Minggu, 18 April 2010

Tribute to Diaz : Cahaya Seribu Kunang-Kunang


Kerlip Lembut Seribu Kunang-Kunang


Pada tiap tetes air mata yang telah jatuh

Atas semua ingatan yang kini melayang pelan

Berpijar

Bagai kedip lembut seribu kunang-kunang

Yang pada setiap detiknya kan kau temukan arti tawa dan kenangan

Menghiasi ruang penantian, sebuah perjalanan

Menghangatkan jiwa dengan lembut sentuh harapan

Walaupun kini kunang-kunang kan terbang jauh

Tapi hangatnya kan selalu tertinggal

Menyebarkan kehangatan, menjagamu

Karena sungguh, sebenarnya kunang-kunang tidaklah pergi

Pijar lembutnya kan selalu setia menerangi, menemani

Menghangatkanmu dengan setiap detik waktu bersama yang pernah ada

Karena sungguh ia tidak pergi

Karena Seribu Kunang-Kunang kan selalu ada

Untukmu

Dan hanya untukmu ...


( Semoga Diaz dan keluarganya mendapatkan ketabahan dari Allah SWT. Kami teman-temanmu

di Komunikasi 08 bakal selalu ada buat kamu. Kamu nggak sendiri )

Tidak ada komentar: