Selasa, 15 Mei 2012

Diablo Series. Nostalgia.



Hari ini Diablo 3, salah satu game yang paling ditunggu tahun ini akhirnya resmi rilis. Ramai sekali sepertinya. Bahkan saya lihat di situs 9gag postingan tentang Diablo memenuhi timeline, lebih banyak dari hari-hari sebelumnya (yang memang nampaknya hampir tak pernah absen untuk hadir). Beberapa teman di facebook saya lihat juga bersemangat sekali untuk mencoba salah satu game yang paling banyak dibicarakan rilisnya ini. Hmm ... Tak terasa sudah 7 tahun sejak saya pertama kali mengikuti seri Diablo ini. Dan memang di postingan kali ini saya hanya ingin bernostalgia dengan seri Diablo ini ... :)

Salah satu wallpaper Diablo 2 yang dulu sangat terkenal.
Amazon sedang melawan Unraveller.
 

Saya pertama kali mendengar tentang Diablo 2 dari rekomendasi teman saya Hanif Alamuddin waktu SMA kelas 1 dulu. Dan tepat seperti yang dikatakan Hanif, saya langsung jatuh cinta dengan game ini. Diablo 2 adalah seri game RPG Hack and Slash (seperti Dungeon Siege atau Titan Quest) yang dirilis oleh Blizzard tepat 12 tahun yang lalu. Inti cerita Diablo 2 adalah peperangan besar antara Neraka dan dunia manusia yang akhirnya membawa sekelompok manusia terpilih sebagai penyelamat sebelum bumi menjadi pijakan para iblis untuk mencapai Surga. Judul Diablo merujuk pada salah satu dari tiga pemimpin para iblis atau yang biasa disebut dengan The Prime Evil. Mereka adalah Mephisto The Lord of Hatred, Diablo the Lord of Terror, dan terakhir Baal the Lord of Destrustion. Pemain harus melakukan petualangan melewati berbagai tempat di dunia Sanctuary untuk bisa mengalahkan ketiga Prime Evil dan menyelamatkan umat manusia dari kehancuran. 


 Original Classes dari Diablo 2 Lord of Destruction.
Amazon, Assassin, Necromancer, Barbarian, Sorcerer, Druid, Paladin

Saya harus mengakui bahwa Diablo adalah salah satu game yang punya kenangan tersendiri. Pertama, karena tingkat kesulitannya yang 'nggak umum' maka saya dan adik saya harus bekerja sama untuk bisa menyelesaikan game ini. Tidak bermain secara dua player, tapi salah satu dari kami harus siap untuk menekan tombol-tombol tertentu bila health atau mana bar berkurang (misalnya quick key untuk potion dan town portal) sementara yang lainnya fokus menghajar musuh. Jadi apabila salah satu dari kami ingin bermain dan kebetulan pas akan melawan boss, maka salah satu harus menunggu yang lainnya pulang agar bisa membantu. Hahaha ... Sampai-sampai saking ribetnya saya harus menelpon beberapa teman dulu hanya untuk melewati level pertama! :D  Saya ingat sekali karakter pertama yang berhasil saya tamatkan adalah Assassin sementara adik saya berhasil menamatkan dengan menggunakan Amazon. 


 Beberapa screenshot game


Kedua, Diablo adalah game yang sampai saat ini menurut saya memiliki tingkat replaybility paling baik. Sistem permainan Diablo sebenarnya sangat sederhana (hanya point click slash!), namun bisa memberikan kebebasan bagi pemain untuk meng-kustomisasi karakternya tersebut. Kekuatan utama Diablo adalah pada kekuatan masing-masing karakter, yang disetting memiliki skill dan item yang sangat unik dan spesial. Siapapun yang pernah bermain Diablo 2 pasti bakal mengingat bahwa Diablo adalah yang pertama menciptakan karakter Assassin dengan katar sebagai senjata utama, Iron dan fire golem yang mematikan dari Necromancer, dan tentu saja: druid yang mampu berubah menjadi manusia serigala. Jalan cerita yang dibangun di Diablo juga sangat solid, ciri khas yang selalu muncul dari Blizzard. Maksud saya, siapa yang akan lupa dengan Archangel Tyrael dan Deckard Cain yang setia? :)

Sejujurnya saya sudah sejak satu tahun yang lalu saya berharap Diablo 3 bakal liris. Mantengin website-nya sesekali tiap ke warnet, nunggu kepastian kapan game ini bakalan rilis. Mulai dari Blizzard baru mulai announce 3 karakter (Barbarian, Witch Doctor, dan Wizard) sampe sekarang jadi 5 ketambahan Monk dan Demon Hunter. Sayang sekali karakter idola saya sang druid tidak dimunculkan, tapi tak apalah, yang penting game ini ternyata akhirnya rilis juga :p hehe ... Saya sendiri belum tahu apa komputer saya punya spec yang cukup untuk bermain game ini, apalagi dengan grafis yang ditunjukkan di berbagai demo menunjukkan bahwa keperluan mengganti video card komputer menjadi amat krusial saat ini. 

Akhirnya penantian panjang itu berakhir. Dan seperti yang dikatakan Blizzard di web site mereka. Selamat datang di Diablo. Dan untuk beberapa orang, selamat datang kembali :) 


1 komentar:

Anonim mengatakan...

oke, mantap boss..
ane juga pnggemar DIABLO, tpi jgn smpai ksurupan DIABLO (setan) y gan krna saking suka ny... ^_^