Kamis, 26 Mei 2011

Dewasa. Menurut Saya, dan Persetan Menurut Anda.


Menjadi dewasa. Sebenarnya hakikatnya itu apa?

Anggap saja ini sedikit pembelaan atas beberapa pandangan yang melihat bahwa sikap saya ini tidak pas di umur 20 tahun. Mungkin orang yang mengenal saya tahu bahwa saya ini orangnya asal banget. Konyol dan terlihat kekanak-kanakan. Omongannya saru dan keliatan seenaknya. Dan walaupun umur saya udah menginjak 21 tahun Maret lalu, saya katakan : semua hal di atas nggak akan berubah. Kenapa? Karena saya pikir menjadi dewasa itu berbeda dengan sok menjadi dewasa. Buat saya, menjadi dewasa artinya ialah kesadaran total atas diri sendiri. Pengertian yang menyeluruh atas apa yang kita lakukan dan tidak kita lakukan. Pemahaman atas apa-apa yang kita pilih dan kita putuskan. Dari itu s
emua kita jadi bisa mengerti tanggung jawab. KIta bisa mengerti konsekuaensi atas apapun yang kita lakukan. Kita tidak melakukan tindakan yang benar karena perintah orang lain, tapi murni atas kesadaran dan pemikiran kita sendiri.




Ada alasan mengapa saya bersikap seperti di atas, dan go to hell, saya tidak perlu mengatakannya pada dunia. Saya sudah lama berhenti untuk mendengarkan ekspektasi orang lain. Saya juga sudah lama berhenti untuk hidup dengan berpura-pura jadi orang lain. Saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan, dan saya tidak akan melakukan hal yang tidak saya setuju hanya karena orang lain berharap saya harus melakukannya. Dan seperti yang pernah saya tulis di status fesbuk seminggu yang lalu:


Being silly doesn't mean we're stupid. We just try to be honest, for we consider anykind of pride and image bulding-act is a sign of hypocrisy and lie.



Di mata saya pribadi, 'menjadi dewasa' dengan sebatas mencob
a bersikap jaim di depan orang lain adalah sebuah kekonyolan. Dan menilai orang dewasa atau tidak hanya lewat cara bicara atau bersikap di depan orang lain adalah tindakan yang lebih konyol lagi.


3 komentar:

new colour mengatakan...

Dewasa untuk pria brati dia bisa membeli kembali omongannya yang telah di jual. :-)
kalau kata kamu kemarin : "iki omongane cah lanang lho, kudu di bayar!!"
hahahahah, Tapi yang jelas kalau dewasa ya sudah bisa mengerti pasangannya ( ups,,,, ) hahahahah

Joni-Joni-Joni mengatakan...

setuju gaaaaaannnn dewasa menurut gue persetan menurut anda wkwkw


mnurut gue "banyak hal yang harus dicairkan tanpa harus ada embel2 dewasa"

CPchyper mengatakan...

aye :)