perasaan itu karena menganggapnya sebagai sebuah ‘kelemahan’. Itulah kesalahan. Selain itu, saya percaya bahwa setiap orang akan menemukan tempat bagi mereka untuk menjadi diri mereka seutuhnya. Tempat dimana kita bisa menunjukkan sisi lain yang tak bisa kita tunjukkan pada dunia. Tempat itu adalah orang-orang yang terdekat dengan kita ^^ Mereka yang melihat kita apa adanya, yang dengan tulus mau menerima kita apa adanya tanpa harus menuntut apapun. Orang tua, saudara dekat, sahabat, pacar, seseorang yang ‘selalu ada di sana’.


Jadi apabila temen saya tadi bilang kalo dia ngerasa tulisan-tulisannya itu ‘bukan dia banget’, terus tulisan yang ‘dia banget’ tu yang gimana? Saya rasa untuk hal inilah blog pribadi diciptakan. Untuk bercerita dan berbagi secara pribadi, untuk menunjukkan sisi lain yang tidak bisa ditunjukkan di luar sana. Butuh keberanian, dan kerendah-hatian, untuk mau menerima sisi lain kita tersebut. Saya juga akhirnya sadar, kok bisa beda banget antara saya yang di blog dengan saya yang di luar sana, hahaha ... :D Tapi itulah , saya ngerasa bisa sedikit jadi diri saya sendiri di blog. Harus diakui saya nggak bisa jujur sepenuhnya :p masih ada hal-hal nggak saya tunjukkan. Mungkin butuh proses juga, entahlah. Atau mungkin sama seperti kebanyakan teman-teman, saya cuma orang lain yang menunggu untuk ditemukan oleh seseorang yang benar-benar bisa dipercaya, hehe ... :)

Kamis, 19 Agustus 2010

The Lord of the Rings : Novel


Mungkin akan terdengar tolol kalo saya bertanya ‘adakah yang belum pernah nonton trilogi film The Lords of the Rings?’. Saya yakin pasti semuanya udah pernah nonton, minimal salah satu diantara 3 serinya. Toh juga udah beberapa kali ditayangkan di tivi juga, ya kan? Soal suka atau tidak dengan ceritanya mungkin bisa berbeda. Tapi adakah yang sudah pernah membaca ketiga novelnya? Well, di postingan kali ini anggap aja saya lagi iseng ngebahas tentang salah satu bacaan jaman SMP dulu. Nostalgia dikit ni ceritanya, hehe ... :p Yep, mari ngobrol sedikit tentang novel The Lord of the Rings.

Sedikit basa-basi, The Lords of the Rings adalah sebuah novel trilogi karya novelis asal Inggris J.R.R Tolkien. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1955, The Lords of the Rings segera mendapatkan banyak perhatian dari berbagai penikmat novel karena jalan ceritanya yang detail dan menawarkan tingkat fantasi yang tinggi pada jamannya.

Jujur sampe sekarang saya masih belum benar-benar membaca secara penuh ketiga novel LOTR walaupun saya punya ketiga serinya. Alasannya sederhana, buat saya ini novel yang agak berat, haha ... ^^ Kalau ada yang pernah menyempatkan diri membaca versi novel dari The Lord of the Rings, maka pasti akan sepakat bahwa membaca karya J.R.R Tolkien ini seperti membaca sebuah ’cerita-fantasi-klasik-yang-super-detail’. Berterimakasihlah pada Peter Jackson dan timnya yang dengan baik hati meringkas dan memvisualkan rangkaian cerita LOTR lewat film yang udah kita saksikan sehingga lebih mudah dinikmati. Karena bayangkan saja, untuk membentuk gambaran Middle Earth beserta kehidupan dan sepak terjang tokoh di dalamnya Tolkien sampai membentuk sebuah gambaran ’dunia imajiner’ yang luar biasa detail. Di buku ketiga Tolkien juga menyertakan sejarah kerajaan lengkap beserta tahunnya, silsilah raja-raja, peta, bahkan membentuk sistem tulisan dan bahasa. Tidak lupa Tolkien juga menyertakan cara pengucapan dan dialek dari masing-masing bahasa yang dimiliki masing-masing bangsa yang ada dalam cerita The Lord of the Rings. Yah, mungkin rasanya seperti gabungan antara membaca novel sejarah Taiko dari Eiji Yoshikawa, Eragon dari Cristopher Paollini, ditambah dengan sedikit bumbu buku sejarah SMA dulu, haha ... ^^ Mungkin karena itu juga novel ini nggak ditujukan untuk anak-anak, dan (sepertinya) juga sangat tidak populer di kalangan pembaca cewek :)

Well, bagaimanapun juga ada satu hal yang saya kagumi dari trilogi The Lord of the Rings ini. Tampaknya novel ini telah menjadi cetak biru dari beragam tema cerita bergenre medieval-fantasy. Contohnya? Tolkien adalah pihak pertama yang memperkenalkan konsep dan kata Orc, makhluk jahat dan barbar yang kini telah diadaptasi di berbagai tema cerita, terutama buku dan game. Tolkien juga berhasil membentuk gambaran dunia fantasi kuno dimana di dalamnya hidup banyak bangsa selain manusia. Peri (elves) yang memiliki tubuh tinggi, berambut pirang, hidup di hutan dan pandai memanah. Atau bangsa kurcaci (dwarves) yang digambarkan bertubuh pendek dan berewok, dimana mereka hidup di kota tambang yang luar biasa kaya di bawah tanah. Sang penyihir Gandalf, Aragorn sang Raja, si raksasa api Balrog, serta penunggang naga Penyihir Angmar dan para Nazgul telah menginspirasi beragam cerita fantasi yang kini banyak kita temui. Pengaruh dari cerita The Lord of the Rings banyak kita temukan di berbagai media, dan lebih banyak lagi yang jatuh cinta dengan dunia fantasi yang diciptakan Tolkien ini ... :)

Namun iseng-iseng saya perhatikan nampaknya Tolkien juga mendapat inspirasi dari sumber lain, terutama dari mitologi Norwegia lama. Cerita tentang cincin sakti yang dapat membawa petaka ini hampir sama dengan cerita Cincin Nibelung (Nibelunglied). Bangsa peri dan kurcaci yang ada dalam cerita The Lord of the Rings sendiri juga muncul di mitologi Norwegia kuno. Cerita tentang pedang Isildur yang akan membawa kekuatan setelah ditempa kembali juga bisa ditemukan di cerita Siegfried dan Brunhilde. Saya sedikit menyadarinya setelah nggak sengaja membaca adegan pertarungan antara Gandalf dan si raksasa api Balrog di kota tambang Moria. Dalam mitologi Norwegia kuno, pada bagian Ragnarok atau akhir dunia diceritakan dunia akan terbakar karena muncul raksasa api bernama Surt yang kebetulan memiliki deksripsi sama seperti Balrog, yakni membawa pedang dan cemeti dari api.

Yah itulah yang bisa saya ceritakan tentang The Lord of the Rings. Bukunya sendiri terakhir kali saya baca waktu mau berangkat kuliah ke Jogja dulu, dan sekarang teronggok di rak buku di rumah saya yang di Malang. Sekarang mah udah jarang banget baca novel, maen melulu kerjaannya, hahaha … :p Tapi bagaimanapun juga buku The Lord of the Rings ini adalah salah satu buku favorit saya dulu. Jadi, ada yang tertarik untuk membaca novel The Lord of the Rings ini? :D

Kamis, 12 Agustus 2010

What If ...


Ucapkanlah selamat datang pada malam

Atau pada kental kopi ini, yang telah bosan diaduk waktu

Muak mungkin, entahlah.

Kopi selalu jujur, tapi dia memilih diam


*sigh*


Kini ada badai di cangkirku


Dan kita menyebutnya Ragu


Sabtu, 07 Agustus 2010

It's a Brand New Day ...


it's time to say good bye, i guess ...
Time let go those old story. Maybe it's time to move on.
Hehehe ... This precisely like what Paulho Coelho has said ^^


Farewell. And Welcome.




Senin, 02 Agustus 2010

Di Sini Tertulis So..U..L Ma..Te ...


Saya tidak tahu bahwa acara sarapan pagi bersama Bapak (yang kebetulan datang ke Jogja pagi ini untuk acara ‘inspeksi dadakan’) bisa jadi ide buat ‘ngoceh’ di blog. Berawal dari sebuah kejadian yang sederhana sebenarnya. Dan itu terjadi pagi ini, saat kami berdua sedang duduk manis di trotoar dekat warung gudeg di salah satu sudut Jalan Gejayan. Jam 7 pagi dan kendaraan sudah mulai berebut tempat di jalan sempit di depan pasar. Tipikal jam pagi di Jogja. Hanya saja sedikit sepi karena sekarang masih musim liburan mahasiswa, jadi gak terlalu banyak sepeda motor yang berlalu-lalang. Tiba-tiba di tengah keramaian itu pandangan saya tertuju ke seberang jalan. Seorang nenek, mungkin usianya sudah sekitar 70 tahunan, terlihat berjalan pelan sambil membawa tas penuh bahan belanjaan dari pasar. Nenek ini kemudian dijemput oleh suaminya, seorang kakek yang usianya mungkin sudah sekitar 80 tahun, yang baru saya sadari semenjak tadi menunggu dengan setia dengan sepeda tuanya di pojok sebuah gang kecil. Saya sendiri sempat tidak yakin kalo si kakek bakal membonceng pulang istrinya dengan sepeda tuanya itu. Karat di rangka besi sepeda tua si kakek bahkan masih terlihat jelas dari tempat saya duduk, belum lagi belanjaan yang harus dibawa jumlahnya banyak. Tapi mungkin karena keduanya sudah melakukan ini setiap pagi, kakek dan nenek ini akhirnya bisa menata diri di atas sepeda tua itu dan meninggalkan saya sendiri yang melihat mereka menghilang di balik gang sambil termenung…


Sebuah kejadian yang sederhana banget sebenarnya, ya kan? Tapi entah kenapa pemandangan tadi pagi membuat saya jadi mikir tentang apa yang dikenal dengan ’soul mate’. Sebuah konsep yang sejujurnya nggak pernah saya pikir dengan serius sebelum ini, hehe ... :p Sebelumnya saya selalu berpikir kalo kata Soul Mate tu semacem ’bumbu wajib’ yang selalu muncul di sinetron-sinetron remaja atau semacam kata yang laris dipake di judul-judul novel buat cewek. Istilah lain yang lebih dramatis dari kata ’pacar’ ato semacemnya, pikir saya dulu. Tapi melihat kejadian sederhana pagi ini saya jadi berpikir bahwa mungkin apa yang dinamakan Soul Mate itu memang ada ya... Seseorang yang menjadi belahan jiwa kita kalo orang Jawa bilang (Garwa : Sigaraning Nyawa). Seseorang yang memang ditakdirkan untuk menemani cerita hidup kita hingga kita tua nanti. Dan lebih dari itu semua, dia adalah seseorang yang membuat kita ... lengkap.


Ya, saya akhirnya juga jadi berpikir. Suatu saat nanti kita harus mengakui bahwa telah tiba bagi kita untuk mengakhiri semua petualangan masa muda ini. Akan ada saat dimana kita bakal berhenti untuk mencari dan menjelajah, dan tiba saat untuk memutuskan dan memilih. Saat dimana kita harus merelakan ego ini dan dengan tulus menerima untuk menjadi satu dengan orang lain. Yep, seorang ’soul mate’. Semua itu karena hidup tidaklah sesederhana membuat telur ceplok di wajan teflon. Banyak pilihan dan tantangan yang tidak dapat kita hadapi sendirian. Di situlah mungkin alasan Tuhan menciptakan ’dia’, karena yakinlah nggak ada seorang pun yang diciptakan sendirian. Seorang teman setia, yang bakal menerima kita apa adanya. Sama seperti kakek nenek yang saya temui tadi pagi, akan ada seseorang yang dengan tulus menemani kita bahkan hingga kita tua nanti... ^^

Bayangkan cerita hidup bagaikan langit malam. Maka untuk menemukan ’seseorang’ itu maka rasanya seperti memandang jauh ke atas langit malam yang cerah di bulan Oktober. Akan kita temui ribuan bintang, yang datang silih berganti lewat dalam kehidupan kita. Namun dari ribuan bintang yang memenuhi jalan cerita hidup kita itu, yakinlah bahwa akan ada satu bintang yang bakal selalu menemani kita dengan setia ^^ Bintang yang dengan hangat terus berpendar terang, yang dengan setia menemani bahkan hingga langit telah menjelang fajar nanti... :)


Hahaha ... ^^ Lagi-lagi saya ngoceh nggak mutu! Wkwkwk ... Maklum lah, saya nggak seberapa pinter ngomong soal yang beginian. Entah kemasukan jin apa hari ini kok tiba-tiba jadi ngomongin soal soul mate gini :p tapi yah, saya salut banget deh ama pasangan kakek dan nenek tadi pagi. Seperti kayak kata Bapak saya yang nyeletuk sambil nyeruput teh angetnya,” Kesetiaan tu jadi barang langka ya sekarang ini ...”. Mungkin diem-diem dia juga memperhatikan kakek nenek itu juga, siapa tahu, hehehe ... :)

Rabu, 28 Juli 2010

Lima Tempat yang Sangat Ingin Saya Kunjungi


Beruntunglah Phileas Fogg, yang dalam buku Jules Verne “Around the World in 80 Days” diceritakan memiliki kesempatan untuk mengelilingi dunia dan menyaksikan tempat-tempat terkenal di seluruh dunia. Melakukan petualangan jauh menembus batas imajinasi yang mungkin sebelumnya hanya dapat disaksikan lewat foto dan ilustrasi di lembaran buku. Rasanya ingin sekali punya kesempatan seperti itu ^^ Setelah iseng membaca sebuah artikel di komputer hari ini saya jadi berpikir, seandainya saya memiliki kesempatan untuk berpetualang mengelilingi dunia dengan menaiki balon udara raksasa, tempat apa saja ya yang ingin saya kunjungi? Sedikit imajinasi di hari yang mendung ini rasanya tak masalah :D Setidaknya saya tidak harus menjadi sekaya Aristotle Onassis yang berkeliling dunia dengan kapal pesiar. Yang saya butuhkan cuma sedikit imajinasi dan selera humor, hehe ... :)

  • Mekkah

There is nothing can be more joyful than see Ka’bah in front of our very own eyes, isn’t it? :D Well, maybe when the time comes, I will not need this hot air balloon to get there, hehe …Once again, when the time comes …


  • Paris

Mungkin 9 dari 10 wanita yang ditanya tentang ’Kota yang Paling Ingin Kamu Kunjungi’ akan menjawab Paris. Yah ... Mungkin itu berhubungan dengan fashion, belanja, romantisme, dan bla bla bla entah apalagi. Saya sendiri kurang begitu paham dengan semua itu. Lalu kenapa saya memilih untuk mendaratkan balon udara saya ke Paris? Ini alasannya ...

Ya, museum Louvre. Orang Prancis sendiri mengenalnya dengan Musee du Louvre. Mungkin aneh kedengarannya, tapi saya SUNGGUH ingin mengunjungi museum ini... Saya ingin melihat langsung karya seni terkenal yang sebelumnya cuman bisa saya pelototin sampe ngiler di buku atau internet. Karya-karya Rembrandt, Michaelangelo, Rodin, semuanya berada di sana. Saya sering berharap seandainya Tuhan mengijinkan, sekali saja seumur hidup saya pengen merasakan berjalan di Grande Gallerie dan merasakan dikelilingi oleh karya seni dari para maestro dunia. Aneh? Haha .. Dulu seseorang juga pernah melihat saya dengan tatapan semacam itu saat saya menceritakan keinginan ini ^^ Oh ya, saya juga pengen melihat Paris waktu malam. The City of Lights kalo orang sono bilang. Toh siapa juga yang nggak mau?

  • Bodo, Norwegia

Memaksakan balon udara ini untuk beranjak dari daerah yang hangat di Normandia ke arah utara yang dingin dan berangin bukanlah tanpa alasan yang jelas. Lalu, emang apa sih yang bisa ditemukan di sebuah kota kecil di ceruk Norwegia yang dingin ini? Jawabannya : Aurora. Ya, saya ingin sekali melihat aurora langsung dengan mata kepala sendiri, hehe … :)

Aurora, seperti yang sudah banyak diketahui adalah fenomena cahaya berpendar yang bisa ditemukan hanya di daerah sekitar kutub. Dikenal dengan Aurora Borealis di utara, dan orang-orang menyebut aurora yang terjadi di daerah selatan dengan Aurora Australis. Saya sendiri nggak begitu ngerti tentang bagaimana aurora ini bisa terbentuk, dan tidak seberapa peduli sebenernya (“… when solar wind carries an energy and trapped in magnetosphere, proton neutron bla bla bla …=.=’). Satu hal yang jelas, Aurora adalah pemandangan yang sungguh luar biasa untuk disaksikan. Konon orang Viking percaya bahwa Aurora adalah hasil kilauan baju perang Valkyrie, para prajurit wanita milik dewa Odin, yang melintasi langit malam di bawah pendar bulan dengan menunggang kuda terbang. Satu lagi ciptaan Tuhan yang mengagumkan… ^^ Oh ya, sekalian saja saya menikmati matahari tenggelam di kota Bodo ini. Pemandangan matahari tenggelam di salah satu fjord terkenal di Norwegia dengan perairannya yang tenang ini telah berkali-kali menjadi objek foto yang luar biasa.

  • Fez

Dari perairan Norwegia yang dingin mari kita pindah ke selatan, melewati selat Gibraltar menuju daerah panas dengan hembusan angin laut Mediterania yang hangat di Afrika Utara. Selamat datang di Fez, sebuah kota wisata terkenal di Maroko. Kalo ada yang ingin komplain tentang pilihan destinasi saya kali ini maka marahlah pada grup band U2, yang karena salah satu video klipnya yang berjudul “Magnificent” telah berhasil membuat saya setengah mati ingin mengunjungi kota ini.

Kota ini adalah kota wisata klasik khas timur tengah, dengan bangunan berwarna pastel yang terhampar di dataran di tepi laut Mediterania. Sebuah tempat yang oke buat berlibur, ya nggak? *sok jadi kaum jet set* Hahaha ... ^^ Satu hal yang ingin saya saksikan di sini adalah melihat kilauan matahari yang bergerak pelan melintasi menara-menara minaret yang tersebar di seantero Fez, sementara saya berjalan di gang sempit dengan jalan blok berbatu khas kota-kota Laut Tengah. Berasa jadi kayak bos mafia Don Vito Corleone yang lagi jalan-jalan Sicilia nih. Bedanya kalo di Fez makanannya yang terkenal kebab, bukan pasta, hahaha ... :D

