Sabtu, 05 Mei 2012

Hotel Angker di Bandung



Maaf saya nggak bisa bercerita banyak untuk 31 Hari Menulis hari ini. Entah karena saya sudah lelah atau karena memang sedang bingung mau menulis apa. Hmm ... Mungkin untuk hari ini saya bercerita pengalaman pribadi saya saja. Tentang pengalaman yang berhubungan dengan dunia gaib. Mistis, terserah mau disebut apa. Yap, jadi saya sarankan adek-adek untuk duduk manis di depan layar komputer dan dengarkan cerita ini baik-baik ...

Pengalaman ini sebenarnya dialami oleh ibu saya sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu Ibu (dosen akuntansi di Universitas Negeri Malang) kebetulan bertugas untuk mengantarkan mahasiswanya berdarmawisata ke Jakarta dan Bandung. Rombongan berangkat dari Malang dengan menggunakan bis dan rencananya akan mampir di Jogja dalam perjalanan pulang nanti. Di hari yang sudah ditentukan Ibu saya akhirnya menelepon dan ternyata bis sudah sampai di benteng Vredeburg. Saya pun akhirnya bergegas untuk datang menjenguk dan sekalian minta tambahan uang saku layaknya mahasiswa pada umumnya. Nah, belum 5 menit saya bertemu Ibu di parkiran beliau langsung aja bercerita tentang sebuah pengalaman 'gaib' yang dialami salah satu mahasiswanya. 

Ceritanya begini. Saat itu rombongan darmawisata dijadwalkan untuk menginap di sebuah hotel yang sudah disiapkan di Bandung. Karena suatu hal, bis masuk Bandung terlambat dan rombongan baru bisa sampai ke hotel pada malam hari. Saya lupa nama hotel tersebut, tapi dari foto-foto yang ditunjukkan hotel ini nampak kuno. Lokasinya di pinggiran Bandung dan sedikit terpencil. Gaya bangunannya mengingatkan saya dengan film-film Dono jaman dulu, Dindingnya masih memakai gaya kayu triplek tebal yang dipelitur. Kamar mandi berada di belakang hotel, bangunannya berbeda dari bangunan utama. Setelah rombongan turun bis dan membereskan barang bawaan Ibu saya dengan seorang teman, Alm. Bu Tatmi, segera membangi mahasiswa ke kamar-kamar dan menyuruh mereka beristirahat.

Pada awalnya sebenarnya Ibu saya pun mengatakan kalau merasa ada yang tidak 'nyaman' dengan hotel ini. Koridor antar kamar yang gelap dan gaya bangunan yang kuno sama sekali bukan pendorong mood yang baik. Setelah sholat dan bersiap untuk tidur, tiba-tiba saja dari salah satu mahasiswi terdengar keributan. Sekelompok mahasiswi tiba-tiba masuk kamar Ibu saya dengan histeris, seorang di antaranya menangis. Ibu saya bingung. Katanya mereka takut dengan kamar tempat mereka tidur mereka. Setelah mereka cukup tenang, akhirnya Ibu saya bertanya sebenarnya ada apa. Seorang dari mahasiswi kemudian mengeluarkan kamera digital yang sedari tadi dia pegang erat. Dia menyalakan kamera tersebut, memilih sebuah foto, lalu memberikannya pada Ibu saya. 

Di situ ada foto ruangan kamar mahasiswi tersebut. Biasanya saja nampaknya. Meja kursi, televisi, pintu. Nampaknya dia iseng-iseng saja memotret kamar sambil menggoda teman-temannya yang sedang membereskan barang. Sekilas tidak ada yang aneh. Tapi setelah di lihat lebih seksama, ada yang aneh di layar televisi di pojok ruangan. Saya yang juga ditunjukkan foto tersebut oleh Ibu saya yakin sekali bahwa di tivi saat itu sedang ada iklan Rinso yang bintangnya Titi DJ.

Yang aneh adalah di tengah televisi ada seorang wanita berambut panjang berpakaian putih sedang menatap ke depan.

Entahlah kalau teman-teman, tapi seingat saya gak ada scene semacam itu di iklan Rinso. 

Setelah dikulik lebih jauh, ternyata hotel tersebut memang terkenal angker. Seorang mahasiswi akhirnya mengaku bahwa dia pernah diwanti-wanti ayahnya yang dari bandung untuk menjauhi hotel tersebut. Karena kejadian tersebut Ibu saya harus berbagi kamar dengan mahasiswi-mahasiswi ini. Bahkan sampai menunggui seorang mahasiswi yang sedang kencing karena saking takutnya dia (Ibu saya harus menemaninya di dalam ruangan WC). Untungnya rombongan segera berangkat keesekon paginya sehingga mereka tidak harus tinggal lebih lama lagi di hotel tersebut. Maksud saya, siapa juga yang mau? 





Tidak ada komentar: