Kamis, 06 Desember 2012

Berbagi Mimpi



Minggu lalu saya dan dua adik kelas, Ipeh dan Ghora semacam 'berkolaborasi' untuk kompetisi Apaidemu.com. Di kompetisi yang disponsori Pertamina ini anak-anak muda ditantang untuk menyampaikan apapun ide mereka, dalam bidang apa saja, yang bertujuan untuk membuat Indonesia lebih baik. 



Kami membuat sebuah campaign berjudul 'Berbagi Mimpi'. Campaign ini sebenarnya muncul dari cerita Ipeh yang tahun lalu berkesempatan untuk melakukan KKN di sebuah desat terpencil di Papua bernama Yakati. Cerita dan pengalaman yang ia dapatkan di sana sejujurnya sungguh menarik buat saya, tentang bagaimana sebuah desa di Papua sana harus menjalani kehidupan jauh dari segala macam akses informasi. Dari sini kemudian saya mengajak Ipeh untuk 'tandem' ketika ada kesempatan di Apaidemu.com ini, dengan harapan siapa tahu campaign kecil kami disetujui dan bisa mengajak lebih banyak orang peduli dengan Papua. 


Lewat campaign ini kami mengajak anak-anak di Jawa untuk  mengirim surat dan gambar kecil tentang cita-cita mereka pada kawan mereka di Papua. Walaupun kedengarannya sederhana, efeknya bisa berarti sekali. Dari anak-anak untuk anak-anak. 



Walaupun kami belum beruntung di kesempatan ini, saya jujur tidak merasa sedih. Ini adalah hasil kolaborasi pertama saya dengan adik kelas, bahkan dengan orang lain di luar 'lingkaran' tim saya dulu seperti Matahari, Cahya, atau Ari. Rasanya segar. Menyenangkan malah, rasanya saya mendapat banyak pelajaran. Entah karena saya suka melihat obrolan antara Ipeh dan Ghora ("kowe ki koyo TV layar datar Peh ...") atau memang karena saya jadi merasa 'baru' lagi. Tidak ada beban untuk menang atau kalah, hanya keinginan untuk membantu anak-anak Yakati. Sebenarnya saya sedikit malu untuk mengatakannya, tapi kemarin saya sangat ingin program ini bisa kami laksanakan sendiri. Naif mungkin, tapi saya rasa pasti akan sangat menyenangkan bila melihat wajah-wajah anak Yakati itu bisa menerima surat dari anak lain yang nun jauh di sana ... :)

Saya tahu bahwa masih banyak kekurangan dari campaign yang saya buat itu. Tapi toh namanya juga belajar. Dan terima kasih untuk Ipeh dan Ghora yang sudah berkenan mau mengajak saya berkolaborasi. Kapan-kapan nek sempet gawe meneh yo cah :D 




Tidak ada komentar: