Selasa, 29 Juni 2010

It’s Dark. It’s Sweet. It’s Chocolate…

This is my newest artwork. Little bit messy, i know. But well, feel free to give any comment. Enjoy! ^^


My mama always said, life is like a box of chocolates. You never know what you're gonna get …

(Tom Hanks in Forrest Gump)


What’s so special about chocolate? Well, I believe that there’s something more about this dark, brownish bar called ‘chocolate’. Because somehow, chocolate is something … unique. Sweet and bitter at the same time. Hard to bite but soft in chew. The taste that it gave to you can linger for days on the top of your tongue. Yes, chocolate is dark. But chocolate doesn’t have to be white to be loved. It’s beautiful with its color, and people will always recognized it. Chocolate is warm, but also cold in the same time. So unpredictable. So mysterious. But in the end, when you know that you have chewed the last bite, you’ll find yourself looking for more. Because it’s chocolate. It’s sweet. It’s addictive…


Nb : Kenapa saya bikin tema coklat ya? Entahlah... Entah juga kenapa saya jadi ingat seseorang setelah bikin artwork ini. Atau sebenernya saya bikin artwork ini karena ingat seseorang?

Sekali lagi. Entahlah …

Selasa, 22 Juni 2010

Sebuah Catatan di Akhir Semester


Ya, akhirnya semester 4 berakhir hari ini. Alhamdulillah ... Mungkin tidak secara resmi, masih ada beberapa hal yang mesti diselesaikan. Tapi apapun itu, sepertinya saya dan teman-teman telah sepakat bahwa hari ini akhirnya ’semuanya’ sudah berakhir. Nampaknya saya juga nggak perlu repot-repot menanyakan pada teman-teman tentang bagaimana pendapat mereka soal semester ini. Wajah-wajah lega yang keluar dari kelas tadi siang sudah saya anggap sebagai sebuah jawaban, hehe ... Aroma liburan sudah sengak terasa di hidung, sementara kata ’pulang’ nampaknya sudah puluhan kali saya dengar seharian ini. Ya, saya sendiri juga merasakannya. Namun sejenak ketika saya duduk sendiri di kamar malam ini, jari-jari ini tiba-tiba ingin bercerita. Saya ingin sejenak melihat ke belakang. Tentang apa-apa yang sudah terjadi 5 bulan belakangan. Sebuah lagu dari Owl City, Air Traffic, dan tulisan ini dimulai ^^


”Semester ini bakalan berat banget ... ”, kata Ari. Tapi jujur saat itu saya nggak pernah berpikir bahwa yang dimaksud dengan ’berat’ akan jadi ’seberat ini’. Entahlah, mungkin masalah miskalkulasi adalah kelemahan saya yang paling parah, hehe ... ^^ Dan yah ... Harus saya akui bahwa ini adalah semester yang beneran nggak mudah. Banyak hal yang harus dikerjakan, sementara tugas-tugas kuliah terus berdatangan bagai tamu yang hadir di acara pernikahan. Datang secepat perginya, dan pilihan yang kita punya cuman melayani mereka sebaik mungkin. Dan ketika sejenak tadi saya memikirkan apa-apa yang sudah saya kerjakan sebelumnya, saya sendiri ngerasa heran ngeliat daftar itu. Gak tau deh gimana caranya saya bertahan hidup kemarin, hehe ... ^^


Tapi di balik itu semua, lepas dari teori-teori Soskom yang harus didengar tiap Senin pagi atau barisan tabel angka PMI yang mesti dikalkulasi tiap Kamis malam, banyak hal yang luar biasa terjadi di semester ini. Hal-hal yang sederhana sebenernya, tapi seperti kata Dirga, cerita-cerita itu ’punya arti lebih’. Lebih dari teori-teotinya Giddens dan Croteau lah pokoknya, wkwkwk ... =D Dan mungkin saya akan mengawalinya dengan cerita tentang kelompok PNI dan PMI sederhana yang bernama Nagasari.


Saya pernah bercerita tentang Nagasari di postingan yang lalu, tapi rasanya tidak pernah cukup untuk menceritakan beragam ceritanya. Saya ingat dulu ketika kelompok ini dibentuk oleh 4 ’bajingan’ di kosnya Dirga, yang kami inginkan cuman bisa berkarya di PNI. Sesederhana itu. Dan cerita semester 4 ini pun bergulir. Iklan pop-up Burger King yang sempat bikin geger, Sarah yang kemudian bergabung, iklan cetak kanker serviks yang bikin nangis, gagal total di iklan A Flava (padahal ini kelompok yang paling banyak perokoknya, hehe ... ), syuting TVC pertama dengan Kotek yang matanya tiba-tiba kemasukan tawon sehingga harus absen, cinta lokasi antara Ciprut dan Yungky, joged bareng di Shifra dengan lagu My Baby-nya Justin Bieber bareng Om Peppy, dan macam-macam lagi. Memang awalnya sulit untuk bisa bener-bener kompak. Tapi mungkin dua hal yang akhirnya bisa bikin kami satu. Ketawa dan bercanda. Hehehe ... ^^ Dan ketika diumumkan kami berhasil di acara pitching terakhir, rasanya masih nggak percaya...


Di bulan Maret kemarin saya juga secara resmi berumur 20 tahun. Waktu rasanya berjalan begitu cepat (apalagi ketika melihat foto-foto ospek 2 tahun lalu di laptopnya Ari, hehe ...). Dan di bulan yang sama saya juga musti mengakhiri hubungan yang sudah berjalan selama 2 tahun lebih. Sebuah keputusan yang beneran nggak gampang, tapi well, saya rasa semua orang punya batasnya masing-masing ... Dan kalau dipikir-pikir di bulan Maret dan April saya memang ngalamin banyak kejadian.


Bicara soal bulan April, saya ingat sebuah pengalaman lucu. Nekat! Yep, apalagi kalau bukan ngebantuin Ciprut bikin kejutan buat ultahnya Epe? Hahaha ... ^^ Semuanya dimulai dari obrolan di angkringan tanggal 3 April. Yah... Ceritanya kami berdua pengen bisa kasi sesuatu ke Epe di hari ultahnya di tanggal 6. Tapi ya itulah, kami berdua emang beneran nggak punya duit waktu itu. Nggak bisa belikan apa-apa buat Epe. Dan tiba-tiba ide untuk bikin testimoni kecil buat Epe keluar aja di kepala, dan begitulah. Kami berdua cuma modal nekat. Dengan modal sedikit usaha, kemauan yang keras dari Ciprut (percayalah, saya sendiri kagum sama ketulusannya), handycam pinjeman, laptopnya Agung, buku petunjuk Adobe Premiere dari Titi, dan resiko nilai jelek karena dibelain nggak ikut soskom ma mpkl, akhirnya testimoni pendek itu akhirnya jadi. Beneran asal dan njijiki sebenarnya, hahaha ... ^^ Tapi ketika akhirnya Epe sudah nerima videonya, saya rasa raut wajah senangnya dan Ciprut saat itu adalah bayaran yang impas ... :)


Berikutnya di pertengahan April salah seorang teman saya, Diaz, harus mendapat cobaan yang berat sehingga dia harus kembali ke Sukabumi sendirian. Yang bisa saya lakukan saat itu cuman menunjukkan belasungkawa dengan sedikit kata-kata di blog. Ketika akhirnya Saila dan temen-temen nawarin saya buat njenguk Diaz ke Sukabumi, saya nggak usah mikir panjang buat mengiyakan.


Tujuh orang; April, Saila, Titi, Rizma, Manda, Aul, dan saya akhirnya berangkat ke Sukabumi untuk menjenguk Diaz. Banyak kejadian yang terjadi dalam perjalanan itu, saya sendiri masih sering ketawa sendiri kalau ingat. Nunggu kereta di Lempuyangan sampe jam 11 malem sambil main truth or dare, berdesakan di kereta ekonomi sambil dengar ’karacang-kacang, tarahu-tahu’, balapan di kota Bandung ala supir angkot, liat kecelakaan pas ujan deres, nggak sengaja ngedudukin anak kecil di angkot, banyak lah pokoknya! Hahaha ... ^^ Tapi mungkin kejadian yang paling diingat adalah ketika kami sampai di depan rumah Diaz. Nggak banyak yang bisa bawakan buat Diaz waktu itu. Hanya sebuah kedatangan yang mungkin nggak terlalu banyak membantu (apalagi saya, yang malah ngabisin jeruknya Diaz). Ini cuman sedikit perhatian sederhana yang bisa kami berikan. Sesederhana karena kita adalah seorang teman ...


