Selasa, 08 Mei 2012

Lunatic Lines


Dunia adalah sebuah rumah sakit jiwa raksasa. Sama seperti rumah sakit jiwa versi mungil yang kita tahu, semua pasien di rumah sakit jiwa raksasa ini menganggap bahwa mereka semua baik-baik saja. Tak ada yang salah dengan otak kami, kata mereka. Kami adalah mahasiswa, pengusaha, artis, pegawai negeri, pelacur, pengemis dengan kaki bernanah, apapun yang kamu pikirkan. Tapi yang jelas kami tidak gila. Dan kemudian di bawah cahaya matahari semua kegilaan itupun terlihat. Samar-samar saja, tapi jelas terjadi. Sekumpulan pria dan wanita yang menghabiskan waktu mereka melihat layar berpendar, saling bertukar kata, berpikir mereka mendapat perhatian dan kehidupan di dalam layar tersebut. Sesekali mereka saling mengumpat dan bersumpah serapah. Mengutuk kegilaan lain yang terjadi di sekitar mereka lewat kombinasi huruf dan angka (awas, 140 adalah jumlah maksimal). Tentang negara payah yang membuat hidup mereka sengsara. Tentang sebuah ormas yang menghantam siapapun yang berani melawan. Tentang  orang-orang gemuk berdasi yang mencuri uang. Dan semua orang terus saja berbicara, mengutuk , menganalisis, dan bercinta di depan layar-layar berpendar. Tidak melakukan apapun.



Tulisan ini pun juga sebuah kegilaan.  




Tidak ada komentar: