Minggu, 28 November 2010

Misteri Kapal S.S. Ourang Medan


Kemarin saya yang iseng-iseng buka-buka situs di internet kebetulan menemukan sebuah artikel yang menarik. Situs yang saya buka ini berisi tentang beberapa kejadian misterius yang terjadi di seluruh dunia. Beberapa mungkin sudah banyak kita dengar (jadi agak basi bacanya) seperti misteri tentang Atlantis, cerita tentang kapal Mary Celeste, Nazca lines, dan blablabla apa lagi gitu. Tapi ada satu bagian yang menarik perhatian saya karena settingnya ternyata ada di Indonesia. Ada yang pernah dengar tentang cerita kapal belanda yang bernama S.S. Ourang Medan dan cerita tragisnya ? Well, cerita yang saya baca lewat versi bahasa Inggrisnya sangat menarik. Dan yang saya tulis ini anggap aja sedikit sharing tentang cerita tersebut lewat bahasa saya sendiri...

Cerita yang berhembus seputar S.S. Ourang Medan ini dimulai dari laporan Proceedings of the Merchants Marine Council tahun 1953 yang dikeluarkan oleh United States Cost Guard. Cerita ini konon juga populer di kalangan pelaut Indonesia. Kejadian misterius yang menimpa S.S. Ourang Medan diceritakan terjadi pada sekitar bulan Februari 1948.

Saat itu adalah hari yang cerah di perairan Selat Malaka. Kondisi perairan dikatakan sangat tenang, bahkan bisa dibilang sempurna untuk pelayaran sebuah kapal. Namun ketenangan tersebut kemudian terusik ketika tiba-tiba sebuah sinyal SOS (distress call) dari sebuah kapal muncul dari sebuah titik di region tersebut. Sinyal SOS ini kemudian diketahui berasal dari sebuah kapal kargo belanda yang bernama S.S. Ourang Medan. Dari sekitar selusin kapal lain yang ada di daerah tersebut, hanya dua kapal dagang milik Amerika Serikat yakni City of Baltimore dan Silver Star yang dapat menerima sinyal SOS tersebut dengan baik. Sinyal yang dikirimkan oleh radio operator S.S. Ourang Medan ini terdengar amat panik dan histeris, dan kata-kata yang disampaikan membuat para penerima sinyal radio tersebut terdiam. Dari ujung radio terdengar teriakan putus asa,


"Para perwira sudah tewas, kapten terbaring di ruang kendali. Sepertinya semua awak telah tewas."


Silver Star akhirnya dapat menemukan lokasi tepat dari sinyal darurat yang dikirimkan oleh S.S. Ourang Medan. Kapten dari Silver Star saat itu kemudian segera memerintahkan awaknya untuk menuju posisi tersebut. Namun belum sampai ke lokasi yang dituju, terdengar teriakan lirih di radio beserta dengan kode yang mirip sandi more,


"Aku hampir mati"


Kemudian diikuti keheningan yang mencekam. Gemerisik radio yang tak beraturan tetap terdengar untuk beberapa waktu.


Penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, Silver Star akhirnya dapat menemukan lokasi Ourang Medan. Kapal kargo belanda ini ditemukan dengan kondisi baik sedang diam terapung, dan tidak ditemukan siapapun terlihat di atas kapal. Karena sandi radio dan bendera tidak mendapat respon, sebuah tim kecil kemudian diturunkan dengan sebuah sekoci untuk melihat kondisi S.S. Ourang Medan. Beberapa laporan mengatakan bahwa awak Silver Star sejak awal melihat ada keganjilan, yakni banyak hiu yang berkumpul di sekitar lambung kapal (hiu-hiu diketahui dapat mengetahui dan segera berkumpul apabila ada orang mati di laut). Apa yang kemudian disaksikan oleh awak Silver Star di kapal kargo belanda bernama S.S. Ourang Medan ini tidak akan mereka lupakan selamanya.


Seluruh awak S.S. Ourang Medan ditemukan telah menjadi mayat di dek kapal. Sementara di ruang kendali kapten kapal dan semua perwira juga telah terbujur kaku, seakan-akan kapten mengumpulkan mereka semua untuk sebuah pembicaraan yang amat penting sebelum ‘sesuatu’ terjadi. Yang membuat awak Silver Star terkejut dan ketakutan ialah apa yang mereka lihat dari mayat-mayat yang bergelimpangan itu.

Semua mayat menghadap ke arah yang sama, ke arah matahari. Semuanya menunjukkan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Mata mereka terbuka lebar sementara gigi mereka terkatup rapat. Beberapa laporan bahkan menyatakan beberapa mayat ditemukan dengan tangan menunjuk ke atas. Seekor anjing yang ada di atas kapal juga ditemukan dengan kondisi serupa: mati dengan kondisi mata terbuka terbelalak menghadap langit. Anehnya, awak Silver Star tidak menemukan adanya tanda kerusakan atau bekas kekerasan pada mayat. Seakan semua yang berada di atas kapal meninggal secara serentak karena ketakutan yang luar biasa.


Sesuatu terjadi di atas kapal, tapi apa ?


Belum selesai tim dari Silver Star memeriksa bagian kapa, tiba-tiba dari bagian kargo kapal muncul kilatan api yang dengan cepat menyebar ke bagian kapal yang lain. Sadar karena nyawa mereka terancam, tim kemudian segera meninggalkan dek untuk kembali ke Silver Star yang sedari tadi menunggu di kejauhan. S.S. Ourang Medan kemudian meledak dengan suara yang keras, ditelan kobaran api sebelum akhirnya tenggelam ke dasar lautan.

Yang dari cerita tentang S.S. Ourang Medan ialah tidak ditemukan data tentang kapal bernama tersebut di catatan sejarah di bagian pelayaran Belanda. Beberapa teori yang muncul kemudian berusaha menjelaskan tentang cerita tersebut. Salah satu yang paling mungkin ialah bahwa S.S. Ourang Medan membawa zat kimia berbahaya yang akhirnya bocor, meracuni seluruh awak sebelum akhirnya meledak. Beberapa teori yang berkaitan dengan supranatural dan UFO (eeeerghhh ... -___-) juga populer. Namun beberapa mengatakan bahwa kisah ini hanyalah hoax ataua tipuan karena data-data yang mendukung tidak ada atau hilang, dan United States Coast Guard dikatakan hanya ‘berkhayal’ tentang cerita yang diselimuti misteri ini. Tapi dari yang saya baca dari sebuah situs, seorang pelaut dari Indonesia mengatakan bahwa cerita ini sangat populer di kalangan pelaut. Bahkan sang pelaut itu juga menguimpulkan dan menganalisa cerita yang berhembus seputar S.S. Ourang Medan dan menciptakan teorinya sendiri.

Mengenai benar tidaknya cerita ini, atau tentang apa yang terjadi di dek kapal S.S. Ourang Medan, tentang apa yang (kalau benar) dilihat oleh awak kapal di siang Juni 1948 sebelum mereka menjadi mayat itu mungkin hanya Allah SWT yang tahu. Wallahu ‘Alam ...



2 komentar:

Brainless~ mengatakan...

Wihh, serem juga ya

boleh aku share ya post ini?
haha, thanx ^^

aga mengatakan...

mas angga, aku jadi parno #gigitbibir

-aga-