Jumat, 12 Maret 2010

20 Tahun : Sebuah Refleksi Diri

Akhir Maret ini saya InsyaAllah genap berusia 20 tahun. Dalam tiap kehidupan, baik Anda maupun saya pasti akan menemui sebuah titik dimana untuk sejenak kita berhenti dan melihat ke belakang. 20 tahun mungkin adalah salah satu dari titik tersebut. Ketika kita duduk merenung, melihat warna senja sambil berpikir sejenak untuk mengingat semua hal yang telah terjadi, semuanya terasa begitu cepat. Sepertinya baru kemarin saya berlarian dengan teman-teman masa kecil, bermain bentengan atau rebutan mencari belalang di sawah dekat rumah, dan sekarang saya sudah berhadapan dengan laptop untuk menulis tentang dua puluh tahun kehidupan. Kadang rasanya hidup bagaikan sepuntung rokok. Pada satu detik kita rasakan letup sensasinya, manisnya, pahitnya, seakan-akan waktu terhenti pada detik yang begitu hidup itu. Dan yang berikutnya yang kita tahu adalah puntung rokok kita tinggal separuh, sementara yang tertinggal di akhir hanyalah asap kenangan atau abu rasa sakit. Pilihanmu.

20 tahun adalah waktu untuk berbenah. Menjadi seorang yang lebih baik, kata seorang teman. Entah saya ini setuju atau tidak dengan kata-katanya. Bukankah kita semua mengucapkan hal yang sama tiap kali kita berulang tahun? Tiap kita berdoa? Tiap kita bangun pagi sebelum sarapan? Bagi saya 20 tahun adalah saat untuk bertanya pada diri sendiri. Untuk sejenak melihat ke dalam dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Tentang pilihan yang telah dan akan kita ambil, tentang harapan yang membara atau ketakutan yang terpendam. Yang utama: tentang siapa kita. Mengenal diri lebih dalam, dan mencoba mengerti. Dan yang terpenting adalah mencoba untuk memaafkan dan menerima. Gnothi Seauthon kata peramal dari Delphi, kenalilah dirimu sendiri. Sedang perubahan sendiri, bagi saya adalah hal yang absurd. ’Menjadi lebih baik’, seperti yang sering kita bicarakan kadang tak lebih dari hanya mencoba menjiplak pribadi orang lain. Perubahan menjadi pribadi yang lebih baik tidak dimulai dari pernyataan lantang di muka cermin, tapi dari kesadaran hati yang bisu namun bermakna. Atau mungkin Anda boleh melewatkannya tanpa berpikir apa-apa, dan 20 tahun akan teronggok mati sebagai sebuah angka kosong yang terlewat. Mungkin itu bagus juga. Sekali lagi ini soal pilihan...

Saya sendiri sering tersenyum ketika memandang kaca bis dan melihat keluar ke arah sayu cahaya senja. Betapa kehidupan ini mudah berubah. Pada satu detik kita bisa tertawa lepas, dan detik berikutnya yang kita tahu hidup yang kita kenal mendadak berubah drastis. Hidup di mata saya terlihat sebagai dahan dan ranting, atau siluet petir. Satu pilihan hidup akan menuntun ke arah pilihan lain. Sebuah perjalanan yang panjang tanpa tempat untuk berhenti. Sementara musuh adalah waktu, yang bagaikan api rokok ia terus menyala dan membakar. Bedanya? Waktu itu abadi, dan ia kejam. Dia bukan petugas antarjemput saat kita masih SD dulu yang akan kembali bila kita tertinggal di belakang. Maka cara bertahan adalah mengatur isapan pada lembut filter. Jangan terlalu cepat dan bernafsu, karena ketika titik api sudah sampai di filter, maka itulah saatnya Anda berpikir untuk berhenti merokok. Tapi semuanya telah terlambat. Dan jangan bodoh, tidak pernah ada batang rokok kedua...

Namun bukankah selalu ada rona pelangi pada lembut sapa fajar? Setiap detik dan kenangan yang telah terlewat buat saya adalah hadiah. Banyak hal terjadi selama ini, dan saya bersyukur sekali Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk kembali mengecap rasa harapan dan semangat. Ini adalah saat baru, gerbang baru. Ini adalah saat saya. Semoga semuanya berjalan baik, dan yang terakhir, semoga pada akhirnya saya dapat menjawab pertanyaan utama hati. Tentang hidup, tentang pilihan....


Nb: Saya sebenernya sama sekali bukan perokok lho. Entah gimana caranya kok jadi bisa ngomong fasih banget soal rokok, hehe ... =p

4 komentar:

Newsoul mengatakan...

Selamat berharijadi ke 20. Sukses dan barokah untukmu. Hidup adalah proses kita belajar sepanjang hayat, teruslah semangatmu sobat.

diazbela mengatakan...

anggaaaaa..
taun ini aku 19 taun dong, taun depan baru 20.. HAHAHAHAAHAHHAAAAA :D
(iya, emang gak nyambung ngga :p)

OrangLewat mengatakan...

met ulang taun ya Mas ! Panjang umur, sehat selalu dan selalu mendapat rahmat dan hidayah-Nya ! Tetep jaya !

Angga Prawadika mengatakan...

Matur nuwun semuanya ... ^^