Jumat, 16 April 2010

Benda Merepotkan Bernama Hati ...


Benda ini bikin repot aja. Dia kemarin sering jadi pengingat atas hal yang sudah pergi. Sekarang dia mengharapkan hal yang dia sendiri tau bakal sulit banget didapatkan. Dia sering mengganggu pikiran dengan harapan-harapan tolol yang sialnya selalu berhasil membuat rivalnya , sang otak, macet berpikir dan menyerah. Benda ini juga yang selalu jadi alasan atas semua tindakan bodoh yang udah terjadi. Udah cukup, semester ini sudah cukup berat tanpa ditambah lagi pikiran yang nggak perlu. Dilepasin aja sekarang.



4 komentar:

diazbela mengatakan...

Setuju banget ngga!!!!

Angga Prawadika mengatakan...

hwkwkwkwk... ^^

aga mengatakan...

wah mas Angga,

aku baru tau... ternyata makhluk yang katanya selalu mengandalkan logika (baca = laki-laki) bisa merasa (dengan hati) juga ya...

Angga Prawadika mengatakan...

@ Aga : Male Chauvinism. Lelaki sok kuat dengan topeng kekuatan, dominasi, ma mitos 'logika dan perasaan', hwkwkwk ...

Konstruksi sosial yang wagu kan ... ^^