Yah, apapun yang sudah terjadi, semester 4 sudah berakhir. Kini sudah saatnya untuk menyelesaikan sedikit urusan yang belum selesai sebelum akhirnya pulang. Saat sejenak saya iseng memandang matahari sore di sepanjang jalan Solo tadi, tiba-tiba muncul perasaan aneh. Perasaan yang mengatakan bahwa saya akan merindukan semester ini. Karena betapapun sulitnya, betapapun saya mengutuk semester ini, tapi harus saya akui bahwa di s5 bulan terakhir ini saya telah belajar banyak hal. Dan entah darimana saya punya perasaan kalau setelah ini semuanya akan jadi sedikit berbeda. Liburan panjang, semester depan yang mungkin tidak sesibuk semster lalu, dan kenyataan bahwa kelas komstra tidak akan bertemu jadwal lagi dengan kelas media. Seperti akan ada sesuatu yang hilang. Tapi mungkin itu bukan hal yang mesti dipikirkan saat ini. Semuanya sudah selesai. Saatnya pulang sekarang .... =)

Rabu, 16 Juni 2010

What-Is-Love-Actually?


Why you put that heart-picture as a header in your blog? Does it have some special meaning?


Yesterday one of my friend asked those questions when I was reading some comments in my blog. Well, I don’t know exactly why I made that picture. Maybe simply because i liked the composition and color tone of heart; it has strong and deep character I think. And the quote below is taken from one of Gorillaz’s song lyric: Feel Good Inc. But then I remembered that several days ago I accidentally found an interesting topic when I was simply surfing some websites in the internet. Those websites talked about the same idea. About something that we called ‘love’.

All of those articles try to define the word ‘love’. How can you fall in love? What kind of emotion that always arise within love? And the most important part is : What is love actually? And then the article continued with the definition of love from many experts. It begins with Greek philosopher Empedocles to the scientific and sophisticated definition from Sigmund Freud and Satre. So many words represented there only to define what love is. So many points of view, so many letters and phrases…

I don’t know if one of those definitions is true. For me, love is something that cannot be defined by letters and words. The more you forced yourself to define love, the least it’s mean for you. Letters and words just like a prison that limits the interpretation of love. It’s something beyond letters and dot, words and phrases. It’s so simple, but also so complicated in the same time. A words with 4 letters, and yet this ‘word’ is something that more than enough to disturb our sleep time, fulfill our day with hope and stupid daydream, and even can bring us down to the lowest ground in our life. Everyone has their interpretation and story about love. The most important part is the emotion that you feel, not how you define it. Feel it. Accept it. Love is God’s greatest gift to us, something that require neither explanation nor definition … ^^


Well, you don’t have to tell me, “Angga, you REALLY SUCK at talking about love!”. Hahahaha … ^^ I really realize that. Believe me, it feels strange for me to write about ‘love’ for I still can’t figure its true meaning. I myself feel little bit funny when I read this post. Feels like a clown who dare to speak about romance, hehehe … :) I’m sorry for being so rude this time. It just something that I want to share...

Selasa, 15 Juni 2010

And Now, My Favourite Artists ...

(maaf, cuman postingan iseng sebenarnya ... =p)

Mungkin yang udah pernah berkunjung ke blog ini sebelumnya mungkin tahu kalo saya sering posting hasil desain juga. Semacam showcase personal. Ya, saya emang suka ma yang namanya desain visual. Kebawa kebiasaan waktu kecil sih mungkin, sukanya nggambar-nggambar nggak jelas (kalo nggak power ranger yo jiban sebangsanya...). Dan saya ingat dari dulu sampe sekarang Ibu saya tetap mengatakan hal yang sama kalo liat hasil karya saya,

”Gambar opo iki... ra cetho! Nyapu-nyapu opo ngepel kono lho timbang nganggur!”.

