Jumat, 23 Desember 2011

Tentang Demonstrasi Mahasiswa Jaman Sekarang



Gambar diambil dari sini


Ngomong-ngomong Soal Demonstrasi Mahasiswa …

Lima hari yang lalu saya yang lagi iseng-iseng buka artikel di website Kompas menemukan berita yang menarik. Judulnya saja sudah cukup menggoda. “Mahasiswa ITB Didemo Mahasiswa Lain di Bandung Karena Menolak Untuk Ikut Demo”, atau mungkin kurang lebih seperti itu. Silakan baca disini kalau berminat. Singkat kata inti dari artikel tersebut ialah adanya demo dari beberapa mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Bandung yang ditujukan pada para mahasiswa ITB. Alasannya karena para mahasiswa ITB ini dianggap kurang solider dengan tidak menghadiri demonstrasi bersama untuk mengenang Sondang Hutagalung yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Saya nggak ngerti kalo disuruh komentar tentang masalah ini, tapi kalo ketawa ngakak saya bisa. Menarik sekali :) Tapi sejujurnya, saya sendiri lebih tertarik membaca komen-komen yang ditinggalkan pembaca di bawah artikel tersebut. Membuat kita berpikir tentang arti demonstrasi di jaman sekarang kalo boleh saya bilang. Apalagi dari kita sendiri, dari sudut pandang mahasiswa.

Kita semua tahu kalo pandangan kita (mahasiswa) tentang demonstrasi itu bermacam-macam. Mereka yang tidak setuju berargumen bahwa demonstrasi adalah tindakan yang sia-sia. Berkumpul seharian di bawah terik matahari sambil berteriak serta membawa papan-papan tulisan untuk beberapa dari kita dianggap tidak masuk akal. Tidak ada perubahan yang muncul dari aksi demonstrasi selain jalanan yang macet, begitu mungkin kurang lebih pikiran mereka. Sementara di sisi lain mereka yang setuju pada aksi demo percaya bahwa demontrasi adalah cara untuk menunjukkan kepedulian serta tuntutan mereka terhadap sebuah kondisi sosial yang tak diinginkan. Demontrasi adalah bentuk perlawanan dan perjuangan. Dari sini muncul akhirnya pandangan-pandangan negatif antara satu pihak dengan pihak yang lain. Pihak yang tidak setuju melihat sebuah aksi demonstrasi sebagai sebuah kebodohan, tindakan sia-sia, dan tidak ‘intelek’. Sementara yang setuju dengan aksi demonstrasi melihat pihak yang kontra sebagai pihak yang pasif, tidak memiliki cukup kepedulian (well, untuk yang ini harus diakui ada benarnya), bahkan sampai mencap bahwa kelompok yang kontra adalah simbol dari kelompok yang mereka lawan (burjois, hedonis, arogan, bla bla bla).      

Jadi, apakah saya pro atau kontra dari aksi demonstrasi? Lepas dari fenomena ‘demonstrasi berbayar’ atau semacamnya, sejujurnya saya pikir aksi demontrasi punya niat yang baik. Tidak semua dari kita punya kepedulian terhadap sesama. Kebanyakan dari kita lebih suka ‘belajar-tekun-lulus-kerja-hidup-bahagia’. Itu tak salah, tapi jelas lebih tak salah lagi teman-teman kita yang punya kepedulian sosial itu, yang memikirkan bagaimana perasaan korban penggusuran tanah atau pembantaian orang utan misalnya. Mereka ini tidak menjadi hipokrit dengan menutup mata atas kenyataan pahit di sekeliling. Dan at least mereka berbuat sesuatu. Yang kita bicarakan adalah demonstrasi, dan demontrasi adalah cara. Jadi daripada mempertanyakan apakah mahasiswa pro atau kontra dengan demonstrasi, mungkin pertanyaan yang semestinya ditanyakan  adalah : Apakah demonstrasi memang cara yang efektif untuk menuntut sebuah perubahan?

Anggap saja ini adalah sebuah alternatif masukan yang saya berikan buat teman-teman mahasiswa. Entahlah kalo pendapat teman-teman, tapi menurut saya demonstrasi jaman sekarang sudah sangat dipertanyakan efektivitasnya. Bukan hanya karena pihak yang dituntut, misalnya pemerintah atau rektorat kini sudah mulai capek (atau terbiasa) mendengar aksi demo, tapi yang lebih penting juga karena demonstrasi lama kelamaan kian sulit menarik perhatian massa. Masyarakat jadi kian tidak simpatik dengan aksi demo. Dan itu adalah masalah besar, karena syarat utama dari sebuah tuntutan atau gerakan perubahan bisa sukses adalah kalau suara tuntutan itu memang ‘cukup keras’ untuk didengar. Jadi daripada fokus ke pihak yang dituntut, kenapa tidak fokus untuk menarik perhatian massa saja? Nah, ada yang pernah dengar tentang people movement atau mungkin Social Campaign? Maaf kalo istilah saya salah, tapi maksud saya seperti ini kurang lebih. People movement mungkin bisa diartikan semacam gerakan sosial yang melibatkan banyak orang. Ini adalah sebuah alternatif cara yang bisa dilakukan teman-teman selain melakukan demonstrasi, untuk menarik perhatian massa dengan efektif. Contoh people movement yang baik misalnya gerakan Occupy Wall Street atau Gerakan Coin Prita. Sedang social campaign yang berhasil seperti Gerakan Upacara bendera Online yang kemaren sempat jadi pembicaraan.


Gerakan-gerakan ini punya efek yang luar biasa karena masyarakat secara sadar dan suka rela ikut tanpa ada paksaan. Ini adalah sebuah alternatif cara yang bisa dilakukan teman-teman selain melakukan demonstrasi. Media adalah kunci utama keberhasilan dari people movement ini. Ingat kalo sekarang masyarakat sudah sangat terkoneksi dengan berbagai macam media, terutama media online. Satu hal yang juga mesti kita ingat tentang massa adalah mereka resisten terhadap aksi-aksi yang sifatnya non-simpatik dan keras. Demonstrasi termasuk di dalamnya. Massa lebih tertarik pada aksi yang melibatkan nilai-nilai positif. Teman-teman kita pun sudah banyak yang melakukannya. Misalnya senior saya Lolitya Anindita dan Damar Wijayanti yang membuat gerakan ‘Hand A Book’. Inti gerakan ini sederhana yakni menghindari penyia-nyiaan buku ajar kuliah apabila kita naek ke tahun berikutnya dnegan cara memberikannya ke adek-adek kelas kita yang siapa tahu membutuhkan. Walaupun sederhana, seperti kata teman saya Yustan Muhammad Agil, tapi efeknya besar dan punya long-lasting value.



Gerakan-gerakan sosial seperti ini memang butuh konsep dan perencanaan yang baik dan matang. Harus dipikirkan bagaimana reaksi massa, bagaimana pengaturan jalannya gerakan, dan lain sebagainya. Juga harus dipikirkan apa saja pesan yang mesti disampaikan dalam media-media yang dipakai seperti twitter atau poster. Walaupun sulit, apabila berhasil hasilnya akan benar-benar membuat sebuah perubahan. Walalupun sedikit tapi itu bermakna, bukankah itu yang kita semua harapkan? Gerakan sosial ini jelas tidak se-heroik melakukan demonstrasi. Tidak akan membuat kita merasa menjadi seorang ‘pejuang-muda-penyelamat-bangsa’. Tapi itu kalau yang Anda cari adalah harga diri dan kebanggan. Kalo Anda benar-benar ingin membuat perubahan dan berbuat untuk sesama, ya mungkin alternatif di atas bisa dijadikan pilihan … 


Rabu, 21 Desember 2011

Gamons 1st Tutorial : Basic Retouch and Soft Color




Iseng-iseng saya buat tutorial desain. Lumayan kalo ada yang mau edit-edit foto profpicnya biar lebih oke. Benernya ini udah lama bikinnya, buat proyek majalah 'Kreate' yang akhirnya kandas di tengah jalan, haha ... Oiya, ini tutorial desain saya yang pertama jadi mohon maaf kalo seumpamanya ada yang susah di mengerti. Kalo ada yang nggak dimengerti atau bingung, tanya aja langsung di blog ini atau email ja di ojodiadd@gmail.com. Terimakasih buat Rizma Kristiana yang bersedia fotonya jaman ospek dulu diobrak-abrik di sini :) Selamat mencoba! 





klik di sini buat download versi aslinya. 
Yang lebih keliatan. 

Catatan : 
  • Software yang saya pakai adalah Photoshop CS 3. Tapi buat yang pakai CS 1 atau 2 gak masalah soalnya fitur-fiturnya sama aja kok yang dipakai di tutorial ini. 
  • Foto yang mau diedit sangat disarankan punya resolusi besar agar bisa lebih mudah diedit. Sekitar 800x800 pixel ke atas.




Selasa, 13 Desember 2011

Pinasthika & Caraka Artworkzzz


Alhamdulillah. Seterusnya ndak ngerti mau bilang apa. Gak nyangka saya dan partner saya Matahari Asysyakuur bisa dapat gold di AdStudent Pinasthika tahun ini, ditambah kemaren dapet silver di BG Award Citra Pariwara 2011. Sebenernya saya masih bingung. Maksud saya, kok bisa ya? Padahal kalo diliat karya saya ma Matahari waktu presentasi di depan juri ndak keren-keren amat. Kalo saya pribadi masih biasa aja malah, kalah ama peserta yang lain. Ya mungkin ini tandanya emang harus belajar lebih banyak lagi. Lebih banyak mengingkatkan kemampuan juga kalo katanya mas David. Biar nggak malu-maluin ntar kalo udah kerja, haha ... 

Ini beberapa karya yang saya kirim buat Pinasthika dan Caraka. Masih banyak banget kurangnya. Tapi ya seenggaknya bisa belajar banyak banget tentang iklan tahun ini :) sip sip!  




Karya saya dan Matahari yang tembus ke Pinasthika. Ide saya kalo yang ini. 
Ini maunya nggak dikirim soalnya Matahari nggak suka. Eh malah tembus :)



Ini juga buat Pinasthika. Yang dikirim (dan gagal masuk) adalah yang versi
revisinya. Nggak tau tapi saya suka aja yang versi pertamanya ini.


Ini yang coba-coba entry ke Caraka. Pantainya saya ambil dari foto-foto
waktu saya ma Matahari KKN ke Bangka. Aseek ... 



Hahaha ... Yang ini rodo wagu sih :p 
terinspirasi dari cover CDnya Pink Floyd "Dark Side of the Moon"




Selasa, 15 November 2011

Japan Days






Harus diakui bahwa sebenarnya saya bukan fans dari karya-karya kreatif Jepang. Maksud saya tentu saja manga atau anime yang populer itu. Bahkan boleh dibilang dulu dari jaman masih SMA saya sedikit risih kalo liat beberapa karya manga, anime, atau mungkin game yang basisnya Jepang. Alasannya sederhana: selera saya aja yang mungkin nggak cocok. Menurut saya karya kreatif Jepang seperti anime dan manga tampak terlalu kekanak-kanakan. Walaupun ceritanya berbeda satu sama lain, namun gaya dan bahkan plotnya hampir bisa ditebak. Fantasi yang dilibatkan menurut saya juga kadang terlalu tinggi dan heboh (kalo yang ini jepang uda terkenal kayaknya). Tapi ya itu kan selera. Kayak musik atau makanan. Sama aja kayak ada orang yang suka gudeg, tapi yang lain nggak suka. Sesederhana itu. 


Tapi sejak beberapa saat yang lalu saya sadari nampaknya saya harus mengubah pandangan tersebut. Ternyata banyak juga karya keren yang saya suka dari negara ini. Malahan sampai beberap saat yang lalu saya melahap baik novel, film, film kartun, hingga game yang semuanya temanya Jepang. Saya terlalu mengeneralisir sepertinya. Ya ini saya share di sini aja buat temen-temen, siapa tahu ada yang tertarik untuk menikmati :)




Twilight Samurai






Twilight Samurai atau yang dalam judul jepangnya Tasogare Seibei adalah film karya sutradara Jepang Yoji Yamada yang dirilis pada tahun 2002. Film ini dibintangi oleh Hiroyuki Sanada yang wajahnya tidak asing buat temen-temen yang suka nonton film. Hiroyuki adalah aktor Jepang yang ketenarannya kayaknya bakal mengikuti Ken Watanabe. Setahu saya dia pernah muncul sebagai samurai yang jadi rival Tom Cruise dalam the Last Samurai dan musuh utama Jackie Chan dan Chris Tucker dalam Rush Hour 3. Film ini dengan baik menceritakan kehidupan samurai dari sisi lain. Bukan sebagai jagoan pemain pedang yang tak terkalahkan, namun lebih pada unsur manusia pada tangan yang memegang pedang yang bernama katana itu. Film ini masuk sebagai nominasi Golden Globe sebagai film berbahasa asing terbaik. 






Twilight Samurai menceritakan kehidupan kehidupan samurai miskin dan sederhana yang bernama Iguichi Seibei. Seibei yang tinggal bersama kedua putrinya yang masih kecil dan ibunya yang pikun bekerja sebagai samurai rendahan di kantor daimyo setempat. Seibei adalah cerminan kehidupan samurai rendahan yang hidup di masa menjelang Restorasi Meiji, dimana mereka dihadapkan pada sebuah perubahan besar yang mau tak mau akan mengubah semua hal yang mereka percaya dan nikmati. Kmeiskinan, kehilangan istri yang sangat dicintainya, serta tanggung jawab pada keluarga membuat Seibei dikenal sebagai samurai pekerja keras. Bahkan ia dikenal si Senja karena pada saat senja di mana teman-temannya bersantai Seibei memilih pulang untuk mengurus keluarganya di rumah. Seibei yang sederhana berencana menjadi petani setelah pengabdiannya pada daimyo berakhir. Namun keadaan menjadi rumit saat ia bertemu dengan cinta masa kecilnya Tomoe, berselisih dengan mantan suami Tomoe yang seorang petinggi bakufu, hingga diharuskan untuk membunuh seorang ahli pedang pemberontak yang bernama Yogo Zen'emon. 


Taiko 






Taiko adalah novel klasik karya pengarang terkenal Jepang yang juga pengarang novel Musashi, Eiji Yoshikawa. Novel ini kurang lebih tebalnya 1000 halaman, jadi saya sendiri benernya juga belum rampung bacanya. Buku ini  sudah saya cari lama sekali karena konon basis karya-karya populer macam film dan novelyang bertemakan Sengoku Jidai salah satunya disarikan dari novel ini. Oh ya, saya sebenarnya suka membaca cerita sejarah Jepang terutama jaman samurai. Taiko menceritakan kondisi Jepang pada masa Sengoku Jidai, atau masa keruntuhan Ke-Shogun-an Asakura. Pada masa itu para pemimpin provinsi dari berbagai daerah di Jepang, atau yang dikenal dengan daimyo, saling berebut kekuasaan dan tanah guna menjadi penakluk utama Jepang. Sengoku Jidai adalah masa yang sangat historis di jepang, karena pada masa inilah berbagai kisah kephlawananan dan pertempuran muncul. 


Ada 3 jendral pada masa Sengoku jidai yang paling dikenal karena jasa mereka berhasil menyatukan Jepang. Mereka adalah Oda Nobunaga yang terkenal bengis, Hideyoshi Totomi yang cerdik dan rendah hati, dan yang terakhir Tokugawa Ieyasu yang waspada dan ahli strategi. Taiko sebenarnya adalah kisah biografi Hideyoshi Toyotomi, salah satu dari jendral paling terkenal pada jaman Sengoku Jidai yang hidupnya hanya berawal sebagai petani namun akhirnya berhasil menyatukan Jepang. Hideyoshi yang wajahnya seperti monyet hidupnya terlunta-lunta sebagai petani sedari kecil. Walaupun begitu, Hideyoshi yang terkenal karena kecerdikannya dan kemampuannya untuk merebut hati orang lain akhirnya berhasil menjadi orang yang paling dipercaya oleh Oda Nobunaga. Taiko adalah novel sejarah yang mendetail. Yang saya kagumi dari novel ini adalah saya pikir dulu karya-karya klasik Jepang pasti bicara soal prinsip dan jalan hidup kaku seorang samurai, namun ternyata novel ini berbicara lain. Kehidupan samurai ditunjukkan dengan sangat mandalam dan cenderung humanis.









Minggu, 13 November 2011

Mengapa Saya Suka Sekali Cerpen





Orang memiliki pilihan masing-masing dalam membaca buku-buku fiksi. Pilihan-konsumsi-sastra, kalo boleh saya bilang begitu. Pacar saya misalnya suka sekali membaca novel. Entah sudah berapa novel yang sudah dia beli. Saya sampai geli sendiri kalau melihat betapa takutnya dia kalo saya ajak ke toko buku semacam Gramedia atau Toga Mas. Takut tergoda beli novel katanya. Dan biasanya memang ia selalu tergoda. Wajahnya terlihat lucu sekali saat lewat ke bagian rak buku yang sudah jadi lokasi favoritnya di toko buku itu, bimbang antara perasaan ingin berhemat dan dorongan ayo-cepetan-beli dari tumpukan buku yang ada di depannya. Dan kalau saya perhatikan novel-novel yang ia beli punya karakter yang sama. Walaupun saya sendiri juga kurang begitu tahu apa karakter itu tapi itu membuat kekhasan dari dirinya. Saya sendiri di sisi lain punya minat yang berbeda. Walaupun kami sama-sama suka sekali membaca, tapi saya lebih suka membaca cerpen.

Seingat saya mungkin majalah Bobo dan Mentari Putera Harapan yang waktu itu memperkenalkan saya dengan cerpen. Cerita-cerita tentang Abu Nawas atau semacamnya dulu pernah sangat saya gemari saat masih duduk di bangku SD. Dan sampai sekarang saya masih suka membaca cerpen. Dan tentu saja, Kompas hari Minggu adalah koran yang biasanya saya tunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan karena kolom cerpennya (dan komik Benny dan Mice tentunya). Layaknya seorang mahasiswa yang sudah punya warung langganan dengan tukang masak favoritnya, maka bisa diandaikan bahwa Kompas adalah warung favorit sementara penulis-penulis cerpen veteran seperti Seno Gumira Ajidarma, Jujur Prananto, Gus Tf Takai, dan Kuntowijoyo adalah koki-koki idola saya. Buku-buku kumpulan cerpen terbaik Kompas yang biasanya selalu diterbitkan di akhir tahun selalu jadi buku yang saya tunggu-tunggu. Ini sudah berlangsung lama, sehingga baru saya sadari bahwa saya sebenarnya punya penulis dan cerita favorit. Aneh juga rasanya kalau ingat saya yang anak-iklan ini, yang tiap hari bergaul dengan ide-ide kreatif, brand, desain, dan tetek-bengek semacam itu punya idola sendiri di bidang sastra. Tapi ya bagaimana lagi, saya sendiri juga bingung. Jadi, kenapa harus cerpen? 

gambar diunduh dari sini


Cerpen selalu singkat. Tak seperti novel, alurnya lebih lugas dan mudah dipahami. Saya sendiri sebenarnya adalah orang yang cepat bosan, sehingga saya rasakan ke-singkat-an cerpen sangat pas. Alurnya cepat, namun isinya sarat dan plotnya penuh. Dan buat saya cerpen itu seperti secangkir kopi hangat. Diseduh dengan sedikit gula dan diminum segera sesaat kita bangun pagi. Rasa pahitnya membangunkan diri, membuat mata menjadi lebih terbuka sementara rasa manisnya yang samar menciptakan sebuah perasaan dekat. Cerpen-cerpen yang ditulis di harian Kompas selalu saya rasakan menimbulkan perasaan yang sama. Jarang sekali cerpen berbicara tentang cerita manis kehidupan. Kalau pahit sih sering. Dalam Jejak Tanah karya Danarto misalnya, isinya menceritakan bagaimana repotnya sebuah keluarga karena sang ayah yang seorang birokrat mayatnya tak diterima bumi karena dosa yang ia perbuat saat menggusur paksa keluarga miskin. Atau dalam cerpen Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian karya Avianti Armand yang isinya meceritakan perasaan kosong seorang Ibu yang melihat anaknya membunuh ayahnya karena tak tahan melihat Ibunya disiksa selama bertahun-tahun. Cerpen selalu saya liat sebagai sebuah refleksi atas apa yang terjadi di sekitar kita sehari-hari. Sebuah realitas dalam bentuk fiksi kalau saya menyebutnya. Realitas. sayangnya, tidak selalu manis madu layaknya sepiring wafel hangat yang disiram saus apel. Realitas sering kali pahit, dan kepahitan itu terjadi di sekitar kita. Dan cerpen menurut saya selalu bisa mengembalikan saya ke kesadaran itu. Menerima dan mengerti kenyataan sosial yang memang rasanya tak selalu manis. Seorang etnis Cina yang diperkosa habis-habisan saat terjadi kerusuhan '98, perasaan pensiunan yang menunggu kematian tanpa ada keluarga yang menemani, seorang anak yang tanpa sengaja melihat Ibu dan selingkuhannya bermain cinta, itulah kenyataan. dan hal-hal semacam itu terjadi di sekitar kita. Realitas yang apa adanya, yang mesti diterima. Tentu kita boleh saja menutup mata dan menganggap bahwa peristiwa-peristiwa pahit itu tidak terjadi, misalnya dengan menghindari kolom tertentu di surat kabar atau mengganti channel televisi saat acara berita. Tapi itu toh juga tidak mengubah apapun. Hal-hal buruk tetap terjadi dan (sayangnya) dunia tetap berputar. Secara pribadi saya sebenarnya tidak suka dengan karya-karya populer semacam Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, atau Kambing Jantan. Terlalu mendayu-dayu menurut saya. Mungkin saya saja yang aneh, tapi ya itu kan selera. Kalau orang lain berpikiran lain nggih monggo. 


Kuntowijoyo 

Seno Gumira Ajidharma


Sampai sejauh ini penulis yang menjadi favorit saya ada dua. Yang pertama adalah Kuntowijoyo dan yang kedua adalah Seno Gumira Ajidharma. Saat saya tahu kalau Prof. Kuntowijoyo yang juga guru besar Fakultas Sastra UGM telah wafat beberapa saat yang lalu rasanya saya jadi sedih. Karya-karya beliau selalu saya sukai, seperti Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan, Rumah Yang Terbakar, Pistol Perdamaian, dan Tawanan. Gaya yang diambil Kuntowijoyo selalu khas. Rendah hati, sederhana, serta kental dengan nuansa Jawa namun punya kedalaman. Tidak heran cerpen-cerpennya sudah jadi langganan anugerah cerpen terbaik tahunan dari Kompas. Sementara Seno Gumira Ajidharma ... well, saya rasa sudah banyak orang yang mengenal dan mengaguminya. Karya-karya Seno selalu menarik untuk dibaca. Saya suka sekali gaya penulisan Seno yang khas, mengingatkan kita pada dialog-dialog teater. Cerpennya yang berjudul Sepotong Senja Untuk Pacarku dan Sembilan Semar adalah favorit saya. Saya dengar beliau juga baru saja mendapatkan penghargaan untuk cerpen terbaik tahun 2010 lalu untuk cerpennya yang berjudul Dodolit Dodolibret. Saya juga menyukai karya-karya penulis veteran lain seperti Jujur prananto, Danarto, Gus Tf Takai, serta Bre Redana. 


Yok baca cerpen !  

   
    

Kamis, 10 November 2011

Rise and Shine Creative Com UGM !




Akhirnya kita bisa 'ngomong' juga! 
Senang sekali bisa menjadi bagian dari saat kebangkitan cah-cah kreatif jurusan komunikasi UGM ini. Dulu semasa saya masih di awal-awal kuliah, sepertinya bagian kreatif jurusan komunikasi ini terutama iklan bisa dibilang belum ada gebrakan besar. Bidang lainnya kayak foto atau film juga diisi prestasinya ama orang itu-itu aja, kayak Awe ma Yogi. Mungkin cuman duo Mas David dan Mbak Tami yang waktu itu bisa buat UGM 'ngomong' di dunia kreatif iklan luar sana dengan menang banyak kompetisi iklan. Yang lainnya masih belum keliatan. Mungkin salah satu penyebabnya karena Deadline yang jadi tempat kumpulnya anak iklan masih awal-awal dibentuk, jadi masih belum bisa kasih 'sesuatu' yang beneran oke buat anggotanya. Atau mungkin dulu emang bidang iklan nggak populer di jurusan kita? Entahlah. Tapi btw saya yang dulu juga pernah gabung di Deadline juga yang paling males dateng, haha ... :D 


Tapi bravo! Nampaknya sekarang saat kebangkitan cah-cah kreatif UGM sudah dateng. Dimulai dengan prestasi luar biasa Mbak Loli dan Mbak Damar di BG Award, yang akhirnya bisa nunjukin kalo kita anak komunikasi UGM punya sesuatu yang lebih buat ditunjukin. Saya yang waktu itu bantu-bantu jadi desainer mereka jadi ikut bangga dan banyak belajar juga. Lanjut ke Communination yang diadakan anak-anak Unmu Malang dimana anak-anak komunikasi menggila habis-habisan. Salut buat Doppy, Matahari, Ipeh, dan teman-teman lain :)  Luar biasa! Dan prestasi besar yang sangat perlu dikasi selamat mungkin adalah perubahan besar dalam Deadline yang pertama dilakukan Yustan, yang sekarang dilanjutkan Andien ma Hawwin. Kaget juga anak-anak angkatan bawah bisa ditarik buat concern ke iklan. Maklum, jaman dulu watu saya masih masuk Deadline kayak anak buangan gitu. Semacam kalah pamor sama PPC atau Kine yang emang objek 'kajian'nya udah populer duluan. 

Saya bersyukur sekali saya dan Matahari kemarin akhirnya bisa dapet gold untuk kategori Ad Student, dan Yogi untuk Young Film Director di ajang Pinasthika Creative Festival 2011. Kenapa? Salah satunya karena kita bisa membungkam dominasi universitas tetangga yang dulu nampak tak terkalahkan :p haha ... Sekarang giliran kita dong. Saya juga ingin mengicapkan selamat untuk Cahya Purusatama dan Yustan Muhammad Agil yang berhasil jadi finalis Caraka Creative Competition 2011 :D  Kurang BG doang, dan lengkap deh.  Akhirnya kita bisa bicara. 

Selagi menunggu pengumuman finalis BG Award, saya cuman pengen mengucapkan selamat berkarya nggo kabeh cah-cah kreatip komunikasi UGM! :)  Bukan cuman iklan aja, tapi semuanya. Salut buat Ajeng ma Cahya beserta tim masing-masing yang kemarin baru bikin film pendek untuk kompetisi GoodDay. Juga Bu sutradara April beserta astradanya Titi yang nampaknya masih belum menunjukkan keengganan untuk berhenti menghasilkan karya. Yogi yang karya-karyanya makin 'menggila'. Ojan dan Beje yang kian luar biasa di dunia crafting (dua orang ini sudah dewa tingkatannya). Nggo cah-cah 2009 ke atas juga selamat berkarya. 

Mari bangkit dan menghasilkan sesuatu! 







Rabu, 09 November 2011

Bersama Titik Air Dia Datang









Bersama hujan hari ini, semua ingatan tentang cerita setahun lalu datang bersama
jejak lincah titik air di jendela kamar :) 

terima kasih ... 



Minggu, 23 Oktober 2011

Profile Picture



Cause everyone looks better than they should in it 




(hasil renungan toilet di minggu sore yang mendung)









Jumat, 21 Oktober 2011

So You're a Doctor. So?







Feel free to change the blue words. You name it.


UI student, ITB student, Doctor, Scientist, 
Accountant, Religious Preacher, whatever.






based on Shania Twain song "Don't Impress Me Much"





Rabu, 19 Oktober 2011

Kenapa Semut Selalu Bersalam-salaman Bila Saling Bertemu?





Mengapa semut selalu bersalam-salaman bila bertemu dengan semut lain ?

Beberapa saat yang lalu pacar saya Nur Astiti Riptaningsih berbicara tentang keheranannya mengenai tingkah laku semut. Tulisannya bisa dibaca di sini. Saya yang baru saja membacanya kemudian mendadak ingat sebuah cerita yang disampaikan Ibu saya sewaktu saya masih muda dulu. Ceritanya mengenai semut. Ya, Ibu saya menceritakan cerita tentang mengapa semut-semut selalu bersalaman satu sama lain bila bertemu dengan semut lain. Coba saja liat iring-iringan semut yang berjalan di dinding atau meja makan. Semuat yang saling bertemu selalu menyempatkan diri bersalam-salaman atau tampak menyapa semut lain yang berjalan dari arah sebaliknya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Konon begini ceritanya ...

Alkisah, pada jaman dahulu umat manusia di bumi ini sifatnya sangat bejat. Mereka minum-minum, bermain wanita, dan tidak mengindahkan perintah dan petunjuk-petunjuk yang diberikan Tuhan. Bahkan nabi Nuh yang diberi tugas oleh Tuhan guna membimbing umat manusia pun sampai frustasi dan menyerah. “Umat manusia ini sudah kelewatan,” pikir nabi Nuh. Tuhan yang mendengar doa nabi Nuh pun kemudian memutuskan untuk menggulung umat manusia yang ingkar dengan gelombang banjir yang maha hebat. Byur! Dan dunia pun tenggelam. Seperti yang sudah diketahui, sebelum banjir datang Nabi Nuh sudah bersiap-siap dengan membangun sebuah bahtera raksasa. Sebelum banjir datang Nabi Nuh mengumpulkan semua jenis hewan-hewan dan makhluk hidup yang ada di dunia di dalam bahteranya secara berpasang-pasangan. Maksudnya adalah agar kehidupan di dunia bisa kembali setelah banjir agung datang. Hewan-hewan dari berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari gajah, singa, burung, hingga ular dan kumbang semuanya masuk ke dalam bahtera sambil mengajak istri masing-masing. “Ini tugas mulia untuk melanjutkan kelangsungan jenisku”, begitu pikir binatang-binatang tersebut.

Namun setelah beberapa saat terombang-ambing di dalam bahtera raksasa tersebut, masalah kemudian muncul bagi para penghuni di dalamnya. Jumlah mereka tiba-tiba saja bertambah! Yang masuk sepasang, tiba-tiba di dalam bahtera dijumpai menjadi 3 bahkan 4. Ini adalah masalah penting karena jumlah makanan dan air yang dibawa dalam kapal hanya terbatas. Bagaimana kalau nanti terjadi kelaparan dan perebutan jatah makanan? Selidik punya selidik, akhirnya diketahui karena suasana dalam bahtera membosankan maka para pasangan hewan-hewan ini menghabiskan waktu dengan bercinta. “Biar anget, itung-itung ngabisin waktu luang ...”, begitu kata si zebra waktu ditanya nabi Nuh. Karena marah pada tingkah hewan-hewan yang nggak tau kondisi ini maka nabi Nuh kemudian memberikan sebuah peraturan baru bagi para penghuni bahtera. Hewan-hewan berjenis kelamin laki-laki diperintahkan untuk mencopot 'burung' masing-masing dan menitipkannya di dalam karung untuk sementara sampai banjir agung selesai. Para binatang pun akhirnya setuju dengan perintah ini, dan segera melaksanakannya. Karung ini kemudian ditinggalkan di pojok ruangan dan dilupakan hingga beberapa waktu.

Setelah beberapa lama, banjir agung pun usai. Air surut dan daratan akhirnya terlihat lagi. Bahtera pun akhirnya bisa mendarat. Hewan-hewan yang ada di dalam bahtera berteriak kegirangan karena banjir telah selesai. Mereka yang sangat rindu dengan daratan dan telah bosan dengan kondisi dalam bahtera berebutan berlari keluar. Gajah, rajawali, katak, semuanya segera berlari keluar untuk menyambut kehidupan baru. Binatang-binatang itu berlari hingga jarak yang cukup jauh dari bahtera ketika beruang tiba-tiba bergumam, “ Loh! Burungku kan ketinggalan di kapal!”. “OH IYAAA!!!”, jawab yang lain dengan serentak.

Kontan saja semua hewan jantan yang baru saja berlari kegirangan segera berlari berbalik arah menuju bahtera. Tujuannya ialah segera mengambil 'burung' mereka yang sebelumnya mereka titipkan di dalam karung. Kuda dari dulu telah diberi karunia dapat berlari kencang. Tentu saja ia adalah yang pertama kali sampai ke bahtera. Seketika itu juga ia segera memilih 'burung' dengan ukuran yang paling besar. “Persetan punya siapa!”, pikir kuda waktu itu. Itulah mengapa hingga kini kuda dikenal dengan kekuatan dan emm ... ukurannya. Segera saja kondisi di dalam bahtera menjadi rusuh. Semuanya berebutan mengambil 'burung' masing-masing di dalam karung.

Dari semua hewan, semut adalah hewan yang paling malang. Kisahnya sungguh memilukan. Karena badannya kecil, 'burung' yang ia titipkan di dalam karung ukurannya juga kecil. Dan selama perebutan yang terjadi, 'burung'nya ternyata jatuh dan terinjak-injak oleh hewan-hewan lain. Burung itupun hilang dalam debu. Kemanapun semut mencari, burungnya tak dapat ia temukan. Sungguh kasihan nasibnya...

Itulah alasan kenapa hingga saat ini semut selalu seakan-akan bersalam-salaman dengan semut lain bila bertemu. Sebenarnya mereka malu, hingga hanya bisa berbisik-bisik satu sama lain. Sebenarnya mereka saling berbisik, saling bertanya,

”Gimana? Burungmu udah ketemu..?”








Selasa, 11 Oktober 2011

Tawa Kecil di Kranggan





Tiba-tiba, ya, secara tiba-tiba saja saya jadi rindu dengan wajah-wajah kecil yang ada di foto ini. Terutama 2 wajah yang ada di sisi paling kanan. 


Haha ... Rasanya jadi sedikit menyesal kalo inget dulu mereka sering dimarahin kalo lagi maen ke pondokan. Padahal namanya juga anak kecil. Kita yang ada di pondokan KKN Kranggan ini juga mungkin dianggap kakak-kakak mereka sendiri. 


Semoga saja suatu saat nanti bisa bertemu lagi ... :)



Senin, 10 Oktober 2011

This is What We* Think



Kampus rasanya jadi tambah rame aja. Parkiran jadi tambah penuh.
Tapi semakin disadari, wajah-wajah familiar makin nggak keliatan. 
Pada kemana ya? 

tapi yang paling kerasa ... 



"WHO THE HELL ARE THESE PEOPLE ?? " 



(nggak ada yang kenal. udah tua. udah nggak jamannya ngampus)



Sabtu, 01 Oktober 2011

Tech-Cology



Poster yang saya buat untuk Lomba Poster Yogyakomtek 2011. 
Di brief tema yang harus diolah adalah "Go Green IT", himbauan untuk mengajak 
masyarakat memakai produk IT Ramah Lingkungan. 



Kamis, 29 September 2011

In Cold Blood : A Review




Saya sendiri lupa sejak kapan saya mendengar tentang novel ini. Dari internet barangkali, entahlah, mungkin dari website Listverse.com atau semacamnya. Novel karya Truman Capote yang berjudul In Cold Blood ini memang adalah salah satu buku yang saya cari sejak lama. “ Salah satu novel yang sangat recommended buat dibaca…”, begitu judul artikel yang saya baca di internet saat itu. Tapi Ya Tuhan, sulit sekali mencari terjemahan bahasa Indonesianya. Maka ketika saya menemukan buku ini ada di rak salah satu taman bacaan langganan, tanpa pikir panjang buku ini sudah saya taruh dengan segera di meja pembayaran.

In Cold Blood adalah novel lama yang ditulis pada tahun 1965 oleh seorang jurnalis Amerika Serikat Truman Capote. Ceritanya bermula dari sebuah kasus pembunuhan ganda yang terjadi Kansas. Empat orang ditemukan meninggal di sebuah rumah, yakni sang petani kaya Herb Clutter bersama istrinya Bonnie, serta kedua anaknya yang masih remaja, Nancy dan Kenyon. Tiga nama terakhir tewas ditembak di kepala dengan senapan buru .12, sementara Herb Cuttler ditemukan dengan kondisi yang paling mengenaskan. Terbaring kaku di ruang bawah tanah dengan leher menganga nyaris putus. Kota kecil Holcomb di mana keluarga ini tinggal serta merta gempar. Mereka bertanya-tanya mengapa kejahatan ini bisa terjadi untuk sebuah alasan yang nampak tidak masuk akal. Para pelaku itu nampaknya hanya mengincar uang sejumlah 42 dollar saja dari kediaman Cuttler. Para pelaku kejahatan sendiri, si ‘setengah Indian’ Perry Smith dan ‘Dick’ Richard Hickock, dapat ditangkap kira-kira 2 bulan kemudian. Gelombang rasa tak percaya, kebencian, hingga simpati menghantam masyarakat Amerika saat kedua pelaku ini membeberkan segala hal tentang yang terjadi di kediaman Cuttler malam itu.

Novel ini bukanlah novel misteri atau detektif. Dari awal Truman bercerita lewat beberapa alur parallel yang kemudian di bagian akhir cerita secara cerdas dipertemukan kembali menjadi satu kesatuan yang utuh. Alur pertama menceritakan bagaimana perjalanan kedua pelaku dari saat masa persiapan, detail saat mereka datang di River Farm Valley untuk melakukan aksinya, hingga saat mereka mencoba kabur setelah peristiwa itu. Alur kedua melihat apa yang terjadi di kota Holcomb, terutama bagi mereka yang kehilangan teman, kekasih, orang-orang yang mereka kasihi dalam peristiwa pembunuhan di malam itu. Dan alur terakhir menceritakan usaha para petugas penegak hukum untuk menangkap kedua pelaku dan mengembalikan kehidupan yang terenggut dari kota Holcomb.

