Senin, 02 Agustus 2010

Di Sini Tertulis So..U..L Ma..Te ...


Saya tidak tahu bahwa acara sarapan pagi bersama Bapak (yang kebetulan datang ke Jogja pagi ini untuk acara ‘inspeksi dadakan’) bisa jadi ide buat ‘ngoceh’ di blog. Berawal dari sebuah kejadian yang sederhana sebenarnya. Dan itu terjadi pagi ini, saat kami berdua sedang duduk manis di trotoar dekat warung gudeg di salah satu sudut Jalan Gejayan. Jam 7 pagi dan kendaraan sudah mulai berebut tempat di jalan sempit di depan pasar. Tipikal jam pagi di Jogja. Hanya saja sedikit sepi karena sekarang masih musim liburan mahasiswa, jadi gak terlalu banyak sepeda motor yang berlalu-lalang. Tiba-tiba di tengah keramaian itu pandangan saya tertuju ke seberang jalan. Seorang nenek, mungkin usianya sudah sekitar 70 tahunan, terlihat berjalan pelan sambil membawa tas penuh bahan belanjaan dari pasar. Nenek ini kemudian dijemput oleh suaminya, seorang kakek yang usianya mungkin sudah sekitar 80 tahun, yang baru saya sadari semenjak tadi menunggu dengan setia dengan sepeda tuanya di pojok sebuah gang kecil. Saya sendiri sempat tidak yakin kalo si kakek bakal membonceng pulang istrinya dengan sepeda tuanya itu. Karat di rangka besi sepeda tua si kakek bahkan masih terlihat jelas dari tempat saya duduk, belum lagi belanjaan yang harus dibawa jumlahnya banyak. Tapi mungkin karena keduanya sudah melakukan ini setiap pagi, kakek dan nenek ini akhirnya bisa menata diri di atas sepeda tua itu dan meninggalkan saya sendiri yang melihat mereka menghilang di balik gang sambil termenung…


Sebuah kejadian yang sederhana banget sebenarnya, ya kan? Tapi entah kenapa pemandangan tadi pagi membuat saya jadi mikir tentang apa yang dikenal dengan ’soul mate’. Sebuah konsep yang sejujurnya nggak pernah saya pikir dengan serius sebelum ini, hehe ... :p Sebelumnya saya selalu berpikir kalo kata Soul Mate tu semacem ’bumbu wajib’ yang selalu muncul di sinetron-sinetron remaja atau semacam kata yang laris dipake di judul-judul novel buat cewek. Istilah lain yang lebih dramatis dari kata ’pacar’ ato semacemnya, pikir saya dulu. Tapi melihat kejadian sederhana pagi ini saya jadi berpikir bahwa mungkin apa yang dinamakan Soul Mate itu memang ada ya... Seseorang yang menjadi belahan jiwa kita kalo orang Jawa bilang (Garwa : Sigaraning Nyawa). Seseorang yang memang ditakdirkan untuk menemani cerita hidup kita hingga kita tua nanti. Dan lebih dari itu semua, dia adalah seseorang yang membuat kita ... lengkap.


Ya, saya akhirnya juga jadi berpikir. Suatu saat nanti kita harus mengakui bahwa telah tiba bagi kita untuk mengakhiri semua petualangan masa muda ini. Akan ada saat dimana kita bakal berhenti untuk mencari dan menjelajah, dan tiba saat untuk memutuskan dan memilih. Saat dimana kita harus merelakan ego ini dan dengan tulus menerima untuk menjadi satu dengan orang lain. Yep, seorang ’soul mate’. Semua itu karena hidup tidaklah sesederhana membuat telur ceplok di wajan teflon. Banyak pilihan dan tantangan yang tidak dapat kita hadapi sendirian. Di situlah mungkin alasan Tuhan menciptakan ’dia’, karena yakinlah nggak ada seorang pun yang diciptakan sendirian. Seorang teman setia, yang bakal menerima kita apa adanya. Sama seperti kakek nenek yang saya temui tadi pagi, akan ada seseorang yang dengan tulus menemani kita bahkan hingga kita tua nanti... ^^

Bayangkan cerita hidup bagaikan langit malam. Maka untuk menemukan ’seseorang’ itu maka rasanya seperti memandang jauh ke atas langit malam yang cerah di bulan Oktober. Akan kita temui ribuan bintang, yang datang silih berganti lewat dalam kehidupan kita. Namun dari ribuan bintang yang memenuhi jalan cerita hidup kita itu, yakinlah bahwa akan ada satu bintang yang bakal selalu menemani kita dengan setia ^^ Bintang yang dengan hangat terus berpendar terang, yang dengan setia menemani bahkan hingga langit telah menjelang fajar nanti... :)


Hahaha ... ^^ Lagi-lagi saya ngoceh nggak mutu! Wkwkwk ... Maklum lah, saya nggak seberapa pinter ngomong soal yang beginian. Entah kemasukan jin apa hari ini kok tiba-tiba jadi ngomongin soal soul mate gini :p tapi yah, saya salut banget deh ama pasangan kakek dan nenek tadi pagi. Seperti kayak kata Bapak saya yang nyeletuk sambil nyeruput teh angetnya,” Kesetiaan tu jadi barang langka ya sekarang ini ...”. Mungkin diem-diem dia juga memperhatikan kakek nenek itu juga, siapa tahu, hehehe ... :)

10 komentar:

BIG SUGENG mengatakan...

Kita memang harus belajar apa arti shoulmate yang sesungguhnya dari apa yang mereka lakukan bukan dari apa yang mereka katakan

Ian D. Sitompul mengatakan...

itu foto becaknya foto sendiri yah?
baguuuuus....
temanya roda kehidupan...
naaaah,kehidupan ini misteri kawan.miskin-susah itu cobaan,begitu juga kekayaan-kebahagiaan jg bagian dari cobaan.haks!

Anonim mengatakan...

ngga..sorry to say..paragraf empat agak picisan yah..hahaha
menurutmu soulmate itu cm ada 1 ya?
gimana kalo ternyata lebih dari 1?atau ternyata org yg selama ini udah dianggap soulmate ternyata bukan?
what is the real definition of soulmate?so we can know when she/he comes...

Angga Prawadika mengatakan...

@ Pak Sugeng : benar sekali Pak Sugeng :) belajar dari mereka yang sudah menemukan soulmatenya. Pak Sugeng salah satunya, hehehe ... :)

@ Tompul : iya, foto lama banget tapi :p harus banyak nbelajar dari yang udah master kayak kamu tuh, wkwkwk ...

@anonim : hahaha ... ^^ setoedjoe! daripada picisan mungkin lebih keliatan kalo saya ni naif banget, pipe dreams istilahnya :)

saya ndiri mah nggak tau soulmate tu apa definisinya apa, maaph :p it's not about what i know about soulmate, it's about what i believe about it. And i'm sure we have a differences about what we 'believe' n word soulmate :D

Sounds sooo ... idealistic and naive, isn't it? but well, let's say that i'm not the only one :)

Anonim mengatakan...

Hell yeah you're right!
semua orang bisa mengartikan soulmate seperti apa yg mereka yakini...
btw ada 1 hal yg masi bkn ak bertanya2..
apa hubungannya tulisan ini sama foto becak?haha
:D

Angga Prawadika mengatakan...

nggak ada benernya. Ni simpel gara2 kehabisan stok foto di laptop (gara2 kamera ketinggalan di Malang, hehe ... :p)

new colour mengatakan...

Angga,,koe nulis iki mergo kepingin banget ngerti maknane soulmate yoh???hehehhe,,,

setelah aku membacanya,,memang maknanya dalam,,bukan sekedar digambarkan dalam sinetron,,hehehhehehehe

Angga Prawadika mengatakan...

kalo Tika? Soulmate bukan Dir? :p

new colour mengatakan...

hukakakkakaka,,,,belum kayaknya,,,wkwkkwkwkwkw

nadiraa mengatakan...

just simply love this post :)