Bwahahaha ... ^^ Yah, namanya juga masi pemula Bu ... Masih butuh banyak belajar yang jelas. Bicara soal desain, saya jadi ingat kalo saya punya beberapa seniman favorit yang karyanya selalu jadi inspirasi buat saya. Orang-orang luar biasa yang karyanya selalu bikin orang tercengang kalo boleh dibilang. Yep, di postingan kali ini saya pengen kasi list 3 seniman visual favorit pilihan saya. Langsung aja kita mulai dari yang pertama. Selamat menikmati ... :)

  1. Vincent Van Gogh

Ya, mungkin rasanya aneh saya menuliskan nama pelukis Belanda ini. Tapi jujur saya sangat menyukai karya-karya Gogh. Sapuan kuas yang tegas, warna-warna yang brilian, dan sapuan garis yang bergerigi membuat karya Gogh berbeda. Oh ya, Gogh adalah seorang ekspresionis, dan mungkin itu alasan kenapa saya menyukainya. Ia memasukkan emosi terdalamnya pada objek yang ia lukis. Dan dari semua karya Gogh, ada dua lukisan yang jadi favorit saya: The Starry Night dan Cafe Terrace on The Place du Forum, Arles, At Night.

Sebenarnya ada beberapa pelukis lain yang juga menjadi favorit saya. Saya juga suka karya-karya Bierstadt dan Diego Velasquez dengan Las Meninas-nya. Oh ya hampir lupa... Satu lagi favorit saya: Night Watch karya Rembrandt Van Rijn (bikin gelap terang khas chiaruscuro sesempurna itu gimana sih caranya...? 0_o).

  1. Dhanank Pambayun

Yep, saya perkenalkan pada sosok yang sukses bikin saya tertarik banget ma desain grafis. Dhanank Pambayun dari JogjaForce, atau yang lebih dikenal dengan Evegrunge (dulu Tragiklabs). Saya ingat ini tepat dua tahun yang lalu sejak pertama kali saya liat karya Dhanank di majalah Concept. Dan well ... saya bener-bener yang nggak bisa ngomong apa-apa... Keren banget bos ! Dhanank terkenal dengan gaya desainnya yang suram (grunge), surealis, super-detail, rumit, dan bertumpuk-tumpuk hingga ratusan layer. Sebagai informasi, Dhanank ini bekerja sebagai freelance designer dan sudah bekerja dengan banyak klien besar. Ia pernah dipercaya buat bikin kaos untuk launching album 30 Seconds To Mars ma RHCP kalo nggak salah. Karya Dhanank favorit saya mungkin adalah karya yang ia ciptakan untuk klien sepatu Puma. Percayalah, Anda pasti bakal melongo dibuatnya ...

Lihat karya-karya Dhanank di www.evergrunge.com

  1. Banksy

Ada yang pernah tau Banksy? Ada yang udah pernah tau karyanya, atau aksi-aksinya yang fenomenal? Yang pernah tau pasti setuju kalo saya bilang bahwa Banksy ini adalah artist favorit saya. Banksy adalah nama samaran dari seorang artis grafiti dari Inggris yang sampe sekarang belum jelas identitas sebenarnya. Satu hal yang pasti, Banksy selalu membuat karya-karya yang luar biasa. Hasil sapuan pylox-nya sudah tersebar di seluruh Inggris bahkan hingga di negara lain.

Keahlian Banksy yang utama ialah karya-karyanya sangat cerdas dan pedas. Menohok, namun penuh humor. Karya-karyanya sangat sarat akan kritik sosial. Keahlian grafitinya yang secara brilian dikombinasikan dengan kemampuannya memanipulasi kondisi bidang, misalnya retakan dinding, menjadi gaya utamanya. Ia juga pernah membuat kaget dunia dengan tiba-tiba menampilkan gajah yang ia lukis kemudian ditampilkan di ruang duduk, atau ketika ia ’berkarya’ di tembok pemisah Israel-Palestina di Gaza sebagai bentuk kritik sosial. Beberapa orang menganggapnya sebagai vandal yang musti dutangkap, sementara yang lain menganggapnya sebagai idola karena aksinya yang luar biasa dan karya-karya yang ia hasilkan. Sedikit orang yang tahu identitas asli Banksy (setau saya sih mungkin vokalis Blur dan Gorillaz si Damon Albarn, soalnya dia pernah dibikinin cover album ma Banksy dengan judul ”Tink Tank”). Idealis dengan gayanya sendiri, dengan kemampuannya untuk mendekonstruksi kemapanan. Pemberontak, idealis, seniman, penggembira, bebas, dan misterius. Luar biasa! XD

Liat website resmi banksy di www.banksy.co.uk

Yah, mungkin itu sedikit seniman yang menjadi favorit saya. Ada beberapa lagi sebenarnya, seperti Darbotz dengan monster cuminya yang terkenal, Rob Shields, Mark Wasyl, Munkymuck, macem-macem lagi deh. Tapi mungkin kali ini tiga ini dulu aja, hehe ... ^^ Well, who’s your favourite artist then? Hehe ...

Minggu, 13 Juni 2010

Mizone TVC! Yeah!



TVC Mizone Student Insight 1.03 sec


Director : Aswin "Ciprut" n Angga
Concept : Angga
Cameraman : Faudzan "Kotek"
Video Editor : Aswin "Ciprut"
Talent : Dirga, Cahya, Wina, n trio 6C ( Debog, Dilman, and Bom)

Karena PNI sudah berakhir, botol-botol mizone sudah remuk dilumat dendam, dan hidup sudah *agak* enteng sedikit, ni saya tampilkan iklan TVC yang kemarin saya dan temen-temen buat. Ceritanya ni kliennya Mizone, dengan insight bebas. Agak aneh sih, tapi ya itulah... Kan masih pemula, hehe .. Monggo dinikmati! ^^


Sabtu, 12 Juni 2010

You Would Not Believe Your Eyes ...


Hello everyone! This is my newest artwork. I got an inspiration yesterday when I was listening to Owl City’s Fireflies in my laptop. One of my favorite quotes I guess. It always remind me to see something trough, and to postpone the judgment to anything i see. The model of this artwork is taken from one of my friend's photograph when he was playing fool with carton box, hehe .. Hope you like it! =)

------------

Cuman pengen ngoceh sedikit. Kemarin sore Jogja diguyur hujan lebat, dan saya terpaksa diam di kamar menunggu hujan reda sambil melihat keluar jendela. Dan tiba-tiba entah darimana saya teringat kata-kata dari seseorang yang dulu pernah saya kenal baik. “Kamu tu sulit banget dimengerti…”, katanya. Dan anehnya tiba-tiba saya tersenyum sendiri. Sekarang sepertinya saya tahu kenapa dia berkata seperti itu dulu. Panas dan dingin. Perhatian dan cuek. Rame dan penyendiri…

Hhhh… I guess this combination of blood and bile sometimes can be very annoying, isn’t it? -.-

Jumat, 11 Juni 2010

Sedikit Cerita: Sheila On 7


Bangunkan tidurku

Bila kau terjaga lebih dulu

Bergegaslah sayang

Kita isi makna indahnya hari ini ...

(Sheila On 7: Tunjukkan Padaku)


Sudah jam setengah lima sore di kosnya Dirga, dan saya masih sempat berada di atap untuk mengintip senja lewat lensa kamera. Yang lainnya masih sibuk di lantai bawah, menyelesaikan persiapan untuk presentasi PNI di depan Danone besok. Sore yang tenang. Sebuah hal yang jarang saya dapatkan di semester ini, hehe ... Dan tiba-tiba saya dengar seseorang (sepertinya Kotek) memainkan sebuah lagu dari komputer di kamar. Tunjukkan Padaku dari Sheila On 7. Sambil tersenyum saya berpikir bahwa mungkin ini sama seperti senja hari ini. Lagu-lagu Sheila On 7 selalu punya kenangan sendiri, sebuah pengingat akan banyak momen yang dulu pernah sangat kita banggakan...

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir saya mendengarkan lagu-lagu dari Sheila. Padahal dulu saya ingat bahwa Duta, Eross, Anton, dan teman-teman lain adalah teman setia yang nampaknya karya mereka saat itu selalu menjadi suatu hal yang paling ditunggu. Dan ketika saya turun ke bawah, ternyata teman-teman lain sudah mulai mengobrol seru tentang lagu-lagu Sheila On 7. Selalu ada kenangan dan cerita dalam tiap lirik lagu Sheila On 7 yang kami dengarkan sore tadi. Kami semua tertawa saat mendengar lagu Temani Aku yang mengingatkan kami dengan sinetron Lupus, teringat saat Irgi Fahrezi dan Mona Ratuliu masih sangat muda dulu (”Ni si Agnes Monica masih smp, gue ingat banget!”, kata Sarah). Berikutnya yang saya tahu dinding kamar tiba-tiba bergetar karena semuanya bernyanyi bersemangat saat lagu Jadikan Aku Pacarmu (JAP) dan Terima Kasih Bijaksana dimainkan. ”Eross tu jenius!”, kata Putri. Lagu-lagu Sheila On 7, setidaknya buat angkatan saya, lebih dari hanya sekedar lagu. Lagu-lagu itu adalah kenangan itu sendiri ...