In Cold Blood adalah novel yang mencoba untuk menggali lebih dalam mengenai sebuah sebab akibat dari sebuah kejahatan yang mengerikan. Perasaan dari mereka yang ditinggalkan, harapan-harapan yang tiba-tiba harus menghilang, ambisi, kekejaman yang dihasilkan atas sebuah masa lalu yang kelam, hal-hal semacam itu. Oh ya, novel ini adalah hasil karya penting bagi Truman Capote yang dengan ini menghasilkan sebuah genre baru di dunia sastra: novel nonfiksi. Yap, seluruh cerita yang ada di dalam novel setebal 500 halaman ini sepenuhnya adalah fakta. Ia menghabiskan waktu 6 tahun untuk menyelesaikan novel ini lewat wawancara dan korespondensi yang intens dengan semua pihak. Yang saya suka dari novel ini adalah bagaimana Truman Capote mampu mengahdirkan sebuah suasana emosional yang kental dan berubah-ubah lewat sajian fakta-fakta yang ia paparkan. Caranya bercerita lugas, tidak memihak, dan apa adanya (syukurlah Bentang berhasil melakukan terjemahan yang oke punya juga). Kata-katanya tidak mendayu-dayu, khas cerita-cerita detektif, namun ia memberikan deskripsi dan pemahaman yang bagus sekali tentang perasaan dan emosi semua pihak, baik korban maupun pelaku. Di awal-awal cerita kita pasti akan berpikir bahwa kedua pelaku pantas mendapatkan hukuman yang berat atas kejahatan keji mereka. Namun di akhir-akhir cerita, setelah mendalami apa yang ada dalam pikiran para pelaku, sejarah mereka, pasti aka nada timbul simpati. Bahkan mungkin akan ada pertanyaan, “Siapa sebenarnya korban dari kejadian ini?”. Truman Capote menceritakan dengan sangat detail dan mendalam mengenai apa-apa yang terjadi saat kasus pembunuhan Cuttler terjadi, dan itu pasti akan membuat kita ternganga.

In Cold Blood mungkin bukan jenis bacaan yang bisa dinikmati di akhir minggu karena ceritanya kompleks dan muram. Tapi kalau sedang mencari bacaan yang oke dan emang suka dengan cerita misteri, buku ini bisa jadi pilihan :)



Sabtu, 24 September 2011

Goodyear Creative Video!





Ni juga hasil karya anak-anak Lontong Balap, yaitu saya, Matahari Asysyakuur

Dibuat untuk ikut kompetisi creative video Goodyear 
dengan tema "Hemat BBM Cara Kamu".

Alhamdulillah menang juara 1. Lumayan dapet duit dan Ipad (lagi), hehe ... :p
Terimakasih buat teman-teman semua yang udah bantu bikin video ini! 

"Tips Hemat BBM" di kala Bokek"

Director : Lontong Balap Creative
Starring : Aswin Mustafidz aka Ciprut
DOP : Cahya Purusatama
Art Director : Matahari Asysyakuur n Angga Prawadika 
Editor : Angga Prawadika
Special Effect n Finishing: Nur Arief Hidayat

Minggu, 18 September 2011

Kami dan Cerita tentang Tempat Bernama Bangka




Nggak ngerti mau ngobrol apa. Terlalu banyak cerita untuk disampaikan.

Terimakasih. 

Ya, mungkin itu saja.





Untuk cerita kami di Bangka selama KKN kemarin bisa 



Kamis, 15 September 2011

Poster Poster Poster!

Semester lalu saya sempat bingung soal duit. Alasannya? Saya bakal KKN ke pulau Bangka, dan baru saya sadari berikutnya bahwa ternyata duit yang dibutuhkan banyak juga. Akhirnya saya mencoba beberapa peruntungan untuk ikut loba poster dan iklan di sana sini. 

Kagak ada yang tembus sih, hahaha ... XD 

Tapi lumayan lah buat latihan dan pelajaran :) 



Ini buat Communination di Unmu Malang


Ini Juga


Kalo yang ini buat poster acaranya Fakultas Gizi UI 




Begonya, karena bingung dan mepet buat lomba poster UI ini duit pendaftarannya 
lupa saya kirim :p  tapi anehnya karya ini masuk di entry, haha ... 



Mintz Creative Video : 1st Prize



Hasil karya iseng-iseng semester lalu bersama Perkumpulan Lontong Balap. 
Ikutan lomba video gokil dari Permen Mintz. 
Alhamdulillah dapat juara satu dan dapat iPad.


The Perfect Catch Part. 2





Seperti janji saya sebelumnya, saya kembali memberikan lanjutan langkah-langkah dari buku “The Perfect Catch: A Handbook To Get Your Dream Girl”. Setelah sebelumnya dua strategi awal memancing telah diberikan, mulai dari bagaimana melakukan observasi awal dan mengenal ikan target, kini mari beranjak ke hal yang lebih serius. Jadi pegang tongkat pancingmu kuat-kuat teman, tarik nafas dalam-dalam, dan perhatikan saat samudra bergolak menguji kesungguhanmu. Selamat memancing sobat! B)

STEP 3: THE FISHING TACTICS


Ini adalah tahap yang paling utama dari usahamu untuk mendapatkan ikan impianmu. Ini adalah saat kamu memegang tongkat pancing dan berusaha agar ikan bisa menggigit umpan. Ini adalah saatnya kamu melakukan pendekatan. Pendekatan, PDKT, penjajakan, mbribik, terserah istilahmu untuk menyebut tahap ini. Tapi apapun itu, yang jelas tahap ini berperan sebanyak 75% dari kemungkinan keberhasilanmu nanti. Jadi sangat disarankan untuk memperhatikan semua strategi yang akan kamu susun nanti.

Kamu mungkin bingung kenapa ada beberapa pemancing ‘spesial’ di luar sana yang punya ketrampilan lebih untuk mendapatkan ikan. Orang-orang ini anehnya sering kali tidak ganteng atau semacamnya, tapi yang jelas mereka ini punya kepercayaan diri lebih saat bicara dengan wanita, tidak canggung, terlihat menawan, dan yang paling penting: orang-orang ini tahu apa yang mesti dilakukan di depan wanita. Tuhan memberkati (atau mengutuk) orang-orang ini, whatever, itu tidaklah penting. Tapi yang jelas kita bisa belajar dari mereka. Dan untuk bagian pertama ini, saya simpulkan ada dua macam strategi yang harus kamu ingat ketika sedang berada dalam tahap pendekatan. Yang pertama adalah strategi ‘fisihing rod’, dan yang kedua adalah strategi ‘bait’. Sama ketika kamu sedang memancing, ada dua hal yang mesti kamu kontrol agar berhasil mendapatkan ikan. Yang pertama adalah fishing rod atau tangkai pancing, dan yang kedua tentu saja adalah bait atau umpan. Dua aspek ini harus kamu kendalikan ritme dan kombinasinya kalau kamu pengen mendapatkan ikan yang kamu cari.

