Kamis, 03 Mei 2012

10 Film Favorit bag. 2




APOCALYPSE NOW
Sutradara : Sir Francis Coppola
Aktor : Martin Sheen, Marlon Brando, Rober Duvall 
 
Saya suka dengan film bertema perang. Yah, tema klasik untuk anak laki-laki sebenarnya. Dan dulu saya pernah berpikir bahwa Saving Private Ryan buatan Spielber adalah film perang paling top yang pernah saya tonton. Menyaksikan Tom Hanks, Matt Damon muda, Vin Diesel, bahkan Paul Giamatti bertemu di tengah asap dan api Perang Dunia Ke 2 adalah sebuah keajaiban. Setidaknya saya berpikir begitu sampai saya menonton film Apocalypse Now karya Sir Francis Coppola. Jadi kemudian pertanyaannya adalah: bagaimana film yang dibuat sekitar 30 tahun yang lalu ini bisa membuat saya berpikir bahwa Saving Private Ryan, Platoon, atau Thin Red Line pantas berada di urutan kedua di tingkat film perang terbaik?  



Apocalypse Now adalah film lama yang dibuat oleh sineas terkenal Sir Francis Coppola (Godfather series, Dracula) pada tahun 1979 yang dibintangi Martin Sheen (The Departed, Illusive Man at Mass Effect) dan Marlon Brando (the Godfather). Setting utama Apocalypse Now adalah perang Vietnam. Captain Willard (Sheen), kapten marinir Amerika yang bermasalah dengan alkohol dan depresi akibat perang, ditugaskan untuk menghabisi Clolonel Kurtz (Brando), seorang pembelot yang dicurigai melarikan diri dari tugas dan membentuk pasukan sendiri di pedalaman hutan Kamboja. Perjalanan Willard untuk mencapai Kurtz membuatnya mempertanyakan tentang dirinya sendiri, tentang arti perang dan kehidupan, tentang horor yang ia saksikan sepanjang perang. Pertemuan Kurtz dan Willard di akhir cerita merupakan sebuah klimaks yang luar biasa. 

Apocalypse Now adalah film perang yang 'sebenarnya' menurut saya. Pertama dari segi tema, perang Vietnam punya nilai tersendiri. Bukan hanya karena hanya di perang ini Amerika (sebagai lakon utama film) tidak keluar sebagai pemenang, namun juga karena horor yang ditunjukkan dalam perang lebih terlihat daripada perang yang lain (foto terkenal anak yang terbakar napalm, ada yang pernah melihatnya?). Di film ini Willard tidak ditunjukkan sebagai seorang kapten jagoan yang serba bisa dan melindungi anak buahnya. Alih-alih seperti itu Coppola berusaha menunjukkan perang dari kaca mata serdadu biasa, yang tercabik antara kewajiban tugas dengan horor yang ia saksikan. Willard semakin lama tenggelam ke dalam kegelapan, keraguan, dan obsesi untuk bisa menemukan kolonel Kurtz. 



Yang kedua adalah kemampuan Coppola untuk menghidupkan lagi suasana perang Vietnam di era 79. Saya benar-benar terpaku bagaimana sebuah film yang dibuat pada tahun 79 mampu menghasilkan pengaturan atmosfer yang begitu terencana dan detail. Scene favorit saya adalah saat pasukan Amerika melakukan pemboman udara sementara Lekol Bill Kilgore di bawahnya dengan santai merokok dan berkata," Charlie don't surf! ". Efeknya meyakinkan sekali dengan pengambilan shoot yang luar biasa. Dan itu semua dibuat pada tahun 1979 :)  Sayangnya karena ini film lama jadi saat saya menontonnya di laptop subtitles-nya berantakan sehingga saya harus menonton tanpa menggunakan subtitles. Awalnya sih oke -oke saja, tapi waktu bagian kolonel Kurtz ngomong saya jadi bener-bener kesulitan buat ngerti dia bilang apa. Maklum lah, yang udah pernah nonton Godfather 1 pasti tahu gimana cara ngomongnya si Marlon Brando yang jadi Don vito Corleone ini, hehe ... :)

Film ini sangat saya rekomendasikan sekali untuk teman-teman yang suka tema perang. Mungkin bisa jadi 'ransum tambahan' selain Saving Private Ryan, Band of Brother, the Pacific, atau Platoon. Mungkin juga bisa melihat bagaimana perang dari sisi yang lain lewat film Deer Hunter, The Pianist, atau Schindler List. Selamat menonton :)



Tidak ada komentar: