Kamis, 18 November 2010

Cerita Hantu Masa Kecil. Part 1



Saya kemaren iseng-iseng aja buka sebuah situs misteri di internet. Judul artikelnya lumayan menggoda. Tentang 10 tempat paling berhantu di Amerika. Well, bicara tentang misteri dan hantu, nampaknya kita yang di indonesia juga punya cerita sendiri. Saya jadi inget beberapa cerita yang dulu sempat ada waktu saya masih di Malang.


Ini adalah rumah kakek saya yang ada di Tulungagung, tepatnya di desa Rejotangan. Rumah besar gaya jaman dulu, lengkap dengan bale di sebelah kiri rumah serta halaman belakang luas yang dulu penuh dengan pohon coklat dan rambutan. Saya masih ingat dengan teralis besi warna kuning, jendela kayu, dapur dan tungku tanah liatnya, serta kamar mandi yang letaknya di luar bangunan utama rumah. Dulu waktu almarhum kakek saya masih hidup, seluruh keluarga besar biasa berkumpul di sini kalo lebaran. Tapi sejak kakek saya meninggal rumah ini akhirnya ditinggali oleh Budhe saya yang nomer 5 beserta keluarganya. Sedikit cerita, dulu waktu masih kecil saya nggak begitu suka buat tinggal lama-lama di rumah ini. Banyak cerita yang aneh-aneh di sekitar rumah ini yang saya dengar dari ibu dan sodara-sodara lain...

  1. Di rumah ini sering tercium bau wangi melati padahal nggak ada tumbuhan melati di sekitar rumah. Baunya pun samar-samar tapi jelas tercium. Di rumah ini juga sering terlihat sekelebat bayangan yang kemudian hilang kalo kita ngeliat ke arah kelebat bayangan itu tadi. Saya kira dulu awalnya cuman perasaan sampe saya cerita ke Budhe saya. Komentarnya cuman, ”Kamu liat juga toh?”. Kejadian ini sering terjadi di daerah bale utama yang sepi dan gelap serta di sekitar kandang ayam di belakang.

  2. Dulu waktu kecil, Ibu saya pernah mengalami kejadian aneh. Ibu adalah putri bungsu kakek, jadi biasanya tidurnya sama kakek di semacam ranjang dari tembok yang ada di dekat jalan menuju baale. Pada suatu malam, Ibu ingat ia bangun karena seperti ada yang membangunkan. Ketika dia sadar, ia merasa bahwa ada semacam tangan yang luar biasa besar, hitam dan berbulu, menindih tubuhnya. Ketika Ibu menutup matanya sambil membaca doa lagi, tangan itu kemudian hilang.

  3. Budhe saya sering diganggu dulu waktu tidur di kamar yang ada di bale. Pada suatu malam ia merasa selimutnya ditarik-tarik saat tidur sendirian. Suatu kali ia merasa ranjangnya seperti diangkat ke atas hingga ia ketakutan setengah mati. Budhe juga sering mengalami mimpi yang aneh seperti didatangi pria tua berbaju putih dan semacemnya.

  4. Pernah ada cerita dulu saat Ibu saya masih kecil juga. Saat itu sepupu saya yang biasa saya panggil Mbak Kom baru saja menonton acara tayub di desa ditemani seorang kerabatnya (Mbok siapa saya lupa namanya). Karena waktu itu waktu sudah tengah malam, mbak Kom yang waktu itu masih kecil dan kerabatnya ini kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah kakek saya. Waktu itu di desa belum ada listrik, sehingga jalan desa gelap sekali karena tidak ada penerangan. Dua orang ini hanya membawa senthir (semacam obor kecil) sebagai penerang jalan

Singkat cerita, ketika masuk ke halam depan rumah kakek saya kerabat Mbak Kom ini melihat ada cahaya yang bergoyang-goyang di udara sedang keluar dari dalam rumah. Karena berpikir bahwa itu pasti kakek saya yang keluar untuk buang air di halaman belakang sambil membawa ublik (lampu minyak kecil), ia pun mengikutinya. Selama diikuti, kerabat mbak Kom ini merasa ada yang aneh. Cahaya obor kakek saya cepat sekali bergeraknya. Selain itu ketika dipanggil kakek saya juga tidak menjawab. Dan tiba-tiba ketika mereka sudah jauh di kebun coklat di belakang rumah, cahaya itu hilang.

Kebingungan dan khawatir, kerabat Mbak Kom dan Mbak Kom sendiri kemudian kembali dan masuk rumah lewat pintu belakang. Di dapur budhe saya yang nomer 5, Budhe Ismiyati, masih mencuci piring. Kerabat Mbak Kom kemudian bertanya tentang kejadian tentang kakek saya yang kelur rumah tapi kok cahaya obornya tiba-tiba hilang. Dia khawatir kakek saya terpeleset atau jatuh. Mendengar cerita itu, Budhe Ismiyati cuman bengong sambil menjawab,” Lho, Bapak tidur di kamar kok Mbok. Ndak ada siapa-siapa yang keluar dari rumah malam ini“


Trus, cahaya bergoyang yang keluar dari rumah itu apa?

2 komentar:

ridho dido mengatakan...

wuihhh... seram juga masa lalu mu,, mas Angga.. hehehe... folks story

Ermaya mengatakan...

blogwalking, mas Angga. Syereemm waahh...