Rabu, 30 Mei 2012

Cerita Mistis : Ular Naga


Sewaktu saya kecil dahulu, saya suka sekali dengan naga. Entah kenapa. Banyak dari gambar-gambar crayon yang saya bikin dulu bertemakan makhluk legenda ini. Dan memang nampaknya naga adalah makhluk mitologis yang terkenal di seluruh dunia. Ular naga hampir selalu ditemui di segala kebudayaan di dunia. Di daerah Eropa misalnya, naga digambarkan sebagai makhluk ganas berbentuk kadal raksasa dengan sayap kelelawar yang mampu menyemburkan api. Naga sering diasosiasikan dengan iblis oleh masyarakat Eropa kuno, sementara masyarakat Norwegia mengenal naga 'Nydhogg" atau Sang Pengunyah Batang Kehidupan yang digambarkan jahat dan mengerikan. Sementara di daerah Asia naga nampaknya memiliki tempat yang lebih terhormat. 'Long' atau naga dari kebudayaan Cina adalah lambang langit, yang berbentuk seekor ular dengan kepala singa bertanduk rusa. Tak ubahnya di Indonesia, ular naga juga muncul dalam kebudayaan Dayak, Bali, dan terutama Jawa di Jawa. 


Ada sebuah cerita yang dulu dikatakan Ayah saya yang hingga kini masih membuat saya terkesan. Tentang keberadaan sebenarnya dari 'ular naga'. Konon, sewaktu ayah saya dulu masih kecil di daerah Madiun telah banyak cerita yang beredar tentang keberadaan ular naga yang bertapa. Ular naga ini adalah makhluk sakti yang bertapa untuk waktu yang sangat lama di hutan-hutan angker, jauh dari pandangan manusia. Ular naga bertapa dengan mulut terbuka lebar, dan dengan beriring waktu, kulit sang ular mulai ditumbuhi berbagai macam tanaman dan bebatuan sehingga mulutnyapun berbentuk seperti cekungan gua. Pernah ada sebuah cerita yang menggegerkan Madiun pada jaman Ayah saya dahulu. Seorang petani yang nunut ngaso (numpang beristirahat) di sebuah cekungan gua di hutan Saradan, Kab. Madiun kaget bukan kepalang karena gua yang dijadikan tempatnya beristirahat tiba-tiba saja bergetar hebat dan bergerak. Gua tadi ternyata adalah seekor ular raksasa yang tiba-tiba saja bangun dan bergerak terus menuju sungai. Saking ketakutannya si petani ini langsung berlari sambil berteriak-teriak menuju desa. Ketika Si ular tersebut bangun ia meninggalkan sebuah lubang raksasa yang berisi kotoran dan sisa sang ular berganti kulit. Konon saat itu kotoran ular naga sangat dicari-cari oleh tukang obat Cina, dimasukkan dalam toples keramik dan dihargai amat mahal. Malam harinya, orang di sekitar sungai geger karena mereka melihat pemandangan yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Tiba-tiba saja dari segala penjuru ular dari berbagai jenis secara bersamaan keluar dari tempat persembunyian mereka dan bergerak menuju sungai. Jumlahnya ribuan, banyak sekali kalau kata Ayah saya dulu. Seketika para warga tahu apa yang menyebabkan ular-ular ini datang. Di tengah sungai terlihat seekor ular raksasa sedang berenang diikuti oleh ribuan ular-ular itu. Seakan-akan ular-ular tersebut datang karena panggilan ular raksasa tersebut. Di kepala ular raksasa ini konon terdapat semacam mahkota yang bersinar seperti lampu ublik. Terang dan berpendar. Kejadian ini dilihat oleh banyak orang sehingga menjadi salah satu folklore terkenal di daera Madiun.

Sekali lagi saya juga kurang tahu apa cerita tersebut benar. Ya Wallahu Alam ...  







Tidak ada komentar: