Sabtu, 26 Mei 2012

Kisah Hantu : Glundhung-glundhung Pecengis



Dalam postingan kali ini saya akan membahasa salah satu rural legend yang terkenal di daerah saya dulu. Seperti diketahui di pedesaan banyak sekali folklore atau semacam cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang. Dan dunia gaib nampaknya memiliki bagian tersendiri dalam kehidupan pedesaan. Beragam cerita hantu dan pengalaman gaib nampaknya selalu hadir di berbagai obrolan. Salah satunya adalah glundung-glundung pecengis atau kalau di daerah Blitar dan sekitarnya dikenal dengan Glundung-glundung plecek. Lalu seperti apakah bentuk dari makhluk gaib ini? Mari kita simak bersama ...

Glundung-glundung pecengis adalah sejenis makhluk gaib yang berbentuk kepala tanpa tubuh yang sering muncul untuk menggoda seseorang yang sedang sendirian. Disebut glundung-glundung pecengis karena bentuknya yang bundar sehingga umumnya 'hadir' dengan menggelinding (glundung=menggelinding) dan mengagetkan orang dengan tersenyum menyeringai sambil menunjukkan gigi (pecengis=meringis). Di daerah Jawa tengah hantu ini disebut dengan ndhas glundung atau ndhas cumplung. Di daerah Tulungagung tempat mbah saya dulu ada cerita terkenal tentang hantu ini. Diceritakan pada suatu hari ada seorang simbok yang baru pulang dari tegalan dengan naik sepeda. Karena memang dia bekerja sepanjang hari kebetulan saat dia pulang hari sudah mulai gelap. Sambil menaiki sepeda cap Phoenix (sepeda jenki jaman dulu) simbok ini melewati jalan gelap yang di kanan-kirinya ada pohon kelapa. Tiba-tiba saja simbok mendengar bunyi blug! Pertanda ada kelapa yang jatuh. Simbok itu akhirnya turun dari sepeda dan berniat memungut krambil (kelapa dalam bahasa jawa) tersebut agar keesokan hari bisa dijual. Kelapa tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam glangsi (karung plastik bekas tempat beras) dan simbok pun meneruskan mengayuh sepeda. Di perjalanan simbok berkali-kali merasa ada yang memanggil namanya, tapi itu aneh sekali karena di sekitarnya hanyalah tegalan dan sawah. Dimana-mana sudah mulai gelap. Setelah didengarkan lebih seksama, ternyata suara memanggil tersebut berasal dari karung yang simbok bawa tadi. Betapa terkejutnya simbok karena benda yang ia kira sebagai kelapa tadi ternyata adalah kepala manusia dan muncul sambil tersenyum meringis. Simbok akhirnya pingsan dan ditemukan penduduk lain keesokan paginya. 

Sampai sekarang cerita ini masih populer di dusun Rejotangan, Tulungagung tempat kediaman kakek saya.  Konon katanya hantu ini adalah arwah orang-orang PKI yang dulu dipenggal waktu jaman pembersihan PKI tahun '65. Di desa simbah saya itu memang ada tanah yang terkenal dulu adalah tempat untuk memenggal kepala orang. Konon dulu orang PKI tersebut disuruh berlutu dan kepalanya ditaruh diatas debog (batang pisang) sebelum akhirnya dipenggal. Soal benar tidaknya cerita tersebut saya tidak bisa memastikan. Wallahu Alam ... 



4 komentar:

iwan mengatakan...

asli pora iku

cerita hantu mengatakan...

Itu beneran atau nggak sih?

Unknown mengatakan...

jerek,ee yoo aslii,tapii embohh

Unknown mengatakan...

jerek,ee yoo aslii,tapii embohh