  • Venesia

Mampir sebentar yok di Italia, kan deket, cuman ke utara dikit ngelewatin laut tengah. Dan inilah Venesia, kota terapung yang terkenal. Dikenal dengan Queen of Adriatic atau Ratu Laut Adriatik, Venesia adalah salah satu kota wisata yang sangat ingin saya kunjungi di Eropa. Kenapa emangnya? Untuk muter-muter jalan kanal dengan naik gondola? Bukan. Mungkin itu lebih cocok bagi mereka yang bawa pasangan, hehe ... Saya sendiri lebih tertarik dengan karnaval (atau pesta topeng sebenarnya) yang diadakan tiap tahun di Venesia. Kostumnya keren-keren! Apalagi waktu karnavalnya ngelewatin gedung-gedung terkenal seperti Pallazo Ducalle atau alun-alun Saint Mark. Dan saya sangat suka ma yang satu ini nih, kostum pelawak (jester) kerajaan atau yang di Eropa lebih dikenal dengan Harlequinn. Beli ginian di Pasar Beringharjo ada nggak ya? Hahaha ... ^^


Lho? Yah ... Ternyata persediaan bahan bakar saya habis sodara-sodara. Terpaksa deh cuman 5 tempat ini aja yang bisa saya ’impikan’ untuk kunjungi. Padahal masih banyak tempat yang ingin saya ceritakan, tapi apa daya ... hehe .. :p Ya seenggaknya cerita saya hari ini cukup mewakili mimpi kecil saya akan petualangan ke penjuru dunia. Soal apakah itu ntar terlaksana atau nggak, buat saya nggak jadi masalah. Imajinasi berputar dalam kepala kita bagaikan jutaan kunang-kunang yang melakukan pertunjukkan cahaya. Kita tak pernah tahu apakah kerlip cahaya itu akan benar-benar tinggal, atau mereka akan terbang dan hanya meninggalkan bekas-bekas mimpi. Yang bisa kita lakukan hanya menikmati pertunjukkan cahaya itu, dan berharap agar kunang-kunang tidak hilang, hehe .. :)

Jadi, kalau balon udara ini jadi milikmu, tempat mana yang pilih untuk dikunjungi? ^^

Minggu, 25 Juli 2010

Another Nights, Another Lights


Apa pemandangan yang ada di Malang tapi nggak ada di Jogja? Langit malam yang oke, tu jawabannya. Mungkin itu salah satu hal yang selalu saya cari kalo pulang ke Malang. Tapi sialnya waktu liburan kemarin ni langit selalu mendung. Bulan selalu keliatan dingin di balik awan tebel yang pasti udah menggelayut sejak sore. Cuman sekali langit saya rasain langit bener-bener cerah. Saking frustasinya sampe sekitar satu minggu yang lalu saya bela-belain ke daerah Payung di Batu sendirian cuman buat ngeliat langit cerah. Setelah sekitar dua jam muter-muter sendirian di lereng gunung, yang saya dapet akhirnya cuman kabut tebel dingin (dan saya yang cuman pake kaos oblong doang waktu itu pulangnya langsung batuk...). Yah ... Mungkin bukan rejekinya kali ya. Akhirnya saya mikir kalo langit cerah emang nggak bisa ditemuin, kenapa nggak dibuat aja? Dan ini nih hasilnya, iseng-iseng bikin artwork nggak jelas... :)

Toh ternyata saya dapet pemandangan yang nggak kurang mengagumkan kok. Kota Malang dari atas ternyata bagus sekali ya, hehe ... ^^


Personal notes :

Maybe it has to be stopped, before the feeling grows stronger. It feels like betraying a friend if I insist to continue … -.-

Sabtu, 17 Juli 2010

A Beautiful Artworks from Cory Godbey

Maen internet di rumah seharian adalah aktivitas saya 3 hari belakangan ini. Lumayan, mumpung gratis di rumah. Toh juga akhir-akhir ini nggak ada temen yang bisa diajak maen. Dan secara nggak sengaja saya menemukan sebuah hal yang menarik waktu lagi browsing desain di situs Carbonmade. Sebuah potongan karya-karya dari Cory Godbey, seorang illustrator dan animator dari North Carolina, Amerika Serikat.


Entah kenapa, tapi jujur saya bener-bener tertarik ma karya-karyanya si Cory. Melihat karya-karya Cory jadi mengingatkan saya dengan cerita-cerita fantasi masa kecil dulu. Sapuan pensil dan pilihan warna yang Cory gunakan langsung mengingatkan saya dengan ilustrasi di buku cerita anak-anak yang dulu sering saya baca. Ingat kumpulan buku kecil Fable Aesop yang kemasannya dibentuk menjadi seperti kastil? Atau mungkin ilustrasi kecil yang selalu muncul di tiap bab baru pada seri buku Harry Potter? Cerita-cerita seperti Alice in Wonderland, Hansel and Gretel, Sleeping Beauty digambarkan Cory dengan gaya yang khas. Oh ya, Cory adalah illustrator yang mengerjakan iluatrasi untuk buku cerita terkenal Where The Wild Things Are karangan Maurice Sendakh (pasi uda banyak yang liat filmnya, ya kan? ^^). Sulit buat saya untuk mendeskripsikan gaya yang dipakai Cory. Seperti sebuah aurora kalo boleh dibilang. Perpindahan dan pemilihan warna yang brilian terutama pada penegasan atmosfer, goresan pensil yang sangat terlihat rapi, serta suasana ‘dreamy’ yang amat kental terasa dalam karya-karyanya. Bravo! ^^ Lihat blog pribadi Cory di lightnightrains.blogspot.com



Catatan pribadi :

Sepertinya saya sudah bertemu seseorang yang memberikan banyak inspirasi di semester yang lalu. Mungkin dia tidak memperhatikan, tapi saya mendapatkan banyak ide dari pemikiran dan mungkin, fantasinya. Tapi yah … sepertinya toh dia juga tidak peduli, wkwkwk … :p

Rabu, 14 Juli 2010

Hula Bala! GrrrRRrrwl ... !

Kira-kira sebulan yang lalu seorang temen SMP saya nge-tag foto di fesbuk. Foto-foto jaman SMP dulu.. Dan eng ing eng! Saya menemukan foto yang (kalo katanya Jarjit) marvelous banget. Perkenalkan sodara-sodara, ni dia si Hula Bala sang Manusia Purba! XD hahaha ...



Nah, jadi ceritanya begini. Tiap tahun di SMP saya dulu selalu diadakan acara pameran yang dilombakan antar kelas. Pesertanya wajib seluruh kelas tiga, dengan konsep pokoknya harus menghias kelas sebagus mungkin plus nampilin lukisan ma hasta karya hasil matpel KTK. Ribet banget waktu itu, soalnya pameran itu jadi semacem acara yang istilahnya ‘tempat mempertaruhkan nama baik kelas’, haha … ^^ Dan kelas saya waktu, kelas 3A, memutuskan bahwa tema yang dinilai menarik dan cihuy adalah tema ‘PREHISTORIC’. Pokoknya segala sesuatu tentang jaman purba deh. Gua, dinosaurus, fosil, dan lain sebagainya. Dan langsung deh. Dana segera didapatkan, desain tampilan disiapkan, satu kelas langsung sibuk sendiri buat nyiapin perhelatan besar itu...


Saya waktu itu benernya taunya cuman jadi seksi perekap aja. Angkat sini angkat situ, potong ini dan itu, udah. Nggak tau apa-apa soal ’maskot manusia purba’. Dan ini dia yang jadi awal gimana ’saya’ akhirnya jadi orang gila di foto di atas tadi. Ceritanya tiga hari sebelum hari H, saya mimpi aneh banget. Saya mimpi lari muter sekolah, bertelanjang bulat. T-e-l-a-n-j-a-n-g. Tanpa sehelai benang pun dan diliatin ama satu sekolah. Diketawain pula! wadooohh ... Mimpi yang aneh banget, ya nggak? Sebenernya dulu saya inget juga pernah mimpi hal yang senada waktu SD kelas 2. Yang jadi masalah, sepertinya mimpi semacem itu adalah pertanda bahwa saya akan mengalami suatu hal yang memalukan. Dan ternyata memang benar, karena keesokan paginya ternyata saya didaulat oleh seluruh kelas untuk berperan sebagai maskot kelas. Hula-Bala si Manusia Purba!


Yang jadi pertanyaan sampe sekarang tu satu sebenarnya. KOK SAYA MAU-MAUNYA JADI GITUAN? Wakakakakak ... XD karena emang beneran tega deh temen-temen saya dulu, suer! Pertama saya disuru pake kain kuning itu. Kain belacu keras yang kayaknya nemu di jalan deh. Belum 5 menit dipake masak udah gatel-gatel. Trus biar lebih ‘garang’, maunya kainnya itu dikasi belang-belang pake cat item. Tapi karena catnya habis dan waktunya uda mepet akhirnya diputuskan pake pylox aja. Dan sialnya, si Adit itu dulu myloxnya waktu kainnya udah saya pake. Tembus ke perut saya lah pyloxnya, puanas! (dan ternyata yang digambar bukan belang tapi lambang ‘love’ lengkap dengan panah menancap). Yang terakhir saya kudu pake wig pinjeman yang wow banget. Wow bentuknya, wow baunya, wow juga yang make ntar, haha ...


Mungkin karena urat malu saya emang nggak ada kali ya, jadi saya ya enjoy aja seharian itu. Bayangin, kok bisa-bisanya saya tu dulu jalan-jalan muter-muter ke kelas lain. Turun ke bazaar pas ada guru-guru dan ortu murid plus alumni. trus kok ya sempat ngasihin tulang-tulangan dari gips ke temen saya yang lagi nge-band di panggung dengan aksesoris lengkap seperti di atas dan jangan lupa, tanpa sandal. Oke banget kan? Hahaha ... ^^ Banyak banget yang mau foto sama saya waktu itu. Nggak temen nggak adik kelas, ortunya temen sampe guru-guru, semuanya pokoknya (mungkin fotonya akan digunakan untuk penghalau genderuwo ato semacamnya, entahlah ... ). Anak-anak kecil mah pada takut, adiknya si Devi dulu malah sampe nangis waktu liat saya, hehe ... Dan desk job saya sesungguhnya adalah sembunyi di gubuk buatan di dalem kelas yang ditaruh deket patung dinosaurus. Dan kalo ada pengunjung yang iseng membuka pintu gubuknya, maka ... GrrrRRRwwllll!!!! Wajah dan dandanan saya yang oke ini bakal muncul secara tiba-tiba. Paling enak waktu itu kalo pengunjungnya latah, wkwkwk... Eh iya, saya waktu itu nggak sengaja ngagetin dengan bersemangat seorang pengunjung sampe orangnya teriak-teriak nggak jelas. Dan sodara-sodara tau siapa pengunjung yang beruntung tersebut? Ternyata Kepala sekolah saya, Pak Bambang. Waduh ... -.-


Rasanya kalo inget jadi pengen ketawa sendiri. Soalnya sejak saat itu banyak yang manggil saya Hula Bala, jadi dikenal banyak orang. Malu? Nggak tuh, biasa aja :) kan juga buat seru-seruan. Bikin orang ketawa tu nyenengin kok benernya, wkwkwk ... Toh itu juga bukan satu-satunya aksi gila saya waktu muda dulu. Ya mungkin akan saya ceritakan di postingan berikutnya. Ciao! ^^