Sabtu, 28 April 2012

10 Film Favorit bag. 1

   
    Postingan ini sebenarnya ada karena dua hal. Yang pertama karena perasaan bersalah gara-gara blog ini sudah hampir dua bulan berdebu nggak pernah dijamah, dan yang kedua karena memang ide buat nulis list film-film favorit ini udah muncul sejak lama dan nampaknya harus segera dibuat. Orang bilang ide bagus yang gak direalisasikan itu berpotensi muncul menjadi sembelit. Nah demi menjaga kesehatan perut maka nggak ada salahnya kalo saya menunjukkan sedikit daftar film-film favorit selama ini. Bukan daftar yang oke, saya tahu. Tapi setidaknya mungkin bisa dijadikan referensi buat teman-teman yang bingung mau ngopy film apa di warnet (selain 3gp). Oiya postingan ini saya bagi biar gak kepanjangan. Jadi silakan membaca, monggo ...  :)




Fight Club
Sutradara  : David Fincher
Aktor : Edward Norton, Brad Pitt, Helena Bonham Carter

    Film yang disutradarai oleh David Fincher (Social Networks, Se7en) ini adalah film lama, dibuat tahun 1999. Fight Club adalah film bertema noir yang menceritakan kehidupan seorang pegawai tanpa nama (Edward Norton) yang frustasi dengan pekerjaan dan kehidupan di sekitarnya. Namun tiba-tiba semua hal yang ia tahu kemudian berubah saat ia bertemu dengan seorang penjual sabun batangan bernama Tyler Durden (Brad Pitt). Dari sini keduanya mengalami sebuah kejadian beruntun yang menuju pada sebuah perkumpulan tinju liar bernama Fight Club hingga revolusi anarkis dan penuh kekerasan. 

  " God damn it, an entire generation pumping gas, waiting tables; slaves with white collars. 
Advertising has us chasing cars and clothes, working jobs we hate so we can buy shit we don't need "
Tyler Durden
 
Ada 3 hal yang membuat saya jatuh cinta dengan film ini. Pertama, buat yang pernah nonton film ini pasti setuju kalo Fight Club punya twist ending yang bagus sekali. Kedua adalah dari teknik editingnya. Cara yang digunakan David Fincher untuk membangun mood lewat editing antara satu scene dengan scene lainnya keren kalo menurut saya, terutama di menit-menit awal film ini(ingat di scene saat Norton membeli perabotan dari Ikea?). Yang terakhir saya pribadi suka dengan monolog yang diucapkan baik Pitt maupun Norton dalam  dalam Fight Club. Tentang konsumerisme, tentang uang, tentang menjadi laki-laki sebenarnya. Karakter Tyler Durden menjadi sangat iconic. Siapa lagi badass yang pekerjaannya mencuri lemak dari tempat sampah salon sedot lemak, merebusnya menjadi sabun, lalu menjualnya kembali pada wanita-wanita gendut kaya itu lagi? Oh ya, di film ini juga ada penampilan awal dari Jared Leto si vokalisnya 30 Seconds to Mars yang emang waktu itu masih jadi aktor (lucu sekali wajahnya kala itu).




Spirited Away 
Sutradara    : Hayao Miyazaki
    Harus diakui bahwa film-film Hayao Miyazaki dengan studio Ghibli-nya telah berhasil mengubah pandangan saya terhadap anime Jepang. Dan film Miyazaki yang berpengaruh tentu saja adalah Spirited Away.
    Spirited Away bercerita tentang petualangan seorang gadis kecil bernama Chihiro yang terjebak di dunia roh. Dengan bantuan seorang anak lelaki roh naga bernama Haku, Chihiro harus berupaya kembali ke dunia manusia dengan bekerja di sebuah onsen (tempat pemandian) raksasa para hantu. Secara umum Spirited away adalah film yang manis dan menyentuh. Miyazaki berhasil mencampurkan berbagai elemen sehingga kita bisa tertawa terpingkal-pingkal di satu saat, namun juga ketakutan di sisi lain (ingat tokoh hantu hitam penunggu jembatan?) hingga akhirnya kita bakal terharu di akhir cerita saat Chihiro berhasil menyelamatkan Haku. Kita akan dibuat untuk seakan berkata," Ayo Chihiro, bersemangatlah! Kamu bisa!" sepanjang film.  


" Once you do something, you never forget. Even if you can't remember "
Zeniba

    Dua hal yang mesti dicatat dalam film-film Miyazaki adalah akting tokoh-tokoh dalam film animasi ini sangat natural, berbeda dengan anime lain kebanyakan. Tokoh-tokoh animasi dalam film-film Miyazaki 'berakting', tidak sesederhana dianimasikan. Kedua Hayao Miyazaki menggunakan scoring musik yang keren sehingga mood dalam filmnya benar-benar terbangun. Saya sangat menyarankan untuk meluangkan waktu melihat film-film Miyazaki yang lain, terutama Princess Monokone dan Our Neighbor Totoro. Film Miyazaki lain yang mungkin juga harus dicari adalah Tales from Earthsea dan Ponyo. 



The Shining 
Sutradara: Stanley Kubricks
Aktor: Jack Nicholson, Shelley Duvall

    Saya suka sekali menonton film horor. Tapi biasanya hanya 70% bagian saja yang saya tonton dari keseluruhan film horor. Bukan karena saya tidak melihat film horor sampai habis, tapi karena hanya setengah layar saja yang bisa saya lihat alias sembunyi di balik bantal, hahaha ... :D Dan ngomong-ngomong soal film horor, The Shining adalah film salah satu film horor yang paling saya suka (selain Blair Witch Project dan Paranormal Activity 3 mungkin).
    The Shining adalah film lama tahun 1980 karya maestro film ternama Stanley Kubricks (Clockwork Orange) berdasarkan dari novel yang ditulis oleh si jagoan cerita horor Stephen King. Film ini dibintangi oleh aktor yang sekarang udah gaek si Jack Nicholson (Something Gotta Give, The Departed). The Shining sebenarnya memiliki tema yang klise: hotel berhantu. Diceritakan Jack Torrance (Nicholson) dan keluarganya menyanggupi untuk menjadi caretaker sebuah hotel besar di daerah pegunungan selama musim dingin. Jack sangat menyukai hotel ini karena ia merasa tempat itu merupakan tempat yang pas buatnya untuk menulis novelnya. Namun tidak begitu dengan putra Jack, Danny, yang selalu bermain dengan sepeda roda tiganya mulai melihat penampakan-penampakan di hotel tersebut. Situasi kemudian kian bertambah parah karena Jack secara perlahan terpengaruh oleh aura rumah tersebut hingga akhirnya berupaya untuk membunuh istri dan anaknya dengan kapak.

" All work and no play makes Jack a dull boy " 
Jack Torrence

    Hal yang membuat The Shining menjadi film yang keren salah satunya adalah karena akting Jack Nicholson. Penonton bakal merasakan bagaimana karakter Jack secara perlahan berubah dari seorang Ayah yang baik di awal hingga menjadi psikopat gila di akhir cerita. Kedua adalah bagimana Kubricks mampu membuat situasi horor dalam sebuah film tanpa lagu ambience horor. Yep, justru keheningan hotel dan perasaan terisolasi dari dunia luar yang membuat kita merasa tak berdaya selama film ini. Adegan yang paling saya sukai adalah adegan saat Wendy membaca naskah novel buatan suaminya (sederhana tapi sumpah ngeri). The Shining adalah film horor yang sangat terkenal karena beberapa adegan dalam film ini bahkan seperti menjadi icon. Salah satunya adalah gambar wajah Jack yang menyeringai keluar dari pintu yang sebelumnya ia pecahkan dengan kampak dan tentu saja istilah 'REDRUM'.

Tidak ada komentar: