Jumat, 03 September 2010

Sisi Lain


Benernya aku punya banyak draf tulisan buat blog. Tapi gak mau kuposting ... Soalnya kayak bukan aku di tulisan-tulisan itu, terlalu tinggi ... “


Kira-kira sekitar 5 hari yang lalu saya kebetulan mendengar kalimat di atas meluncur dari mulut seorang teman. Itu terjadi dalam sebuah pembicaraan ringan antara 3 orang yang sedang bingung mempersiapkan presentasi sebuah proyek video. Saya sendiri tidak tahu apa yang teman saya rasakan sewaktu mengatakannya, tapi saya yang sedikit mengantuk waktu itu tiba-tiba langsung melek. Tergelitik. Ada hal menarik yang saya tangkap dari celetukannya. Sesuatu tentang ‘aku, dan bukan aku’. Sesuatu yang ingin saya obrolin di postingan kali ini.


Well, salah satu hal yang saya dapatkan dari 2 tahun kuliah ini (selain nilai C untuk 3 mata kuliah yang berbeda dan nama account Fesbuk yang terkesan alay) adalah akhirnya saya belajar bahwa kadang manusia tidaklah sesederhana kelihatannya. Semakin lama saya berteman dan bergaul, mendengarkan cerita mereka, atau sekedar bercanda dengan orang-orang yang saya kenal saya jadi makin yakin bahwa setiap orang selalu punya sisi lain yang tidak mereka perlihatkan. Saya bersyukur di beberapa kesempatan saya mendapat kesempatan untuk melihat ‘sisi lain’ dari beberapa orang yang saya kenal. Seorang teman yang dari luar terlihat urakan dan tidak bisa serius di suatu saat bisa menjadi sangat melankolis. Di sisi lain seorang teman cewek yang terlihat keras dan tangguh bisa menjadi sangat berbeda, menjadi sangat sensitif dan perasa di waktu yang lain. Dan setelah mendengar kata-kata teman saya di atas, rasanya saya jadi bertambah yakin bahwa kita semua punya sisi lain yang berbeda. Namun untuk beberapa alasan, kita lebih memilih untuk menyembunyikan sisi lain itu...


Alasan kita menyembunyikan sisi lain itu mungkin sama dengan alasan kita menjadi diri kita yang sekarang ini. Because sometimes the world itself just simply don’t understand. Kita berusaha untuk terlihat kuat dan tegar, selalu berusaha untuk dapat diandalkan, berusaha untuk terlihat urakan dan asal, semuanya agar kita diterima dalam pertemanan. Kadang kita berusaha menutupi siapa sebenarnya diri kita dengan kepribadian yang dituntut oleh sekeliling kita. Kita kadang merasa takut, khawatir, jatuh cinta, tersakiti, cemburu, tapi tidak kita tunjukkan. Apakah ini semua salah? Saya kira tidak, karena memang beginilah yang terjadi selama ini. Kita kadang tidak bisa menunjukkan diri kita sepenuhnya pada dunia. Satu-satunya hal yang salah adalah apabila kita menyangkal sisi lain kita tersebut, apabila kita menolak perasaan itu karena menganggapnya sebagai sebuah ‘kelemahan’. Itulah kesalahan. Selain itu, saya percaya bahwa setiap orang akan menemukan tempat bagi mereka untuk menjadi diri mereka seutuhnya. Tempat dimana kita bisa menunjukkan sisi lain yang tak bisa kita tunjukkan pada dunia. Tempat itu adalah orang-orang yang terdekat dengan kita ^^ Mereka yang melihat kita apa adanya, yang dengan tulus mau menerima kita apa adanya tanpa harus menuntut apapun. Orang tua, saudara dekat, sahabat, pacar, seseorang yang ‘selalu ada di sana’.


Jadi apabila temen saya tadi bilang kalo dia ngerasa tulisan-tulisannya itu ‘bukan dia banget’, terus tulisan yang ‘dia banget’ tu yang gimana? Saya rasa untuk hal inilah blog pribadi diciptakan. Untuk bercerita dan berbagi secara pribadi, untuk menunjukkan sisi lain yang tidak bisa ditunjukkan di luar sana. Butuh keberanian, dan kerendah-hatian, untuk mau menerima sisi lain kita tersebut. Saya juga akhirnya sadar, kok bisa beda banget antara saya yang di blog dengan saya yang di luar sana, hahaha ... :D Tapi itulah , saya ngerasa bisa sedikit jadi diri saya sendiri di blog. Harus diakui saya nggak bisa jujur sepenuhnya :p masih ada hal-hal nggak saya tunjukkan. Mungkin butuh proses juga, entahlah. Atau mungkin sama seperti kebanyakan teman-teman, saya cuma orang lain yang menunggu untuk ditemukan oleh seseorang yang benar-benar bisa dipercaya, hehe ... :)

4 komentar:

CPchyper mengatakan...

wahahaha ditulis xD

new colour mengatakan...

Pas Karo impian!!!!!!!!!!!!!!!

sesuai karo keadaan,,,,,,,

I like Your style in your language,,,,
:-)

Lidya Ayu mengatakan...

kalo kata sigmund freud sih apa yang terlihat itu seperti puncak gunung es di lautan, sisanya yang 90% ada di dalem lautan dan ngga terlihat. hehe =)

Angga Prawadika mengatakan...

@Lidya: Haha.. segitiga es Id, ego, superego, bener banget tuh! :D banyak yang nggak kita ketahui tentang orang lain emang ^^

btw makasih sudah berkunjung :)