Mungkin saya harus berterima kasih pada Titi dan Amanda yang telah dengan senang hati mengingatkan saya lagi dengan lagu-lagu dari Sheila On 7, dengan sama-sama bernyanyi dengan bersemangat di mobil saat perjalanan ke Sukabumi untuk menjenguk Diaz sebulan yang lalu ^^ Terima Kasih Bijaksana kalau tidak salah, sebelum akhirnya Titi melanjutkan dengan Cruise Ship dari Owl City, dan Saila dengan lagunya Yui entah apa judulnya (akhirnya diprotes ma yang lain, terutama Rizma karena nggak bisa ikut nyanyi, hehe ...). Banyak kenangan yang ada dalam lagu-lagu Sheila, yang tiba-tiba seakan berlompatan keluar saat saya mendengarkan lagu-lagunya lagi kemarin. Rasanya jadi kembali ke masa beberapa tahun yang lalu. Teringat saat saya sering memandang keluar jendela mobil dan mengamati alur kabel listrik dan matahari tenggelam, saat saya benar-benar merengek pada Ibu minta dibelikan kaset Sheila yang ada lagu Pejantan Tangguhnya, bahkan teringat cerita cinta monyet jaman SD dulu, hahaha ... ^^

Yah, sayang sekali Sheila On 7 sudah nggak seeksis dulu. Saya yakin semuanya merasa kehilangan, setidaknya untuk teman-teman yang seangkatan dengan saya. Yang dulu hari-harinya diisi dengan mendengarkan lagu-lagu macam JAP, Dan, Pria Kesepian, Tentang Hidup dari kaset atau radio. Buat saya, nampaknya kumpulan lagu-lagu ini bakalan jadi playlist sampe tua nanti. Emang bener kata Sarah. Lagu-lagu Sheila On 7 mang nggak ada matinya! Hehe .. =p

Rabu, 09 Juni 2010

CommVoice : The WOWest Friend!



Yep, saya akhirnya nulis lagi dalam label “CommVoice”. Sebenarnya nggak bener-bener murni CommVoice sih, ni masih semacam ‘pendahuluan’ buat postingan selanjutnya. Masih dalam proses mengumpulkan data, hehe … =p Oh iya, temanya sedikit berubah dari apa yang direncanakan sebelumnya. Kali ini temanya adalah: “Siapakah teman cowok dan cewek di komunikasi 08 yang menurutmu paling WOW ?”.

Ketua angkatan kita, Mas Abim ayey, pernah menulis di status fesbuknya kira-kira begini: “ternyata anak-anak Komunikasi 08 tu hebat-hebat ya!”. Dan well, saya kira saya setuju sekali dengan pernyataan itu. Saya mengenal banyak teman yang luar biasa di angkatan ini. Dan tentu saja, pendapat saya dan teman-teman akan berbeda satu sama lain ^^ Mungkin ada yang kagum dengan Ari Burjo dengan sikapnya yang cool plus kemampuan bergitarnya, atau mungkin Epe yang terkenal cantik, Andang yang kemarin dapet penghargaan ’best stranger’ dari Mas Awe, Rizma yang kocak mengejutkan tapi terkenal baik hati dan cerdas, Ojan yang luar biasa kreatif, atau mungkin Mas Doni Dharma yang terkenal di jagad persilatan. Macam-macam kan? =D Nah, selagi saya masih berada dalam proses pengumpulan data, ijinkan saya memberikan pendapat tentang teman-teman paling WOW di komunikasi 08. Enjoy!

Matahari

Yep, kalo saya ditanya siapa teman laki-laki di komunikasi 08 yang paling WOW!, Matahari Asysyakur jawaban saya. Ada dua hal yang membedakan Matahari ini dengan orang lain, dan membuat saya pribadi kagum dengannya. Kreativitas dan orisinalitas. Ya, satu orang yang mungkin dapat menandingi kreatifitas dan orisinalitas Matahari di angkatan kita mungkin hanya Ojan. Matahari tampil apa adanya, dan ia tidak malu untuk menjadi dirinya sendiri (ingat kaos hijau bertuliskan Mr. Good Boy?). Bahkan di blognya, Mas Awe 06 sendiri berpendapat bahwa Matahari ini punya style yang unik dan berbeda, dan ia tidak malu untuk menunjukkannya. Dan well, justru itulah ia dikenal ^^ Orangnya juga baik dan bertanggung jawab. Dan yang jelas: Ngocolnya tu lho, beneran nggak ketulungan ! Cek blognya di fantasimatahari.blogspot.com


April

Benernya banyak teman cewek yang saya kira WOW! di komunikasi 08, tapi akhirnya saya pikir Mbak April ini yang nampaknya emang Wow banget dah orangnya =) Satu hal yang saya kagumi dari April adalah: April punya visi, dan dia tahu cara menggunakannya. Satu hal yang saya rasa mungkin agak sulit ditemukan di cewek-cewek lain. Orangnya juga punya pendirian, cerdas, fokus, dan punya jiwa pemimpin (Ketua Kine ... ihirr! =p). Tapi walaupun begitu, April tetep punya banyak temen dan rendah hati. Yah, kita doakan calon sutradara kita yang satu ini biar sukses ke depannya. Amin! Cek blog punya April di Dittaaprilia.blogspot.com


Mungkin itu sedikit gambaran tentang teman-teman yang saya kira WOW! Di komunikasi. Banyak sebenarnya, tapi nggak enak juga nulis banyak-banyak di blog. Kan masih ada tugas soskom yang kudu dikerjain, ya nggak? Hahaha ... ^^ Tunggu CommVoice berikutnya ya!

We Ran and Shot Today

Sekali-kali sok keren
dikit ...

Tak banyak yang bisa dikatakan. Cuman sedikit hasil jepretan dari perjuangan syuting TVC tadi siang. Sore kemarin ide baru dibentuk, malam membahas teknis dan storyboard, pagi hari berikutnya harus belepotan lem untuk membuat property. Sisanya dapat dilihat sendiri. Semoga hasilnya bisa agak keren dikit yang kali ini, amiin ...


Catatan pribadi : Pengalaman pertama men-direct video sendiri. Entah kenapa rasanya kurang pede, canggung jadinya. Hahaha... =p

Senin, 07 Juni 2010

Realistis Idealis


Realistis atau idealis. Saya tidak tahu apa alasan Ello untuk memilih kata tersebut sebagai judul albumnya, iseng saja barangkali. Entahlah. Tapi yang jelas saya tahu kalau kedua kata itu sering mondar-mandir bersliweran di kepala kita. Ya, pilihan untuk menjadi idealis atau realistis. Sebuah obrolan klise sebenarnya, yang mungkin sudah bosan untuk diaduk dan dituang berulang kali dalam kata-kata di warung kopi. Tentang pilihan-pilihan yang akan kita ambil dalam hidup nanti. Tetap berpegang teguh pada prinsip, atau menyerah pada tuntutan kebutuhan. Ya, mari bicara sedikit tentang saya, mahasiswa, dan pilihan-pilihan itu …


Ketika kemarin saya membaca sepotong tulisan di blog seorang teman tentang pengalamannya bertemu demo mahasiswa, entah kenapa rasanya jadi terpikir lagi tentang pilihan idealis dan realistis. Konyol sekali rasanya kalau kita berpikir lagi tentang batas idealisme. Absurd. Dan maaf kalo saya mengatakan ini, tapi kadang idealisme masa muda yang sering diteriakkan saat demo itu bagi saya lebih terlihat sebagai euforia hipokrit. Sosok yang berdiri paling depan di barisan pendemo, berteriak paling lantang, dan tampil seakan siap melawan dunia pada akhirnya kemungkinan besar akan menjadi petinggi dari perusahaan yang dulu ia lawan. Ya, ini cerita lama sebenarnya. Sementara di satu sisi ada lagi mereka yang dengan terbuka menghamba pada pasar dan ‘kebutuhan’. Benar-benar ‘realistis’, kata mereka. Tanpa prinsip, tanpa kepercayaan, hanya pribadi dan kebutuhan …


Mungkin bagi beberapa orang, yang dengan teguh memegang kepercayaan dan prinsip seperti Munir atau Iwan Fals, tak ada kompromi akan kedua pilihan tersebut. Ijinkan saya mengatakan kalau mereka adalah orang-orang yang sungguh luar biasa. Namun menjadi idealis dan realistis bagi saya pribadi bukanlah sebuah pilihan biner. Tak ada pembedaan hitam putih atas kedua hal tersebut, karena hidup selalu berubah. Menjadi idealis dengan cara dan batas kita sendiri saya pikir lebih masuk akal daripada memberikan wacana dan teriakan layaknya seorang mesias, namun akhirnya nanti harus menelan semuanya dan menyerah pada kebutuhan. Tidak ada yang mau berakhir seperti seorang munafik bukan? Salah seorang teman saya, Edwin, sering mengatakan di status fesbuknya bahwa tindakan yang nyata walaupun kecil dan sifatnya pribadi akan lebih berarti daripada kata-kata lantang yang berisi wacana dan tuntutan. Deeds, not words. Saya setuju sekali dengannya. Entah Anda, entah orang lain ...

Sabtu, 05 Juni 2010

Nogosari : Sebuah Catatan Kecil (part 1)



Whew ... Akhirnya mata kuliah Penulisan Naskah Iklan yang jadi momok semester ini berakhir juga kemarin. Hasil juga malah sudah diumumkan. Alhamdulillah ... plong tenan rasane ... Akhirnya satu beban di pundak bisa dilepasin sedikit. Btw mumpung pas PNI ini juga udah selese, saya pengen cerita dikit tentang kelompok saya yang namanya Nogosari.


Saya ingat dulu kelompok ’Nagasari’ ini terbentuk cuman dari 4 orang aja. Dirga, Kotek, Ciprut, dan saya. Sebuah kesepakatan yang ndak sengaja terbentuk dari obrolan kecil di kosnya Dirga. Kami berempat ini emang bener-bener baru dengan yang namanya iklan, blas nggak tau apa-apa (mungkin cuman Ciprut yang mungkin sudah paham, soalnya dia udah pernah ikut Pinasthika). Pikiran kami berempat dulu juga benernya nggak muluk-muluk. Kami nggak-pernah mikir tentang persaingan antar kelompok atau semacamnya. Blas. Cuman pengen punya karya, udah. Lha wong motto kelompoknya dulu juga ”Dibuka Panjang, Dipegang Goyang”. Kayak kue Nogosari itu sendiri. Dibuka panjang, maksudnya di dalam sebenernya kita itu panjang akalnya. Dipegang goyang, artinya kita itu kayak nogosari, fleksibel dan adaptif. Manis, lembut, tapi juga crunchy. Hahahaha ...


Pengen ketawa rasanya kalo ingat waktu dulu pertama kali kelompok Nagasari ini jadi (Putri Indah, Ayu Ratri, ma Yungky masuk belakangan). Kami berempat yang laki-lakinya ini emang keliatan kayak berandal. Bener-bener asal dan nggak ketulungan isengnya. Bahkan dulu di awal semster sampe ada yang bilang kalo kelompok ini tu ”... cuma kumpulan para bajingan yang mau kerja ...”. Hahaha ... ^^ Entah dulu itu kok Sarah bisa-bisanya milih buat gabung ma kelompok ini.. =p


Akeh Ngguyu, Garapan Mlaku (Banyak Ketawa, Pekerjaan Jalan). Mungkin itulah cara kerja kelompok Nagasari ini. Kalau katanya Kotek: Kalau bercanda ya bercanda, kalo serius ya tetep bercanda. Soalnya kami pikir juga semester 4 ini berat banget, banyak tuntutan dan pekerjaan. Kami cuman pengen bikin di tempat yang namanya Nagasari ini kita bisa tetep ketawa, have fun, dan ngrasa nyaman. Ngrasa kompak dan kayak keluarga... =)


Lagi syuting Cinta Fitri Season 7, adegan pria gay yang dikejar wartawan ...


Jump Jump Jump!


Hitler dan Surya Paloh jilbaban ...


Mbak Putri sedang senyum manis, untuk mbribik kimcil-kimcil ...


Ssst ... Ini wujud aslinya Sarah. jangan bilang-bilang ya, rahasia ..


Kekerasan dalam rumah tangga memang sering kami alami ...