Mari kita mulai dengan yang pertama ...


FISHING ROD STRATEGY

Strategy fishing rod adalah strategi tentang bagaimana mengatur tempo dan timing pendekatanmu. Ya, pendekatan yang baik selalu tentang soal tempo dan waktu yang tepat. Kamu tidak mungkin mendapatkan jawaban ‘ya’ saat penembakan pada gadis yang kamu dekati hanya 3 hari sebelumnya kan?
Sama seperti saat kamu memegang tangkai pancing dan mengontrol tempo senar pancing dan pergerakannya di atas air, dalam pendekatan tempo merupakan hal yang amat penting. Kamu harus pintar-pintar untuk mengontrol tempo pendekatanmu, kapan kamu terlihat sangat perhatian, kapan kamu harus bersikap sedikit menjauh dan terlihat cuek.

TRICKS !
  • Jangan jadi pengemis cinta! pernah berpikir bahwa dengan mencurahkan seluruh perhatianmu habis-habisan ke gadis pujaanmu adalah cara yang tepat untuk mendapatkan hatinya. Wanita tidaklah bodoh, mereka tidak sesederhana itu, dan sialnya mereka menilai setiap aksi yang kita lakukan. Alih-alih melakukan hal itu, cobalah untuk sedikit bersikap cryptic pada mereka. Mainkan peran “sangat-perhatian-di-satu-saat-dan-cuek-di-saat-lain”, atau peran “Mr. sometimes-loving-sometimes-annoying”. Buat mereka penasaran tentang dirimu, bertanya-tanya tentang aksimu berikutnya. Buat mereka geregetan. Buat mereka menunjukkan kalau mereka sebenarnya juga mencarimu.

  • Different kind of fish means different strategy! Sebagai contoh, gadis tipe clownfish dikenal sangat sensitif. Untuk itu mereka membutuhkan keamanan, dan mengambil kepercayaan mereka adalah cara terbaik untuk mengambil hatinya. Pendekatan yang perlahan dan sabar adalah cara yang disarankan untuk mengambil hati gadis tipe ini. Biarkan mereka pelan-pelan menilai dirimu, memutuskan untuk mempercayai dirimu atau tidak. Sementara untuk gadis tipe lain, seperti tipe marlin misalnya, umumnya tidak terlalu menyukai pendekatan yang terlalu lama karena sifat mereka yang pembosan dan menyukai tantangan.

  • Pintar-pintar membaca sinyal! Sialnya kita sebagai lelaki adalah kadang lelaki itu bodoh membaca sinyal dari wanita. Karena memang kurang sensitif atau kitanya saja yang bego, saya sendiri juga kurang tahu. Tapi percayalah wanita sebenarnya selalu mengirimkan sinyal-sinyal itu selama proses pendekatan ini. Sinyal-sinyal itu seperti; “Kamu oke. Terus yuk” atau “Sabar. Beri aku sedikit waktu lagi”. Tapi waspadai kalau kamu udah dapet sinyal semacam “Aku cuman bisa temenan ma kamu”, “Aku udah punya orang yang aku suka”, “ Kamu ngganggu banget sih!”, atau semacamnya. Kemampuanmu membaca sinyal ini membantumu untuk menentukan sikap apa yang bakal kamu ambil berikutnya.

BAIT STRATEGY

Strategi Bait atau umpan adalah tentang bagaimana caramu mengambil hati gadis pujaanmu. How to impress her. Kalau strategi fishing rod bicara tentang kapan dan tempo, maka strategi bait bicara tentang apa dan bagaimana. Ingat bahwa antara kedua strategi ini harus selalu berjalan secara bersamaan. Sebagai contoh, kamu memutuskan bahwa strategi bait yang akan kamu lakukan adalah memberi doi hadiah kejutan buatanmu sendiri. Kamu tidak akan memberikannya hanya 2 – 3 minggu setelah pendekatan kan? Selain itu, kamu juga harus memikirkan kapan waktu yang tepat agar umpanmu ini berhasil.
Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengambil hati gadis pujaanmu. Tapi ingat, ada satu aturan yang harus kamu ingat ketika melakukan strategi ini.

Jangan pernah mencoba menjadi orang lain.

Mencoba bersikap sok cool, sok pamer kelebihan, dan terlalu menjaga imej tidak akan membuat wanita terkesan. Jadilah dirimu sendiri. Percayalah bahwa justru keunikan yang ada di dirimu sendiri itulah yang mungkin bisa menarik hatinya. Dan jangan salah : wanita bisa melihat semuanya. Entah bagaimana mereka punya semacam sensor anti kebohongan yang aktif ketika bertemu lelaki.
TRICKS!
  • Secara umum, ada 4 hal yang diinginkan gadis ketika seorang pria mendekatinya. Keempat hal ini juga yang jadi pertimbangan ketika mereka akan memutuskan akan menerimamu atau tidak. Kenyamanan, perhatian, pengertian, dan keamanan. Yang pertama ini adalah yang utama. Ketika seorang gadis sudah merasa nyaman denganmu, ngerasa bisa klop, bisa nyambung kalau ngobrol atau jalan bareng maka artinya dia udah ada di dalam genggaman.

  • Kejutan atau hadiah kecil merupakan salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mengambil hati wanita. Berikan doi hadiah atau pemberian kecil yang punya arti yang lebih dan dalam. Disarankan agar hadiah yang kamu berikan memang kamu buat sendiri, yang berarti membuktikan kesungguhanmu untuk mendapatkan hatinya. Kalau hadiahmu bisa membuatnya menangis terharu, well, selamat bung. Anda sudah satu langkah di depan.
  • Semakin sedikit orang yang tahu tentang usaha memancingmu, semakin baik. Aturan ini terutama sangat penting jika kamu dan doi berada dalam satu lingkungan yang sama, misalnya satu sekolah atau satu jurusan. Orang-orang di luar sana kebanyakan hanya akan ngeceng-ngecengin kamu kalo mereka tau temannya ini lagi kasmaran. Menggodamu, atau yang lebih parah menggoda kamu dan doi secara terbuka. Sementara yang lainnya akan bersikap sok tau dan perhatian, atau malah sok membantumu dengan memberikan buat kamu dan doi berdua (dan yang akhirnya pasti berakhir canggung). Justru hal-hal macem gini yang bakal ngehambat kamu buat dapetin si ikan idaman. Bersikaplah wajar, jangan terlalu terlihat ketika melakukan taktik memancing. Kalo kamu butuh curhat atau masukan, pilih dua atau tiga orang teman yang paling dipercaya.