Selasa, 22 Juni 2010

Sebuah Catatan di Akhir Semester


Ya, akhirnya semester 4 berakhir hari ini. Alhamdulillah ... Mungkin tidak secara resmi, masih ada beberapa hal yang mesti diselesaikan. Tapi apapun itu, sepertinya saya dan teman-teman telah sepakat bahwa hari ini akhirnya ’semuanya’ sudah berakhir. Nampaknya saya juga nggak perlu repot-repot menanyakan pada teman-teman tentang bagaimana pendapat mereka soal semester ini. Wajah-wajah lega yang keluar dari kelas tadi siang sudah saya anggap sebagai sebuah jawaban, hehe ... Aroma liburan sudah sengak terasa di hidung, sementara kata ’pulang’ nampaknya sudah puluhan kali saya dengar seharian ini. Ya, saya sendiri juga merasakannya. Namun sejenak ketika saya duduk sendiri di kamar malam ini, jari-jari ini tiba-tiba ingin bercerita. Saya ingin sejenak melihat ke belakang. Tentang apa-apa yang sudah terjadi 5 bulan belakangan. Sebuah lagu dari Owl City, Air Traffic, dan tulisan ini dimulai ^^


”Semester ini bakalan berat banget ... ”, kata Ari. Tapi jujur saat itu saya nggak pernah berpikir bahwa yang dimaksud dengan ’berat’ akan jadi ’seberat ini’. Entahlah, mungkin masalah miskalkulasi adalah kelemahan saya yang paling parah, hehe ... ^^ Dan yah ... Harus saya akui bahwa ini adalah semester yang beneran nggak mudah. Banyak hal yang harus dikerjakan, sementara tugas-tugas kuliah terus berdatangan bagai tamu yang hadir di acara pernikahan. Datang secepat perginya, dan pilihan yang kita punya cuman melayani mereka sebaik mungkin. Dan ketika sejenak tadi saya memikirkan apa-apa yang sudah saya kerjakan sebelumnya, saya sendiri ngerasa heran ngeliat daftar itu. Gak tau deh gimana caranya saya bertahan hidup kemarin, hehe ... ^^


Tapi di balik itu semua, lepas dari teori-teori Soskom yang harus didengar tiap Senin pagi atau barisan tabel angka PMI yang mesti dikalkulasi tiap Kamis malam, banyak hal yang luar biasa terjadi di semester ini. Hal-hal yang sederhana sebenernya, tapi seperti kata Dirga, cerita-cerita itu ’punya arti lebih’. Lebih dari teori-teotinya Giddens dan Croteau lah pokoknya, wkwkwk ... =D Dan mungkin saya akan mengawalinya dengan cerita tentang kelompok PNI dan PMI sederhana yang bernama Nagasari.


Saya pernah bercerita tentang Nagasari di postingan yang lalu, tapi rasanya tidak pernah cukup untuk menceritakan beragam ceritanya. Saya ingat dulu ketika kelompok ini dibentuk oleh 4 ’bajingan’ di kosnya Dirga, yang kami inginkan cuman bisa berkarya di PNI. Sesederhana itu. Dan cerita semester 4 ini pun bergulir. Iklan pop-up Burger King yang sempat bikin geger, Sarah yang kemudian bergabung, iklan cetak kanker serviks yang bikin nangis, gagal total di iklan A Flava (padahal ini kelompok yang paling banyak perokoknya, hehe ... ), syuting TVC pertama dengan Kotek yang matanya tiba-tiba kemasukan tawon sehingga harus absen, cinta lokasi antara Ciprut dan Yungky, joged bareng di Shifra dengan lagu My Baby-nya Justin Bieber bareng Om Peppy, dan macam-macam lagi. Memang awalnya sulit untuk bisa bener-bener kompak. Tapi mungkin dua hal yang akhirnya bisa bikin kami satu. Ketawa dan bercanda. Hehehe ... ^^ Dan ketika diumumkan kami berhasil di acara pitching terakhir, rasanya masih nggak percaya...


Di bulan Maret kemarin saya juga secara resmi berumur 20 tahun. Waktu rasanya berjalan begitu cepat (apalagi ketika melihat foto-foto ospek 2 tahun lalu di laptopnya Ari, hehe ...). Dan di bulan yang sama saya juga musti mengakhiri hubungan yang sudah berjalan selama 2 tahun lebih. Sebuah keputusan yang beneran nggak gampang, tapi well, saya rasa semua orang punya batasnya masing-masing ... Dan kalau dipikir-pikir di bulan Maret dan April saya memang ngalamin banyak kejadian.


Bicara soal bulan April, saya ingat sebuah pengalaman lucu. Nekat! Yep, apalagi kalau bukan ngebantuin Ciprut bikin kejutan buat ultahnya Epe? Hahaha ... ^^ Semuanya dimulai dari obrolan di angkringan tanggal 3 April. Yah... Ceritanya kami berdua pengen bisa kasi sesuatu ke Epe di hari ultahnya di tanggal 6. Tapi ya itulah, kami berdua emang beneran nggak punya duit waktu itu. Nggak bisa belikan apa-apa buat Epe. Dan tiba-tiba ide untuk bikin testimoni kecil buat Epe keluar aja di kepala, dan begitulah. Kami berdua cuma modal nekat. Dengan modal sedikit usaha, kemauan yang keras dari Ciprut (percayalah, saya sendiri kagum sama ketulusannya), handycam pinjeman, laptopnya Agung, buku petunjuk Adobe Premiere dari Titi, dan resiko nilai jelek karena dibelain nggak ikut soskom ma mpkl, akhirnya testimoni pendek itu akhirnya jadi. Beneran asal dan njijiki sebenarnya, hahaha ... ^^ Tapi ketika akhirnya Epe sudah nerima videonya, saya rasa raut wajah senangnya dan Ciprut saat itu adalah bayaran yang impas ... :)


Berikutnya di pertengahan April salah seorang teman saya, Diaz, harus mendapat cobaan yang berat sehingga dia harus kembali ke Sukabumi sendirian. Yang bisa saya lakukan saat itu cuman menunjukkan belasungkawa dengan sedikit kata-kata di blog. Ketika akhirnya Saila dan temen-temen nawarin saya buat njenguk Diaz ke Sukabumi, saya nggak usah mikir panjang buat mengiyakan.


Tujuh orang; April, Saila, Titi, Rizma, Manda, Aul, dan saya akhirnya berangkat ke Sukabumi untuk menjenguk Diaz. Banyak kejadian yang terjadi dalam perjalanan itu, saya sendiri masih sering ketawa sendiri kalau ingat. Nunggu kereta di Lempuyangan sampe jam 11 malem sambil main truth or dare, berdesakan di kereta ekonomi sambil dengar ’karacang-kacang, tarahu-tahu’, balapan di kota Bandung ala supir angkot, liat kecelakaan pas ujan deres, nggak sengaja ngedudukin anak kecil di angkot, banyak lah pokoknya! Hahaha ... ^^ Tapi mungkin kejadian yang paling diingat adalah ketika kami sampai di depan rumah Diaz. Nggak banyak yang bisa bawakan buat Diaz waktu itu. Hanya sebuah kedatangan yang mungkin nggak terlalu banyak membantu (apalagi saya, yang malah ngabisin jeruknya Diaz). Ini cuman sedikit perhatian sederhana yang bisa kami berikan. Sesederhana karena kita adalah seorang teman ...


Yah, apapun yang sudah terjadi, semester 4 sudah berakhir. Kini sudah saatnya untuk menyelesaikan sedikit urusan yang belum selesai sebelum akhirnya pulang. Saat sejenak saya iseng memandang matahari sore di sepanjang jalan Solo tadi, tiba-tiba muncul perasaan aneh. Perasaan yang mengatakan bahwa saya akan merindukan semester ini. Karena betapapun sulitnya, betapapun saya mengutuk semester ini, tapi harus saya akui bahwa di s5 bulan terakhir ini saya telah belajar banyak hal. Dan entah darimana saya punya perasaan kalau setelah ini semuanya akan jadi sedikit berbeda. Liburan panjang, semester depan yang mungkin tidak sesibuk semster lalu, dan kenyataan bahwa kelas komstra tidak akan bertemu jadwal lagi dengan kelas media. Seperti akan ada sesuatu yang hilang. Tapi mungkin itu bukan hal yang mesti dipikirkan saat ini. Semuanya sudah selesai. Saatnya pulang sekarang .... =)

8 komentar:

t h y mengatakan...

mari liburan !! XD

Angga Prawadika mengatakan...

Dolan dolan! ^^ wkwkwk ...

(padahal masih ada soskom, eaaa ...)

arie mengatakan...

wueeedan! lagi beberapa detik aku gawe status FB tentang iki...

hahaha...

mungkin sebenarnya kita tidak benar-benar menginginkan semester 4 ini berakhir tapi lebih tepatnya kita membutuhkan liburan...

Angga Prawadika mengatakan...

@ Ari : hahaha ... ^^ sebuah pikiran yang sama kan?

ya, segimananya kita mengutuk semester ini, mungkin ini malah semster terbaik yang pernah kita alami ... :)

diazbela mengatakan...

ayo ke pantai yoookkk :D

heny mengatakan...

whaaaa.....jadi inget waktu kuliah dulu...semoga sukses ya...ntar kl pulkam jgn lupa bw oleh2...hehehe...Salam Kenal :-)

new colour mengatakan...

Mungkin hal yang terberat ketika kamu kangen sya ya ngga??hahahahhahahahahahahha

Angga Prawadika mengatakan...

@Heny : hehehe ... jaman kuliah emang
ngangngenin ya mbak katanya? ^^

Salam kenal juga ya,,

@Dirga : gundulmu! kangen Yungky ki. Dadi pengen ngantemi wong. Ayo Dir! XD hahahahahahaha ...